Test Ride Minerva Fischer MRX650, Torsi Besar!
------------------------------

*OTOMOTIFNET* – Sebenarnya Minerva Fischer MRX650 ini belum secara resmi di
delivery kan pada konsumen. Rencananya baru Oktober mendatang, meski begitu
PT Minerva Motor Indonesia (MMI) tentunya punya unit tes. Nah, kali ini *
OTOMOTIFNET.com* mendapat kesempatan untuk ikutan menjajal performannya.

Bahkan saking semangatnya, MMI sampai menyewa sirkuit Sentul agar pengetesan
yang kami lakukan makin terasa nikmat. “Kalau hanya di jalanan enggak akan
terasa sensasinya,” ungkap Kristianto Goenadi, President Director PT MMI
yang ikut mendampingi kala itu.

*Desain (*****)
*Secara desain, boleh kan motor yang satu ini dinobatkan menjadi salah satu
motor sport rakitan lokal yang paling futuristik dan eye catching. Dari
bentuknya cukup kentara desain asal Amerika pada Fischer. Garis lekukan di
bodi tegas dan cenderung kaku. Mirip muscle car di negeri Paman Sam itu.
Belum lagi konfigurasi V-twin khas Harley-Davidson.

Jok single seaternya dan buntut gambot menemani knalpot under tail nya
membuatnya terlihat tetap sporty. Kayaknya bakal serasi disandingkan dengan
Chevrolet Camaro Bumblebee, kan udah sama-sama kuning dan berotot!

*Fitur Dan Teknologi (****)
*Untuk mesin, Fischer memang berkolaborasi dengan pabrikan asal Korea
Selatan, Hyosung. Mesin ini sebenarnya sudah lama ada, dan kini
disempurnakan untuk dipasang pada motor Amerika ini. Mesin berkonfigurasi
V-Twin 90 derajat DOHC,ini pun di klaim mampu memuntahkan tenaga 80 daya
kuda pada putaran 9550 rpm.

Walaupun motor ini belum menggunakan sistem injeksi pada sistem bahan
bakarnya, namun penggunaan dua buah karburator Mikuni 39mm, diklaim bakal
cukup handal untuk mengantar pengendaranya merasakan tenaga besar dari
motor.

Kelebihan lain yang menjadi daya tarik motor ini terletak pada penggunaan
komponen-komponen yang berkualitas. Misalnya suspensi Ohlins pada bagian
belakang, rantai dari Regina dan juga sistem pengereman yang menggunakan
Brembo.

Belum lagi panel indikator digital dengan fitur lengkap. Mulai dari
speedometer, takometer hingga memory yang bisa mencatat top speed serta
beberapa data berkendara lainnya.

*Performa (*****)
*Mesin 600cc nya, meski hanya dua silinder dan masih pakai karburator tetap
mantap melaju di straight line Sentul. Transmisinya memberi respons baik
tiap kali dilakukan perpindahan. Dari posisi 1 hingga top gear (gigi 6),
mudah dilakukan serta berlangsung halus dengan penurunan putaran mesin yang
tak banyak.

Alhasil kecepatan mendekati 180 km/jam mudah diraih di trek lurus di depan
paddock. Dan menariknya, torsinya di putaran bawahnya cukup besar. Gas
dibuka sedikit saja tenaganya yang responsif langsung terasa.

Diuji pakai Racelogic, hasilnya pun cukup baik. Untuk meraih kecepatan 100
km/jam, tak perlu waktu lama-lama, cukup 4,9 detik saja! Ini setara dengan
sportscar sekelas Mercedes-Benz CL 65 AMG yang meraih waktu di kisaran 4
detik untuk mencapai 100 km/jam dari diam. Mantap!

*Hasil Tes (Race Logic)
Akselerasi
*0-60 km/jam 2,2 detik
0-100 km/jam 4,9 detik
0-100 m 5,6 detik
0-201 m 8,6 detik
0-402 m 13,4 detik
Top Speed 173 km/jam

*Handling (***)
*Jangan keburu girang dengan performanya yang cukup responsif. Karena
pemilik tinggi badan kurang dari 170 cm dipastikan tak akan terlalu nyaman
nyemplak. Selain akan jinjit, proses untuk duduk ke joknya pun akan sedikit
terkendala karena buntu yang terlalu menjulang.

Tipsnya, jangan pernah lupa buka standar samping saat hendak naik atau
turun, untuk jaga-jaga kalau kaki nyangkut. Kan gak lucu jatuh diparkiran
sebelum motor jalan.

Memang secara menyeluruh, handling-nya tergolong mudah dilakukan. Asalkan
mampu menjaga putaran mesin dan mengombinasikan rem depan dan belakang saat
deselerasi sebelum memasuki tikungan. Tapi, giliran akan menikung jadi agak
kagok. Kenapa?

Di sinilah terasa kalau nikung dengan si kuning ini tak semudah mengedipkan
mata. Badan pun perlu dibuat lebih condong ke arah tikungan. Apalagi, ukuran
tangki cukup lebar bikin pergerakan tangan di setang agak terhambat.
Pengendaranya harus lebih lincah memindahkan badan saat hendak menikung.

Pengendalian pun ditunjang roda depan yang baik dengan suspensi berdiameter
43 mm. Sedang di belakang monosok Ohlins yang bisa disetel ketinggiannya
kompresi peredaman dan pre-load suspensinya.

Suspensi-suspensi ini menyatu dengan sasis alloy one-piece, sasis buatan
Amerika ini diklaim jadi satu-satunya di dunia, dengan satu cetakan (one
piece). Begitu pun lengan ayunnya dibuat one piece.
Meski asik dipakai di Sentul, untuk harian rasanya agak repot. Bobotnya yang
berat dan posisi stang yang terlalu rendah, membuat pengendarahanya harus
menunduk. Wah, bisa pegal-pegal nih. Karenanya, khusus yang satu ini
bintangnya enggak terlalu banyak.

*Harga
*Moge 600cc hanya Rp 120 jutaan on the road Jakarta? Sudah lengkap juga
dengan surat-suratnya alias enggak bodong. Harga ini tentu lebih murah dari
moge 600cc merek lain. Karna produk ini sudah di CKD di Indonesia. “Kalau
harus mendatangkan versi CBU, harga dapat menyentuh angka Rp 200 jutaan,”
ungkap Kristianto Goenadi.
*
Penulis/Foto:Popo,Ben/Reza*
http://otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototest/Content/0/0/1/7/12565

-- 
suzuki, kawasaki, bajaj dan kymco, sodaraan... :D

Kirim email ke