Tks Murti atas infonya
Bagus n setuju sekali, tapi saya kira tidak bisa hanya menyalahkan orang kita 
pemilik handphone yg ternyata masih "bodo buanget" tapi wong juga tidak pernah 
atau minim ada sosialisasi lewat media yg ada. Kasus ini tidak hanya terjadi di 
dunia penerbangan lho, tapi juga dunia "perbensinan". Loh kok? lihat aja tanda 
tidak boleh aktifkan HP di SPBU. Meski belum pernah baca adanya accident di 
SPBU misal pompa meledak gara-gara pakai HP dlm jarak tertentu. Kiriman Murti 
paling tidak membuat kita bisa tambah melek n tambah pinter sesuai standar 
global ternyata ada juga dampak dari "kebodohan" kita itu.
  ----- Original Message ----- 
  From: murti dhamayanti 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; AMFS 13721 ; Ami Ykpn ; anderson zubir ; arif yisc ; 
arta arta ; Asyur Mubarak ; betha ,- ; bintang drestanto ; blebero kristanto ; 
bobby joe adams ; Danar Listiawan ; dani isman ; Deborah Angelie Salmun ; dodo 
; ella tilla ; Eri Ykpn ; fauzan yisc ; hari ykpn ; hendri ITS ; husni naparin 
; ilham wahyudodi ; indah supriyATI ; ira ; IrMa Thala ; jongga ; Kania Julaeva 
; sari murni ; silfiani dewi indriarsie ; stie ykpn ; suminto dewi ; tiara 
puteri ; tommy ; utpala rani ; vellien ; Wikanto ID - Jakarta) Artadi ; wisnu 
yisc 
  Cc: Kurnia Febra Mikaza ; LIES ZURAIDA S.E.AK ; loly ; Maria Stevany ; meita 
kusumawardani ; melinawidawati ; milis knn ; muh reza ; mulya ; ninda rahardja 
; novan adi ; Opie ; putri utaminingtyas ; Ratih Juliani ; Ratna Melati ; rika 
marlina 
  Sent: Wednesday, June 20, 2007 12:06 PM
  Subject: [STIE YKPN Mailing List] Knp HP di pesawat berbahaya? penting nih..




    Tue Jun 19, 2007 2:35 am (PST) 

    Knp HP di pesawat berbahaya?
    Kenapa dilarang,..? 
    Orang kita mah rada bandel? yg bikin mesin ketakutan sekali?
    HP dan Penerbangan Pesawat 
    Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 
    Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara 
    Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan. 
    Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam 
    dengan 
    menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya 
    seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan 
    terlihat 
    marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari 
    salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau 
    mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena 
    bukan merupakan tugasnya. 
    Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, 
    kemudian 
    dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, 
    dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia 
    melaksanakan 
    tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada 
    salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin. 
    Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin 
    turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu 
    jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa 
    langsung 
    mati. 
    Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya 
    tidak 
    salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. 
    Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan 
    ini 
    bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.
    (KOMPAS) 
    Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi 
    pake 
    pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan 
    itu 
    dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus 
    selalu 
    belajar dengan cara yang keras. 
    Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan Handphone di pesawat, 
    berikut penjelasannya: 
    Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah 
    mendengar 
    berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud 
    Polonia 
    -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui 
    dengan 
    pasti. 
    Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan 
    menggunakan 
    ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber 
    informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) 
    bahwa 
    ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan 
    penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi 
    akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat 
    untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang. 
    Contoh kasusnya antara lain: 
    Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" 
    dari 
    bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. 
    Sepuluh 
    penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal 
    ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. 
    Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo 
    melakukan 
    pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus 
    meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa 
    dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. 
    Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi 
    setinggi 
    700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di 
    bandara 
    Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum 
    mematikan 
    komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The 
    Australian, 
    23-9-1998). 
    Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak 
    landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja 
    diaktifkan. 
    Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan 
    mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan 
    (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain. 
    Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama 
    menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat 
    ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem 
    navigasi 
    dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak 
    hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat. 
    Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: 
    Arah 
    terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) 
    terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak 
    terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, 
    Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua 
    gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya 
    seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game 
    Gangguan 
    indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy 
    Semua 
    informasi diatas adalah bersumber dari ASRS. 
    Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan 
    saja 
    ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak 
    di 
    landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan 
    ponsel. 
    Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara 
    mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara 
    pengawas 
    dengan baik. 
    Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang 
    radio 
    melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base 
    Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 
    35 
    kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa 
    menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja 
    diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus 
    terjangkau 
    oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di 
    atas 
    Jakarta ).(Varis/pertamina) 
    Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum 
    adalah 
    juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang 
    tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan 
    sekaligus 
    tidak tahu tata krama? 
    Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang 
    tahu 
    kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua 
    orang 
    tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi 
    sopan 
    santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di 
    dalam 
    pesawat terbang. 
    (Yamaha-VEGA. or.id) 
    Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar. 


----------------------------------------------------------------------------
    Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. 




------------------------------------------------------------------------------
  Never miss an email again!
  Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out. 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "Sekolah 
Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN Yogyakarta" grup.
 Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke