Pro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  To: [EMAIL PROTECTED]
From: Pro <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 27 Jun 2007 10:38:45 +0700
Subject: [warga] Fwd: [femina & friends] Fw: "Call Center" Palsu di ATM

        ---------- Forwarded message ----------
From: mia <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 27 Jun 2007 10:18:20 +0800
Subject: [femina & friends] Fw: "Call Center" Palsu di ATM
To:
Cc: [EMAIL PROTECTED], "sanny (Anna)"
<[EMAIL PROTECTED]>, Lina <[EMAIL PROTECTED]>, Harlina
Yunianti <[EMAIL PROTECTED]>, Gina
<[EMAIL PROTECTED]>, Molek <[EMAIL PROTECTED]>

----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 27, 2007 10:50 AM
Subject: Fw: "Call Center" Palsu di ATM

Rgds,
Virly Prisilia
C&B Specialist - HR Dept.
PT Berca Hardayaperkasa
(62-21) 380-0902 ext. 3108

----- Forwarded by Virly Prisilia/berca on 06/27/2007 09:57 AM -----
Supiyanti Supiyanti
06/27/2007 09:41 AM

To: Frederika Ramayanti/[EMAIL PROTECTED], Virly
Prisilia/[EMAIL PROTECTED], Christina Wulandari/[EMAIL PROTECTED], Henny
Hartanto/[EMAIL PROTECTED], Yohana Stevani/[EMAIL PROTECTED], Sri
Suryaningsih/[EMAIL PROTECTED], Eva Irawan/[EMAIL PROTECTED], Tyas
Martiana/[EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: "Call Center" Palsu di ATM

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0706/26/opini/3627711.htm
====================
Dari surat pembaca Kompas.

Oleh Tamara
Jalan Malaka Merah, Duren Sawit, Jakarta Timur

Saya berniat menarik uang lewat ATM Mandiri RS Islam Pondok Kopi,
Jakarta Timur, tanggal 26 April, dengan memilih penarikan jumlah Rp
300.000. Setelah beberapa saat di monitor ATM tertulis "Maaf,
transaksi tidak dapat diproses". Seharusnya kartu ATM keluar, namun
kartu tidak keluar dan uang yang akan saya tarik juga tidak keluar.
Saya kemudian telepon call center yang tercantum di ATM tersebut
(92899242).

Dari nomor telepon itu menjawab: "Bank Mandiri selamat siang..." Saya
sama sekali tidak curiga saat menanyakan nama, nomor rekening, nomor
kartu, dan nomor PIN. Setelah pulang ke rumah di telepon seluler saya
terdapat lima pesan masuk yang isinya rekening Mandiri telah didebet 5
x Rp 1.000.000. Total Rp 5.000.000. Setelah membaca pesan dari >small
2small 0< Banking Mandiri saya langsung telepon Bank Mandiri (14000)
setelah mencari-cari brosur Bank Mandiri. Petugas memberitahu bahwa
nomor telepon yang ada di ATM Mandiri palsu.

Uang saya telah dikuras berdasarkan jumlah maksimal pengambilan lewat
ATM per hari. Saya panik dan langsung mendatangi kantor Bank Mandiri
tempat saya membuka rekening (KCP Perum Klender, Jaktim). Saya
diberitahu oleh salah satu customer service bahwa nomor telepon yang
tertempel di ATM Mandiri RSI Pondok Kopi, Jaktim, itu palsu, dan juga
dijelaskan bahwa sebenarnya kartu tidak tertelan namun hanya diganjal
oleh penipunya sehingga seolah-olah kartu tertelan. Dan, saya
diharapkan untuk menghubungi nomor telepon call center yang terdapat
di dekat mesin ATM tersebut.

Ketika ditanyakan, apakah bisa dilacak lewat kamera CCTV di ATM
tersebut atau dilacak lewat transaksi? Petugas customer service itu
mengatakan, tidak semua ATM Mandiri dilengkapi kamera CCTV. Dan, dalam
hal ini transaksi diambil tunai bukan lewat transfer sehingga mustahil
untuk dilacak. Juga diakui bahwa bahwa kejadian seperti itu sudah
sering terjadi di ATM Mandiri, seperti mesin ATM yang diganjal dan
penempelan nomor call center palsu.

Namun, mengapa pihak Bank Mandiri tidak melakukan tindakan pengamanan
ekstra seperti mengontrol mesin-mesin ATM, meletakkan kamera CCTV di
dalam ruang ATM, dan menempatkan petugas satpam di ATM?


         

       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

Kirim email ke