----- Original Message ----- 
From: Isma Firdaus 
To: Emil Zonda ; Djawan ; Yudhi Prihata ; Yanti ; Tanty ; Putra ; PPC RM ; Eva 
Lakhsmy ; Anton D.H 
Subject: kegagalan adalah kado berharga



 
rbayang dalam sebuah artikel, penulis pernah menyinggung : Ketika ia baru 
keluar dari dinas tentara, hanya mengantongi ijazah SMU, tidak ada satu pun 
ketrampilan, sehingga terpaksa kerja di sebuah perusahaan percetakan menjadi 
kurir. 



Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh muatan berisi puluhan buku ke kantor 
berlantai 7 di suatu perguruan tinggi ; ketika dia memanggul buku-buku tersebut 
menunggu di lift, seorang satpam yang berusia 50-an menghampirinya dan berkata 
: "Lift ini untuk profesor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift 
ini, kau harus lewat tangga!" 



Anak muda memberian penjelasan pada satpam itu : 



"Saya bukan mahasiswa, saya hanya ingin mengantar buku semobil ini ke kantor 
lantai 7, ini kan buku pesanan sekolah!" 



Namun, dengan beringas satpam itu berkata : 



"Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau bukan profesor atau pun dosen, 
tidak boleh menggunakan lift ini! Kedua orang itu berdebat cukup lama di depan 
pintu lift, tapi, satpam tetap bersikeras tidak mau mengalah. Dalam benak anak 
muda itu berpikir, jika hendak mengangkut habis buku semobil penuh ini, paling 
tidak harus bolak-balik 20 kali lebih ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan! 
Kemudian, anak muda itu tidak dapat menahan lagi satpam yang menyusahkan ini, 
lantas begitu pikirannya terlintas, ia memindahkan tumpukan buku-buku itu ke 
sudut aula, kemudian pergi begitu saja. 

Setelah itu, anak muda menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan 
bos bisa memakluminya,sekaligus juga mengajukan surat pengunduran diri pada 
bosnya, dan segera setelah itu ia pergi ke toko buku membeli bahan pelajaran 
sekolah SMU dan buku referensi, sambil meneteskan air mata ia bersumpah, saya 
harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk ke perguruan tinggi, saya tidak 
akan membiarkan dilecehkan orang lagi. 



Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda ini belajar selama 14 jam setiap 
hari, sebab ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia tidak bisa lagi mundur, 
saat ia bermalas-malasan, dalam benaknya selalu terbayang akan hinaan security 
yang tidak mngizinkannya memakai lift, membayangkan diskriminasi ini, ia segera 
memacu semangatnya, dan melipatkan gandakan kerja kerasnya. 



Belakangan, anak muda ini akhirnya berhasil lulus masuk ke salah satu lembaga 
ilmu kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun lebih telah berlalu, sang anak muda 
akhirnya berhasil menjadi seorang dokter klinik. Sang dokter merenung sejenak, 
ketika itu, jika bukan karena security yang sengaja mempersulitya, bagaimana 
mungkin ia menyeka air matanya dari hinaan itu, dan berdiri dengan berani ? Dan 
bukankah security yang dibencinya itu adalah budi-nya seumur hidupnya? 



Kisah ini membuat saya teringat akan masa lalu, kala itu ketika masih duduk di 
bangku SMU, di kelas ada seorang murid yang nakal, prestasiya di sekolah 
biasa-biasa saja, tidak menonjol. Suatu hari, guru fisika membagi sebuah soal 
yang rumit sebagai pekerjaan rumah, keesokannya saat masuk sekolah, hampir 
semua siswa tidak ada yang bisa menjawabnya, namun, hanya siswa nakal bernama 
Chen itu yang dapat menjelaskannya! 



"Chen, katakan dengan jujur, apakah PR ini hasil kerja kakakmu? Saya tahu 
fisika kakakmu sangat hebat. Tahun lalu saya penah mengajarinya."demikian tanya 
sang guru. 



"Itu memang hasil kerjaku sendiri! Guru, mana boleh Anda menuduhku demikian?"



"Sudahlah, kau tidak perlu bohong! Bukan hasil kerja sendiri, mengapa tidak 
tahu malu, bersikeras bilang hasil kerja sendiri!" sambil berdiri di podium dan 
dengan nada mengejek dan menyindir guru fisika itu berkata : 



"Sudahlah!jangan bikin malu! Saya tahu betul tarafmu, kau tidak perlu bohong 
padaku!"



Ketika itu, saya memalingkan kepala, dan melihat Xiao Chen menundukkan kepala, 
mengatup mulutnya, matanya berkaca-kaca, ia tidak membantah lagi, terus 
menundukkan kepala, pura-pura membaca buku, dan air matanya setetes demi 
setetes menitik jatuh ke atas buku pelajarannya. Setelah ujian, Xiao Chen yang 
berjuang keras, akhirnya berhasil lulus ujian masuk ke Universitas Taiwan, dan 
setelah ke luar dari dinas militer, ia melanjutkan kuliahnya di AS, kini, ia 
kembali ke negaranya dengan gelar kehormatan sebagai "doktor fisika". 



Dan saya, selamanya juga tidak lupa dengan sebait kalimatnya untukku ketika di 
SMU : 



"Soal itu, jelas-jelas saya yang kerjakan, tapi, mengapa ia (guru fisika) tidak 
percaya padaku, malah menghina dan mengejekku di depan siswa, memandang rendah 
padaku ? Kelak, fisika saya harus lebih hebat daripada dia! Bapak Jiang Jingguo 
pernah berkata : "Saat gagal harus bersabar". Benar, manusia, pasti ada saatnya 
mengalami kegagalan, tapi, saya semakin yakin! 

"Kegagalan, adalah hadiah terbaik bagi remaja!"



Manusia, hanya di saat mengalami kegagalan, di persulit, didiskreditkan, di 
ejek dan dihina orang, baru bisa "mengingatkan diri" dan segera sadar, bukankah 
ini merupakan kado yang sangat berharga dalam sepanjang hidup kita? 



Karena itu, jika kegagalan sekarang dapat memberikan kebahagiaan Anda di 
kemudian hari, bersabarlah. Sebaliknya tinggalkan, jika kebahagiaan sekarang 
bisa mendatangkan kemalangan Anda dikemudian hari. 



Setiap kegagalan, kepedihan, maupun pukulan dalam perjalanan hidup pasti ada 
maknanya. 



Sumber : Dajiyuan
. 
__,_._,___ 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup Google "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" grup.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke