Dari milis lain, semoga bermanfaat

----- Original Message -----
Sent: Friday, September 23, 2005 3:56 AM
Subject: (INFO) Antisipasi flu Burung Versi Hembing


Antisipasi flu Burung Versi Hembing
Oleh Prof Hembing Wijayakusuma


Akhir-akhir ini masyarakat was-was dengan munculnya
penyakit flu burung
(avian influenza) yang mengantarkan penderitanya pada
kematian. flu
burung pada awalnya merupakan penyakit yang disebabkan
oleh virus yang
menyerang bangsa unggas, seperti ayam, itik, bebek,
kalkun, merpati,
unggas air, burung-burung piaraan, maupun burung liar.
Namun, pada
perkembangannya, virus flu burung mengalami mutasi
sehingga virus
tersebut dapat tersebar dan menular pada hewan lain
seperti babi, kuda
bahkan manusia.

Seperti halnya virus influenza, virus flu burung
mempunyai kemampuan
melakukan perubahan genetik atau mutasi sehingga
berkembang menjadi
beberapa varian, antara lain:

* Tipe A yang menyerang bangsa unggas dan beberapa
jenis binatang lain
meliputi burung, ayam, kalkun, kuda dan babi.

* Tipe B, virus ini hanya dapat menginfeksi manusia
pada musim dingin.
Hal tersebut dapat diatasi dengan suntikan anti
influenza - tingkat
virus itu ringan.

* Tipe C merupakan campuran, yaitu menyerang hewan dan
manusia. Tingkat
virus ini paling ganas/mematikan, terutama menyerang
pada saluran
pernafasan termasuk subtipe H5N1.


Gejala umum unggas yang terinfeksi virus flu burung
biasanya bervariasi,
dan hampir sama dengan unggas yang terinfeksi virus
tetelo. Antara lain:
bersin-bersin, kesulitan bernafas, pembengkakan pada
kepala, jengger
berwarna biru, bercak merah pada sayap, kaki
membengkak sehingga tidak
dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar,
mencret-mencret, nafsu
makan berkurang, dan penurunan produksi. Tinggi
rendahnya kematian
unggas tergantung pada tipe dan galur virusnya.

Sedangkan gejala flu burung yang menyerang manusia,
hampir sama seperti
flu biasa namun tingkat kematiannya lebih tinggi.
Gejala itu antara
lain, penderita mengalami demam tinggi sekitar 40
derajat celsius, sakit
kepala, pusing, batuk dan sesak nafas, gatal dan sakit
tenggorokan,
tubuh terasa lemas dan pegal-pegal, hidung beringus,
mata memerah karena
peradangan. Pada anak kecil sering disertai mencret
dan muntah.

Cara alamiah pencegahan dan antisipasi virus flu
burung dapat ditempuh
dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, yang
diperoleh melalui
tumbuhan obat. Tumbuhan obat yang dapat digunakan
untuk masalah ini
adalah, ambil jahe dan lobak secukupnya, lalu dijus.
Campuran itu
kemudian disiram ke ayam.

Masak daging ayam dengan api pada suhu 100 derajat
celsius hingga
matang, lalu masak lagi selama setengah jam. Masukkan
bahan makanan dan
bumbu seperti cuka beras putih, lobak, jamur kuping,
bawang putih dan
lada. Masak sematang-matangnya.

Atau cara lain dengan menggunakan ramuan berkhasiat
yang diminum
langsung,ambil 15 gram sambiloto, 4 siung bawang
putih, 15 gram jahe, 25
gram kencur,direbus dengan 400 cc air hingga tersisa
200 cc, disaring
airnya, diminum dengan menambahkan 1 sendok makan
madu.

Cara lainnya adalah menggunakan 60 gram krokot hijau
segar, 30 gram
pegagan segar, direbus dengan 600 cc air hingga
tersisa 300 cc, disaring
airnya lalu diminum. Atau gunakan 5 butir
kiamboi/sunboi diblender
dengan 200 cc air kelapa hujau. Tambahkan madu lalu
diminum. Bisa juga
mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari 30 gram buah
jali ang direndam
terlebih dahulu hingga lunak, tambahkan 30 gram kacang
hijau, jahe,>>
gula merah secukupnya, direbus dengan air sehingga
menjadi bubur lalu
dimakan selagi hangat.


Catatan: Bila penyakit berlanjut, hubungi dokter.

{Prof HM Hembing Wijayakusuma adalah Ketua Umum
Himpunan Pengobat
Tradisional dan Akupunktur Se-Indonesia (HIPTRI)


                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com

Kirim email ke