From: 
  Oyos Saroso, Bandar Lampung
   
  Menurut saya, kita selama ini mudah terpancing oleh arus isu dan rumor yang 
tidak mencerdaskan. Ada baiknya kalau kita hentikan saja debat kusir yang tidak 
cerdas itu.

Kebetulan saya kenal dengan semua pihak yang disebut "kubu" yang berseteru itu. 
Saya mengenal dengan baik dan akrab Sitok Srengenge dan beberapa aktivis KUK, 
Wowok Hesti Prabowo, Hudan Hidayat, Gola Gong dan  sebagian  aktivis FOK. Juga 
Saut Situmorang. Khusus Saut memang awalnya baru kenal nama. Dia pernah 
mengutip pernyataan saya (dalam tulisan "Menolak Sekte Sastra" yang dimuat MIM 
beberapa tahun lalu). Saya baru ketemu Saut beberapa hari lalu di sela-sela 
Kongres Cerpen Indonesia (KCI) di Banjarmasin. 
  
Saya sempat diskusi agak memanas dengan Saut. Diskusi memanas karena saya, Ari 
Pahala Hutabarat (penyair Lampung), dan Triyanto Triwikromo (penyair, cerpenis, 
dari Semarang) dibilang "taik kucing" oleh Saut. Saut mengira kami membela TUK. 
Padahal, kami hanya minta kejelasan soal  substansi  serangan-serangan dia 
kepada GM dan  TUK. 

Dari cara Saut berdebat dengan kami, saya menyimpulkan tak perlulah kita 
membuang-buang energi untuk berdebat kusir. Tak ada faedahnya. Lebih baik, 
mereka yang penyair tetaplah menulis puisi, mereka yang cerpenis, teruslah 
menulis cerpen, mereka yang esais, teruslah menulis esai yang bermutu. 

Sastrawan dianggap sastrawan bukan karena keras omongan dan serangannya kepada 
sastrawan lain. Dia akan disebut sastrawan karena melahirkan karya sastra. Dia 
akan dikenang karena menciptakan karya-karya yang bermutu. 

Oh ya, sebagai info mutakhir, Saut terpilih sebagai wakil sekretaris dalam 
organisasi baru yang disebut Komunitas Cerpen Indonesia (KCI). Saya sendiri 
tidak ikut memilih. Dalam forum penyusunan KCI saya tidak ikut. Selain saya 
merasa tidak kapabel, saya tidak punya energi untuk sibuk dalam pusaran 
kegiatan aktivitas sastra di level nasional. Lagi pula, saya kurang sreg (enak 
hati). Tapi ya kita lihat saja perkembangan KCI ke depan. Selain Saut, di KCI 
ada Ahmadun Yosi Herfanda (ketua), Agus Noor (sekretaris), Triyanto (Sekjen), 
Raudal Tanjung Banua (bendahara), dan lainnya. 

Salam dari Lampung,

Oyos 




blog: http://artculture-indonesia.blogspot.com 
   

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke