mudah2an bermanfaat :D ---------- Forwarded message ---------- From: Mora H. Ritonga <[email protected]> Date: 2010/4/20 Subject: [Bajaj Pulsar] Bls: [Tanya] Denda Tilang (cerita seorang biker) To: [email protected]
Semoga cerita ini berguna bagi rekan2 BIM-ers pada khususnya, dan seluruh pengendara Roda 2 ataupun Roda 4,,, *semoga tidak repost.. http://aisar.wordpress.com/2009/02/20/kena-tilang-stay-cool-aja-lagi/ Beberapa waktu yang lalu aku salah ambil jalan one-way,alias melanggar the forbidden kingdom, eh street.. Datanglah polisi berwajah ramah menghampiriku, “*Selamat sore, bisa lihat SIM-nya? Anda melanggar rambu lalu lintas, ini jalan forbidden”* Tanpa ragu-ragu kukeluarkan SIM dari dompet, *“Mangga, pak!”*, dengan tetap stay cool. *“Mari ikut saya ke sana”*, ajak pak polisi sambil menunjuk ke arah Moge-nya yang diparkir di pinggir jalan Wah aku langsung excited, bisa punya kesempatan ‘berurusan’ dengan polisi lalu lintas. Selama ini aku sering mendapat e-mail dari milis-milis tentang pengalaman orang yang kena tilang, trus minta ‘slip biru‘ biar langsung bayar denda, ga pake pengadilan, apalagi damai alias nyogok. Aku mau coba praktekin ilmu itu. [image: Slip Biru Tilang] Slip Biru Tilang Tanpa banyak ba-bi-bu, hanya sekedar menasehatiku aja, pak Pol langsung mengeluarkan kuitansi (ya semacam slip gitu lah), mencatat identitasku, nopol motorku, pasal yang dilanggar, n’ tanggal persidangan. Tiba-tiba aku pun menyela, “*Pak punten, saya mau yang langsung bayar di BRI aja, ga usah ikut pengadilan. Saya udah terima pelanggarannya*“ Sambil menyerahkan slip berwarna merah, pak Pol berkata : *“Oh silakan nanti bayar denda di BRI, tapi Mas ikut dulu pengadilan di tanggal sekian (tercantum di slip)”* *“Lho kok harus ikut pengadilan pak. Saya mau yang langsung bayar di BRI aja”*, aku inget cerita di milis : Polisi memang suka ngeles, ngga mau langsung ngasi slip biru itu. *“Maksud Mas-nya gimana?”* *“Saya minta itu slip yang biru, biar langsung bayar denda di BRI“.* Kalau diperhatikan, kuitansi tadi memang ada slip merah, biru, dan putih. Dan ternyata, aku harus mengulang-ulang pernyataan terakhir berkali-kali, sampai akhirnya pak Pol mau menyerahkan slip berwarna biru. SIM-ku pun resmi ditahan. Dalam beberapa kasus yang aku baca di email, Polisi ngotot harus ikut pengadilan dan tidak mau menyerahkan slip biru. Kalau pembaca mengalami hal serupa, bilang aja :* “Pak, saya catat nama Bapak ya, nanti saya laporkan ke surat kabar bahwa menurut Bapak saya tidak bisa mendapatkan slip biru”*. Lebih keren lagi kalau sambil action mengambil foto si pak Pol dengan kamera HP. Dijamin deh, pak Pol langsung berubah pikiran.. Beberapa hari kemudian, dengan slip biru di tangan, aku meluncur ke BRI Tower di Jalan Asia Afrika. Di Bank BRI itu, di antara slip-slip setoran tagihan listrik, tagihan air, telepon dsb, memang terdapat slip setoran denda tilang. Ketika sedang asyik mengisi slip tersebut, tiba-tiba seorang petugas bank menghampiriku : *“Maaf pak, mau setor denda tilang ya, bisa lihat surat tilangnya dulu?”* Dan, setelah aku serahkan slip birunya, dengan mengejutkan petugas itu menyatakan : *“Maaf pak, denda tilangnya ngga bisa disetor disini. Coba bapak lihat ini, ngga ada tulisan jumlah denda yang harus dibayarkan”* Aku perhatikan dengan seksama slip biru tersebut, ya benar juga, tidak ada tulisan mengenai jumlah denda yang harus kubayar [image: Ga Lengkap Ternyata] Ga Lengkap Ternyata *“Sebenarnya kalau dilihat dari pasal yang Bapak langgar, jumlah denda-nya ini 20 ribu. Tapi bank ngga bisa memproses kalau polisi yang menilang bapak tidak menuliskan angka tersebut di slip biru ini”* *“Wah begitu ya. Tapi jumlah dendanya memang udah fix 20 ribu?”* *“Iya, Pak. untuk pelanggaran pasal 61 ini memang 20 ribu. Tapi bank tetap tidak bisa menerima slip biru ini karena tidak ada nominalnya” “Terus saya harus bagaimana sekarang?” “Bapak langsung aja ke Polwiltabes dulu, nanti disana minta slip yang baru, baru Bapak ke BRI lagi” “Lho, nanti saya ambil SIM-nya dimana?” “Setelah Bapak bayar di BRI, notanya Bapak serahkan lagi ke Polwiltabes, baru SIM-nya kembali. Maaf, memang jadinya bolak-balik, Pak. Tapi biasanya nanti di Polwiltabes Bapak disuruh memilih : mau bayar di BRI, atau sekarang saja. Kalau langsung bayar disana, SIM-nya langsung diserahkan, Pak”* *“Bedanya apa itu, Mas?” “Kalau bayar di BRI mah langsung masuk kas negara, Pak. Kalau bayarnya disana, ngga tau deh“, *sahutnya sambil mengulum senyum Polwiltabes itu di Jalan Jawa, lumayan juga kalau bolak-balik ke Asia Afrika. Aku langsung menuju ke Satlantas sesampai di Polwiltabes. Oleh petugas, aku diarahkan menuju ruang “Urusan Tilang”. Aku serahkan slip biruku, kemudian duduk beberapa saat di ruang tunggu. Pada waktu itu, ada satu objek yang langsung menarik perhatianku. Bukan Polwan yang masih muda n’ cakep (tadi di luar emang ada sih ehehe), tapi pengumuman yang dibingkai rapih dan terpajang jelas, berisi : contoh pelanggaran, pasal-pasal terkait, dan besar dendanya. Menurut pengumuman itu, ada 3 jenis pelanggaran lalu lintas : Ringan, Sedang, dan Berat. *Pelanggaran Ringan* itu seperti melanggar rambu-rambu jalan, lampu lalu lintas, ngga pake helm, ngga pake sabuk pengaman, dst. Dendanya flat 20 rebu rupiah, mau pake motor, mobil, apa becak (lho) *Pelanggaran Sedang* itu seingetku ngga bawa SIM atau STNK. Dendanya 25 rebu. *Pelanggaran Berat*, aku agak lupa. Seingetku, mengemudi dalam keadaan mabuk, membahayakan orang lain gitu. Dendanya 30 rebu. Pak Pol tiba-tiba memanggilku, dan SIM-ku yang dulu ditahan kini sudah berada di tangannya. *“Mas, silakan mau bayar di BRI atau disini. Kalau di BRI, nanti notanya dibawa kesini dulu baru SIM-nya saya kembalikan. Kalau bayar disini langsung aja, dendanya sama 20 ribu, tapi ngga ada notanya”* Wah-wah, percis sama dengan prediksi petugas bank tadi. Berhubung jam menunjukkan sebentar lagi ada kuliah, aku langsung membayar denda pada saat itu saja. Ya, sambil berdoa mudah-mudahan benar-benar sampai ke rekeningnya SBY, alias kas negara. Oke, pelajaran yang berharga. Lain kali, kalau minta slip biru, jangan lupa minta polisi menuliskan nominal dendanya! Demi Indonesia yang jujur, adil dan sejahtera (husss paan seh) *Mora** * 021-8332-1948(Esia) 0856-1148-911(IM3) 0813-8222-3952(Simpati) "Orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang berguna bagi orang lain.." ------------------------------ *Dari:* Mufid Amali <[email protected]> *Kepada:* [email protected] *Terkirim:* Rab, 21 April, 2010 00:25:49 *Judul:* Re: [Bajaj Pulsar] [Tanya] Denda Tilang... pernah, gw ngeyel tetep minta form biru dan berani bela2xin bayar k BRI, akhirnya ane disuruh lanjot terus. 2010/4/20 fiermanmuch <fierman.much@ gmail.com <[email protected]>> > > > wew... masa nggak di kasih form biru? kalo kita tetep ngeyel minta form > biru aja gimana? ada yang pernah ngalamin yang model gini? > > fiermanmuch > > > > > 2010/4/20 Toha Tasikistan <toham...@gmail. com <[email protected]>> > >> >> >> Ada yang tahu berapa denda tilang buat pengendara yang berhenti >> melewati garis putih pembatas jalan(bukan garis putih depan zebra >> cross)?. >> >> Tadi ane kena tilang diperempatan, lagi nyalip lampu keburu kuning dan >> langsung merah, ane gak mau nerobos seperti sebagian biker lainnya; >> sementara mau mepet ke kiri kehalang sama mobil, akhirnya ane kepaksa >> behenti tepat di garis putih pembatas jalan. >> >> Gak lama Pak Polisi nyamperin, biasa tanya SIM/STNK bla..bla..bla. ., >> intnya ane ditilang n nawarin titip tilang yang dendanya 55rb katanya. >> Ane gak mau biar sidang aja, minta form birupun gak dikasih, katanya >> gak bawa. Ya... udah form merah aja kata ane. Yang mo ane tanyain >> Kira2 kena pasal berapa yah pelanggaran seperti ini (kalo di surat >> tilangnya ditulis pasal 287(1) jo psl 106(4)? n berapa sebenarnya >> denda untuk tilang semacam ini?. >> >> Begitu aja sob..., bagi yang mo kasih pencerahan ane ucapin terimakasih >> banyak. >> >> -- >> Regards >> >> Toha, >> > > -- Mufid Amali www.griya-bikers. blogspot. com <http://www.griya-bikers.blogspot.com> 08176757759 / 02196324116 Store : Warung Pulsarian PAMOR (Pasar Motor) Plasa Nagari Pakubuono Blok D19 Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan -- [email protected] www.spinner-community.net http://maps.google.com/maps?f=q&source=s_q&hl=en&geocode=&q=serpong&sll=-6.19039,106.845474&sspn=0.330398,0.441513&g=jakarta&ie=UTF8&ll=-6.246278,106.678276&spn=0.020136,0.055189&z=14
