---------- Forwarded message ----------
From: PAM Jaya Jakarta <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 4 Sep 2007 06:20
Subject: ANEHNYA ORANG KAYA NEGERI INDONESIA
To: [EMAIL PROTECTED]

*ANEHNYA ORANG KAYA NEGERI INDONESIA*

* *

          Sungguh aneh orang-orang   kelas menengah-atas  di Indonesia.  Mereka
punya posisi(jabatan), rumah dan mobil , namun rasa kekanak-kanakan   masih
saja menjadi milik golongan manja ini. Tidak dipungkiri bahwa
porak-porandanya negeri ini tentu sedikit banyak dilakukan kelas ini,
yang  berpendidikan,
berpenghasilan dan tentunya berpenghasilan diatas rata-rata penghasilan
masyarakat Indonesia yang berjulah sekitar 220 Juta . Kelas ini yang
berpenghasilan rata-rata 220.000/hari dibandingkan kelas melarat di Jakarta
yang berpenghasilan  Rp. 6.200/hari ,  lebih lantang berteriak minta subsidi
jalan toll dibandingkan minta kelancaran minyak tanah bagi masyarakat bawah,
sungguh suatu yang menggelikan   bagi bangsa yang sedang menuju titik nadir
ini.

          JALAN TOLL yang hanya bisa dinikmati dengan jalan kekiri kekanan,
kecepatan yang disesuaikan , berpendingin yang diatur dan   harga yang
relative murah tentunya hanya bisa dinikmati orang-orang berduit dari kelas
menengah dan kelas atas. Toh kelas miskin,  melarat   dan kelas minyak tanah
hanya bisa menikmati halusnya jalan bersubsidi itu dari kendaraan umum ,
yang umumnya penuh sesak, apeg dan panasnya hinga keubun-ubun.  Jalan TOLL
yang hanya menjadi obyek   menghela napas bagi pengendara motor yang
berpanas-panas ,  masih juga menjadi obyek meminta subsidi kelas menengah
terhadap kelas rakyat kebanyakan.   Dan inilah yang SEDANG DISUARAKAN KELAS
BORJUIS untuk meminta semurah-murahnya harga tarip Toll. Kenaikan yang
rata-rata hanya Rp. 5500 , dipaksakan menjadi persoalan bangsa lewat
Class-Action, Interpelasi dan mungkin Aksi Pemogokan Kaum Menengah.   Mereka
seolah ingin membuat Negeri sendiri yang hanya berisi orang-orang bermobil
dan berpenghasilan Jutaan perbulannya .  Atau mungkin para kelas ini sedang
mempersiapkan negeri , seperti halnya kaum Kaya-raya di Pondok Indah.

          Kaum Miliuner Pondok-Indah yang   umunya mempunyai penghasilan
diatas Rp. 25 Juta/Bulan [ Lihat banyaknya pajak yang harus dibayar dan 20%
nya ], masih saja minta dibelaskasihani dengan PENOLAKAN JALUR BUSWAY[ Jalur
Kaum Melarat ] melewati Jalan Pondok Indah, dengan alasan kebisingan,
kemacetan dan rawan segala aspeknya. SUNGGUH SUATU PERNYATAAN YANG MENYAYAT
HATI MASYARAKAT KEBANYAKAN .   Jalur bussway yang akan dilalui  mayoritas
masyarakat menengah kebawah, harus berhadapan dengan para miluner POndok
Indah yang hanya segelintir Pedagang, Pensiunan Pegawai Negeri atau bahkan
Pensiunan Tentara. Bahkan Pensiunan Pegawai Negeri dan Pensiunan Tentara
disanapun tidak tahu apakah duit untuk membeli rumah didaerah PONDOK INDAH
benar-benar dari gajinya atau entah turun dari langit ketujuh.

          Untuk itu para kaum papa, masyarakat bawah kolong, pemakai minyak
tanah dan pengendara sepeda motor, hendaklah bersatu untuk menyuarakan  bahwa
MEREKA YANG SEDANG MENIKMATI MANISNYA HASIL NEGERI  hendaklah lebih bersikap
NASIONALIS,  TIDAK BERMANJA-MANJA DAN LEBIH MENGERTI ARTI KEMISKINAN bagi
kebanyakan anak negeri Indonesia. Class-Action tidak hanya bisa dilakukan
oleh para kelas borjuis, tetapi bisa dilakukan juga oleh kaum mayoritas
negeri ini.

Salam Anak Negeri Jakarta.


-- 
cuma mau ganja dilegalin, thats all!

http://fanaticanz.blogspot.com

Kirim email ke