apabila dibandingkan waras dan ga warasnya,kayaknya lebih banyak 
pengendara roda 4 yg ga waras.Loe liat aja pengemudi angkot atau bus.
Gimana keseharian mereka...
Gw rasa pengendara motor cukup tertindas oleh peraturan2 diskriminatif 
yg dibuat oleh bang yos.Berawal dari penggunaan lampu di siang hari.
Secara logika kayaknya itu peraturan di luar akal sehat.Mungkin 
sutiyoso punya pabrik pembuatan bohlam motor kali yah...

Ga perlu nyalain lampu,pengemudi mobil juga udah tahu kalo di 
hadapannya ada pengendara motor.Kecuali kalo orangnya buta lho..Atau 
mungkin lebih disebabkan banyaknya mobil yg menggunakan kaca film yg 
suupeeer gelap jadinya ga kelihatan deh tuh motor.
Lagian ngapain seh pake gelap2n dalam mobil?takut kena three in one?
atau mau bikin mobil bergoyang?hehehehe...Gelap seh boleh tapi yah 
mbok jangan terlalu gelap.

Trus pemberlakuan pengendara motor harus gunakan jalur kiri.Mereka 
harus berbagi jalur dengan bus.Padahal mereka dikejar waktu agar tidak 
telat.Kalo pengendara mobil seh bisa lewat jalur tol.

And sekarang (baru kebijakan) larangan motor lewat di jalur protokol.
Kan kasian mereka yg harus hidup dari motor.Mulai dari tukang ojek,
petugas kurir (delivery) yg mana dituntut kecepatan,and gw rasa banyak 
orang2 kantoran yg butuh tukang ojek.Iya ga?

Gw tau seh ada juga pengendara motor yg jauh dari tertib.Tapi itu kan 
hanyalah oknum.Janganlah disamaratakan...
Pengendara mobil jg ada yg ugal2an,tapi ga semua kan??
Marilah kita menyikapinya dengan bijak.Jangan mencari kambing hitam.
Biarkan si kambing makan rumput dengan tenang.Halah...
Marilah kita ciptakan budaya tertib lalu lintas dimulai dari dalam 
diri kita terlebih dahulu...

Regards,
Gien
Pengendara motor&Pengemudi Mobil
Ride safely&be a defensive rider
--- In [email protected], "nurun setiawan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> kaya'nya bener juga cing....di jakarta jadi pengendara motor
> banyak juga yang jadi gak waras........hihhihihihihihiihihi......
> 
> 
> NS  
> 
> KEEP SAFETY RIDING 
> 
> 
> 
> Profil psikologis pengendara sepeda motor
> 
> 1. Percaya dirinya besar, yakin bahwa mereka beda
> 
> Sebetulnya mereka bisa naik angkutan umum, tapi mereka tetap naik
> motor, karena mereka yakin bahwa origin-destination mereka beda 
banget
> dengan rute-rute angkutan umum yang dibuat DLLAJR.
> 
> Kenapa DKI susah payah mikir buat ngatur jalur motor ? Atur saja 
rute
> bis yang jelas-jelas menjadi hak dan wewenangnya, sehingga mendekati
> origin-destination masyarakat yang perlu transport umum.
> 
> 2. Pengendara motor adalah orang yang rasional
> 
> Mungkin sebagian dari mereka sebenarnya mampu beli mobil sederhana,
> atau pernah punya mobil. Tapi setelah krisis ekonomi dan kenaikan 
harga
> BBM bertubi-tubi mereka memutuskan untuk naik motor saja.
> 
> Merekalah orang yang merespon kesulitan ekonomi secara rasional.
> 
> 3.Pengendara motor sayang keluarga (keluarga inti)
> 
> Pada akhir pekan mereka membawa seluruh keluarganya naik motor ke 
Ancol
> atau Taman Mini, membawa makanan sendiri. The whole family in one
> motorcycle.
> 
> 4. Mereka berusaha melindungi keluarganya
> 
> Bis kota itu kurang friendly untuk wanita dan anak-anak, lebih-lebih
> waktu masuk dan bubar kantor/sekolah. Semua bis-metromini- Kopaja 
penuh
> berjejal, wanita berdempetan dengan yang bukan muhrim, anak-anak 
tidak
> bisa nafas karena mukanya terhimpit perut dan pantat orang-orang 
yang
> berdiri di sekeliling dia.
> 
> Pengendara motor tidak mau keluarganya ada dalam kondisi tidak enak
> seperti itu. They are just too proud.
> 
> 5. Mereka juga sayang keluarga besar (extended family)
> 
> Dibela-belain kehujanan kepanasan keanginan, mereka mudik naik 
motor,
> untuk menemui simbok di kampung.
> 
> Ketimbang ditipu oleh sopir dan kernet bis antarkota yang tak 
kunjung
> jera melanggar aturan tarif lebaran.
> 
> 6. Mereka dermawan dengan suara klakson
> 
> Semua yang menghalangi diberi suara klakson. Lumayan ... pengendara
> mobil jadi tahu bahwa ada motor mau nyusul dari sebelah kiri. Suara
> klakson ditambah lampu motor yang nanti harus nyala siang dan malam,
> akan membuat pengendara mobil akan lebih awas bahwa motor dari arah
> samping tidak mau ngerem, jadi hati-hatilah kalau mau memintas.
> 
> Di tempat kerja mungkin mereka tertindas .... di jalan raya mereka
> melampiaskan kekesalannya lewat klakson.
> 
> 7. Sesama pengendara motor ada ikatan batin
> 
> Ketika lampu setopan menyala merah, mereka akan berkumpul paling 
depan.
> Melewati garis putih batas berhenti.
> Kenal-tidak- kenal mereka akan bicara, saling tukar informasi 
mengenai
> jalur terpendek untuk mencapai tujuannya.
> 
> Ketika hujan besar turun, mereka akan berteduh di bawah jembatan 
sambil
> mencari teman baru. Soal menghalangi jalan orang lain sampai terjadi
> macet, bukan hanya mereka yang berbuat begitu. Sopir angkot dan 
metromini
> juga cuek banget kalo ngetem. Siapa yang lebih sopan ayo ?
> 
> 8. Mereka membantu polisi
> 
> Kalau melihat tindak kriminal semacam jambret, seringkali ada yang 
mau
> bersusah payah mengejar pelakunya sampai diperoleh nomor motor 
pelaku.
> Lalu dilaporkan ke polisi.
> 
> Tapi di kesempatan lain, mereka beberapa kali melanggar rambu
> lalu-lintas dan ditilang polisi. Apa iya tidak sengaja ?
> 
> 9. Pengendara motor memanfaatkan ruang semaksimal mungkin
> 
> Kalau pagi, jalur menuju tempat kerja mereka akan dipakai 150%.
> Artinya, jalur untuk arus lawan akan dipakai juga.
> 
> Trotoar akan dipakai juga kalau bisa, yang berarti pejalan kaki 
harus
> nempel di dinding.
>


Kirim email ke