Note: forwarded message attached.


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
--- Begin Message ---
Bapak2 lihat : Rakyat Porong hidup ditengah lumpur , 
sedang yang punya LAPINDO hidup ditengah kemewahan 
bersama-sama konglomerat yang kita tahu bagaimana cara mereka cari kekayaanya. 
Hidup dalam extravaganza dengan gelimang pesta dan aroma cinta.Seakan dunia 
diciptakan untuk mereka miliki dan nikmati dengan kelompoknya semata ( edited 
and fwd by Tjuk KS )

Ketika Prajogo Mantu

  Tiga menteri dan ratusan pengusaha kakap hadir di Singapura. Total aset 
mereka satu triliun dolar, ujar seorang konglomerat. Ada berlian 100 karat 
seharga 35 juta dolar. LAGU Popsicle Toes dari penyanyi smooth jazz Michael 
Franks mengalun lamat-lamat. Suara lembut itu akhirnya terbenam dalam riuhnya 
percakapan sekitar 600 hadirin yang mengisi penuh semua kursi dalam formasi 
meja bundar di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Millennia, Singapura. Sabtu 
malam dua pekan lalu itu, mereka datang di pesta perkawinan putri taipan 
Prajogo Pangestu, Nancy , yang dipersunting pria Prancis, Nicolas Tabardel. 
Sebuah big-band tiba-tiba menghentakkan musik pembuka acara. Sorot lampu 
benderang di panggung lalu terfokus pada para musikusnya�sejumlah pria bule. 
Hadirin terkesiap, lalu memberi aplaus ketika master of ceremony membuka 
perhelatan megah dengan sejumlah kristal raksasa yang menggantung di atap ruang 
pesta itu. Di tengah setiap meja terpajang tonggak warna emas dan perak 
berhiaskan lilin dan kembang sedap malam.
Salad lobster, sup porcini, daging wagyu kelas satu, yang diselipi jamur dan 
tomat, disajikan berurutan dalam cara hidang rijstafel. Pesta bernuansa Barat 
dalam suasana Imlek itu�banyak perempuan yang mengenakan busana 
cheongsam�diselingi toast para tamu. "Untuk kebahagiaan mempelai berdua, mari 
kita bersulang... ," teriak sang pembawa acara. Lalu, triiing... gelas-gelas 
berisi anggur kelas wahid Dom Perignon saling beradu. Hadirin bertepuk-tangan.
Glamor di seberang Teluk Singapura ini hanya bisa tertandingi oleh kenduri 
perkawinan berlian Liem Sioe Liong atau Sudono Salim. Pria kelahiran Fukien, 
Cina, hampir 92 tahun silam ini adalah pendiri kerajaan bisnis Grup Salim, yang 
pernah berpuluh tahun bertengger di puncak tangga orang terkaya di Indonesia. 
Om Liem merayakan pesta usia perkawinannya yang ke-60 itu di Shangri-La Island 
Ballroom, Hotel Shangri-La, di kawasan mentereng Orchard Road , Singapura, 
April 2004. 
Saat itu hadirin betul-betul mendapat perlakuan istimewa. Mereka�umumnya 
saudagar besar dan bekas pejabat era Orde Baru�dijemput khusus dengan pesawat 
Singapore Airlines. Tampak mantan Menteri Penerangan Harmoko, eks Menteri 
Sekretaris Negara Moerdiono, bekas Menteri Transmigrasi Siswono Yudhohusodo, 
dan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung. Ratusan pebisnis yang namanya berkibar 
belakangan setelah Soeharto lengser ikutan hadir, semisal Harry Tanoesoedibjo 
dari Bhakti Investama dan Chaerul Tanjung, bos Bank Mega dan Trans TV (Tempo, 
25 April 2004). lll

Prajogo Pangestu, 64 tahun, menyambut tetamunya dengan berpidato memakai teks 
dalam bahasa Indonesia aksen Mandarin. Bos Barito Pacific yang dalam dua tahun 
terakhir namanya masuk daftar majalah Forbes Asia, sebagai 20 besar orang 
terkaya di Indonesia ini menyinggung sebuah kisah lama, saat si kecil Nancy 
dilepas belajar ke Singapura meski belum genap berusia empat tahun. Mata Nancy 
berkaca-kaca. Nicolas lalu didaulat menyanyikan My Way, yang biasa dilantunkan 
oleh Frank Sinatra. 
Daya pikat pesta tak sebatas lagu-lagu nostalgia, kristal, semerbak bunga dan 
kaviar hitam dari Laut Kaspia, tapi juga pada seonggok benda gemerlap yang 
menggelayut di dada istri Prajogo, Herlina Tjandinegara. Tengoklah liontin 
putih yang terus-menerus berkilau "mengganggu" pandangan mata itu. Ups! 
ternyata berlian super-langka seberat 100 karat, sebesar jempol kaki orang 
dewasa, salah satu yang terbesar di dunia yang, konon, dibeli pada 1990 di 
Amerika. "Ini memang investasi saya," kata Prajogo. Harganya? Sang taipan hanya 
tersenyum. Tapi ada yang menaksir "cuma" US$ 35 juta atau sekitar Rp 300 
miliar. 
Tak berlebihan kalau ada yang berbisik bahwa inilah pesta taipan terbesar di 
awal Tahun Tikus. Tengoklah pula tamu-tamu yang hadir di sana . Di meja 
sentral, yang berseberangan dengan tempat sahibul hajat, duduk Menteri 
Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal "Ical" Bakrie, Menteri Perdagangan 
Mari E. Pangestu dan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban. Bersama bekas Menteri BUMN 
Tanri Abeng, mereka mengapit Madame Ho Ching, CEO Temasek Holdings, yang juga 
istri PM Singapura Lee Hsien Loong. 
Sang Madame yang tahun lalu dijuluki majalah Time sebagai satu dari 100 orang 
berpengaruh di dunia, rupanya betah duduk hampir lima jam hingga acara usai. 
"Pestanya luar biasa dan menyenangkan bisa bertemu banyak orang," kata Ho 
Ching. Semula ia bakal disandingkan dengan mantan Presiden Megawati dan Taufik 
Kiemas, namun mendadak Taufik kurang sehat sehingga batal hadir. Ia mengirim 
putrinya, Puan Maharani. Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla "mengutus" 
kerabatnya, Aksa Mahmud, bos Bosowa Grup. Solihin Kalla, putra JK, ikut pula 
meramaikan pesta.
Ratusan pengusaha terkemuka juga hadir. Dua konglomerat yang moncreng dan 
menjadi andalan di masa Orde Baru, Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad, tampak 
hadir hingga acara usai. Keduanya bersama Liem Sioe Liong dan Djuhar Sutanto 
dijuluki The Gang of Four. Sayang, Om Liem batal hadir. "Karena flu berat," 
kata seorang panitia. Bos besar yang berpuluh tahun menjadi orang terkaya di 
Tanah Air itu diwakili putranya, Anthony Salim, CEO Salim Grup. Di kursi para 
taipan kawakan ini bergabung pula William Soeryadjaya, yang mulai uzur dan 
menggunakan kursi roda.
Nama-nama beken yang akrab menghiasi majalah Fortune dan Forbes juga tampak. 
Ada keluarga grup Sinar Mas, Djarum (Budi Hartono), Sampoerna, Raja Garuda Mas 
(Sukanto Tanoto), Wings (Eddy William Katuari), Berca (Murdaya Po dan Hartati 
Murdaya), Mukmin Ali Gunawan, bos Panin Bank, Sugianto Kusuma atau Aguan, bos 
Artha Graha Grup, bahkan chairman Charoen Pokphand, Summet Jiaravanon. Dari bos 
media tampak Chaerul Tanjung (Trans TV), Surya Paloh (Metro TV), Peter F. 
Gontha (Q TV). "Saya datang karena Prajogo memang hopeng (kawan) sejak lama," 
kata Peter.
Seorang taipan lalu berbisik, kalau ditotal, ini adalah pesta saudagar besar 
yang mempunyai aset senilai satu triliun dolar�kalau dikurskan ke rupiah 
menjadi lebih dari Rp 9.000 triliun! Nilai ini hampir setara dengan 12 kali 
APBN kita atau sekitar 3.000 kali pendapatan asli daerah terkaya di Indonesia, 
Kabupaten Kutai Kertanegara. Tanri Abeng, bekas CEO Bakrie Brothers, ikut 
mengangguk. Maka itulah, "Wah, kalau terjadi sesuatu di sini, kita bisa repot 
hehe," kata Tanri.
Coba saja dikalkulasi. Temasek, perusahaan investasi milik Negeri Singa itu, 
beraset sedikitnya US$ 100 miliar (namun ada versi lain yang menghitung 
kekayaan sebenarnya lima kali lipatnya). Merekalah sang empunya Singapore 
Airlines, dan memutar US$ 11 miliar uangnya di Jakarta, di antaranya untuk 
memborong saham Bank Danamon dan Bank Internasional Indonesia. Ho Ching, 54 
tahun, tampak terus-menerus ditempel dan berbisik-bisik dengan Tanri, Anthony, 
dan Sofjan Wanandi, bos Grup Gemala.
Lalu Ical jangan dilupakan. Ia datang khusus dengan pesawat jet pribadi. Anggap 
saja Pak Menko, juragan Kelompok Bakrie, bekas saudagar besar pribumi yang 
tahun lalu namanya bercokol sebagai orang terkaya nomor wahid di republik ini. 
Belum lagi Anthony, Sukanto Tanoto (dua tahun lalu dinobatkan majalah Forbes 
Asia sebagai taipan terkaya Indonesia), Budi Hartono, dan beratus nama besar 
lainnya yang tak bisa disebutkan di sini.
Para taipan itu seperti hendak "membenamkan" Singapura. Tengok saja lobi Hotel 
Ritz-Carlton, Grand Hyatt, Mandarin, juga Shangri-La, ramai dengan tegur sapa 
para taipan dari Jakarta. Prajogo, selain menyiapkan tiket Singapore Airlines 
kelas bisnis, juga menyediakan 350-an kamar hotel berbintang untuk undangan 
tertentu. Mereka pulalah yang khusus diundang untuk pesta koktail, petang 
sebelum resepsi dan pemberkatan, dengan sajian kaviar hitam kelas wahid, sambil 
menenggak sampanye dan vodka diiringi lantunan Michael Franks, you're so brave 
to expose... all those... popsicle toes....


   
  Wahyu Muryadi (Singapura) 

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]



www.mapalaui.info
Rekening Mapala UI 
Bank Mandiri Cab Depok No: 1290005464348 a/n Mapala UI  

 
Yahoo! Groups Links




--- End Message ---

Kirim email ke