--- the forwarded message follows ---

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

--- Begin Message ---
 

Bayi Berwajah Kembar, Dianggap Jelmaan Dewi Durga



 <http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/09/094340p.jpeg> 

 
<http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/09/09411123/bayiberwajah.k
embar.dianggap.jelmaan.dewi.durga##> network.nationalpost.com

Lali, bayi berwajah kembar yang lahir di India. Ia dianggap sebagai
penjelmaan Dewi Durga.

 

Rabu, 9 April 2008 | 09:41 WIB

SAINI SUNPURA, RABU - Seorang bayi lahir dengan dua wajah di sebuah desa
India. Sampai sekarang bayi itu baik-baik saja. Bahkan dipuja-puja sebagai
penjelmaan dewi Hindu.

Bayi itu yang diberi nama Lali itu mengalami kelainan yang amat jarang yang
disebut craniofacial duplication, yaitu satu kepala punya dua wajah. Kecuali
kupingnya yang dua lembar, semua anggota wajahnya dobel, empat mata, dua
hidung berikut emoat lubangnya dan dua mulut.

"Anak saya baik-baik saja, seperti anak lain," kata Vinod Singh (23) ayah si
bayi, buruh tani miskin di Desa Saini Sunpura, 40 km arah timur New Delhi.

Kelahiran Lali menimbulkan sensasi di desa itu. Ketika meninggalkan rumah
sakit, delapan jam setelah lahir normal pada 11 Maret lalu, Lali disambut
meriah oleh penduduk desa, kata Sabir Ali, direktur Rumah Sakit Saifi. "Dia
minum susu dari kedua mulutnya. Keempat matanya pun bisa membuka tutup,"
ujar Ali.

Masyarakat di pedesaan India sangat kental dengan takhayul, sehingga Lali
pun dianggap sebagai reinkarnasi Dewi Durga, perwujudan sifat amarah Siwa.
Secara tradisional Dewi Durga digambarkan punya mata dan sepuluh tangan.

Lebih dari 100 orang telah mengunjungi Lalu di rumahnya tiap hari. Mereka
menyentuh kaki bayi itu sebagai bentuk penghormatan. Tak hanya itu, mereka
juga menyumbangkan uang dan menerima berkat, kata Singh. "Lali adalah
anugerah Tuhan buat kami. Dia juga membuat desa ini tenar," kata Jaipal
Singh, anggota dewan desa setempat.

Kepala desa, Daulat Ram, berencana membangun sebuah kuil Durga di desa itu.
"Saya kirim surat ke pemerintah negara bagian untuk menyediakan dana untuk
membangun kuil dan untuk membantu orangtua merawat anaknya," kata Ram.

Kondisi Lali kerap dihubungkan dengan komplikasi kesehatan yang serius,
namun dokter mengatakan ia baik-baik saja. Menurutnya, Lali tidak perlu
menjalani bedah. "Dia menjalani hidup normal, tidak ada kesulitan bernapas,"
kata Ali.

Kedua orangtua Lali menikah pada Februari 2007 dan Lali adalah anak pertama
mereka. Singh menuturkan, ia membawa anaknya ke New Delhi seperti saran
dokter untuk menentukan apakah organ dalamnya berfungsi normal. "Namun saya
tidak perlu itu, karena anak saya normal saja, seperti anak lain," kata
Singh.(AP)


SAS

<<attachment: image001.jpg>>


--- End Message ---

Kirim email ke