REALITA dan LOGIKA
Menurut wikipedia, Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang
berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan
dinyatakan dalam bahasa.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia)
atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir
secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan
mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam
tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan
masuk akal.
Sedangkan realita merupakan apa yang kita alami baik di masa kini maupun di
masa yang lalu. Coretan ini bermaksud untuk menyandingkan apa yang menjadi
kenyataan di dunia nan fana ini dengan logika berfikir yang masuk akal.
***
Masih ingat kah dengan ekspresi Jaksa Agung Hendarman Supandji ketika di
wawancara dengan media seputar tertangkapnya Jaksa Urip karena dugaan suap di
rumah sang pengemplang BLBI, Syamsul Nursalim? Saat itu sang Jaksa Agung
menyatakan bahwa ia sangat prihatin dan menyesali perbuatan Urip yang
dianggapnya telah merusak citra kejaksaan. Nah lho!
Mari kita preteli bersama. Sejak kapan institusi hukum di negeri ini punya
citra positip? Kejaksaan bersama intitusi hukum lainya seperti kehakiman dan
kepolisian merupakan tiga pilar terkorup. Terus kenapa kok bisa-bisanya
perbuatan Jaksa Urip dianggap merusak citra korps? Malah sang Jaksa Agung
mengungkapkan bahwa karena nila setitik rusak susu dua-duanya eh maksudnya
sebelangga. Sekedar mengingatkan, bahwa sang Jaksa Urip menerima uang dari
Syamsul sebesar USD 600.000 setelah berhasil menutup kasus BLBI 2 hari
sebelumnya. Setelah menerima uang tunai yang dibungkus kardus, Jaksa urip kaget
karena ada petugas KPK yang menghampiri sambil bernyanyi Oo… kamu ketahuan, di
suap lagi.... Uang ini dianggap sebagai ucapan terima kasih karena keberhasilan
Jaksa Urip mengeluarkan SP3 terhadap kasus aliran dana BLBI itu.
Penutupan kasus BLBI itu sendiri merupakan sebuah ironi yang sangat merugikan
Negara. Dan tentu saja Jaksa Urip tidak sendiri dalam memutuskan putusan
tersebut. Ada jaksa-jaksa lain dan tentu saja sang Jaksa Agung. So, kalau sang
Jaksa Agung terlihat begitu prihatin, Anda jangan berburuk sangka mengira ia
menyesali kenapa anak buahnya menerima suap, tapi mungkin saja dia prihatin
kenapa uang suapnya sampai ketahuan sehingga harus menyeret nama jaksa-jaksa
lain atau mungkin sang Jaksa Agung sendiri.
Cerita berikutnya adalah Cinta Laura. Siapa yang tak kenal gadis ini? Saya
sebenarnya tidak mengenalnya begitupun sebaliknya. Dari pernyataan-pernyataan
yang keluar dari bibir mungilnya, ada satu pernyataan yang menarik untuk di
kaji dalam konteks realita dan logika ini. Cinta mengungkapakan kalau ia ingin
melancarkan bahasa Indonesianya yang diakui masih belepotan. Untuk itu ia akan
belajar bahasa Indonesia di Australia. Saya tahu bahwa beberapa perguruan
tinggi di Australia membuka jurusan bahasa Indonesia. Tapi ya apa hebatnya
belajar bahasa Indonesia jauh-jauh kesana, lha wong yang jadi native speakernya
pasti orang Indonesia khan?
Film Ayat-ayat cinta adalah realita berikutnya yang menarik untuk di simak.
Film itu mengisahkan bagaimana seseorang Fahri akhirnya harus memilih seorang
Aisha diantara gadis-gadis lain yang juga menarik hatinya. Sebagai film yang
bersetting di Mesir dan menggambarkan interaksi multi bangsa, sungguh sangat
janggal dan menggelikan apabila semua pemainnya adalah orang Indonesia,
menggunakan bahasa Indonesia dan lokasi yang tidak sesuai dengan tempat dimana
kisah itu terjadi. Logika yang dipakai Hanung sebagai sutradara tidak jauh
berbeda dengan logika para sutradara sinetron yang memberikan gambaran ibu dan
anak sama-sama mudanya, pembantu yang cantiknya seperti model yang membuat sang
majikan cemburu atau kakek-kakek yang diperankan oleh tokoh yang masih sangat
muda dan sekedar di cat putih rambut dan kumisnya.
Anehnya, dengan kejanggalan-kejanggalan yang memperkosa akal sehat itu, tidak
sedikit penonton yang mengaku terharu dan meneteskan air mata setelah menonton
film tersebut.
Pada sebuah Sabtu Pagi, secara tidak sengaja TV yang saya nyalakan sedang
menayangkan program gossip yang agar terlihat lebih ilmiah, di beri label
infotainment. Waktu itu acara gossip yang saya lupa apa nama judul acaranya
sedang mewartakan sepasang selebritis yang baru saja melahirkan anak pertama
setelah secara resmi menikah sebulan sebelumnya. Melahirkan dalam rentang waktu
yang berdekatan dengan waktu pernikahan sudah mulai manjadi hal yang jamak. Ini
semacam program pembuatan bayi dengan system in advance dimana benih di setor
dulu sebelum pernikahan sehingga ketika pasangan tersebut menikah, tidak
diperlukan lagi waktu yang lama untuk menimang buah hubungan mereka.
Ketika di tanya oleh sang reporter, apa harapan bagi buah hatinya, ayah si bayi
nan mungil ini berharap agar anaknya takut akan Tuhan. Sepintas, pernyataan ini
menyiratkan kesan religius sang ayah muda tersebut yang berharap anaknya
menjadi anak yang bertaqwa menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan.
Namun melihat kelakuan orang tua si bayi yang telah melakukan hubungan sex di
luar pernikahan dan membohongi public dengan menutup-nutupi kehamilan,
pernytaan sang ayah itu menjadi sanagt absurd dan susah di cerna.
Lagian kenapa Tuhan harus di takuti? Apa Ia adalah makhluk menyeramkan yang
siap menghukum umat ciptaannya sendiri? Bukankah karena kasih-Nya alam semesta
beserta isinya ini ada? Lantas apa yang harus di takuti?
Mungkin di antara rekan-rekan ada yang pernah menerima email yang berisi petuah
bijak, yang di akhir email tertulis perintah untuk meneruskan email tersebut
jika ingin memperoleh keberuntungan dan akan mendapatkan kesialan jika
mengabaikannya. Meski mayoritas yang menggunakan email adalah para kaum
terdidik, namun masih banyak yang percaya pada tahayul versi digital seperti
itu.
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping