Hmmmm... ic....
Bener juga ya....., kan bahan mentah nya ada diperut bumi, dibawah Indonesia
ya.... Bahkan malah pada mencoba menyelundupkan BBM ke luar negeri.
Mungkin yang dimaksud menaikkan harga bahan bakar adalah supaya tidak ada
penyelundupan lagi... karena harga udah setara dengan Harga BBM
internasional. Tetapi kalau ini yang jadi alasan, aku rasa nggak relevan
juga.... seharusnya aparat keamanan kita yang bekerja maksimal, untuk
mencegah terjadinya penyelundupan BBM ke luar negeri..... betul??? ;-)





On 5/25/08, Hery Khan 6868 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> *di balik harga BBM*
>
> http://agungsulistyo.wordpress.com/2008/03/04/penjajahan-korporasi-asing-atas-migas-indonesia/
>
> http://forum.detik.com/showthread.php?t=39700&page=2
>
>
> *Hrga BBM di tiap-tiap negara
> *
> http://mfahmia2705.blogspot.com/2005/09/daftar-harga-bbm-di-beberapa-negara.html
>
>
> *Kejahatan korporasi MIGAS*
>
> <http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/03/kejahatan-korporasi-di-balik-kebijakan.html>
> http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/03/kejahatan-korporasi-di-balik-kebijakan.html
>
> Logika-logika yang salah di balik "rencana kenaikan BBM"
> http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/05/logika-logika-yang-salah-di-balik.html
>
>
> *Pendapat KWIK KIAN GIE
> *http://www.koraninternet.com/web/index.php?pilih=lihat&id=4565
>
>
> *Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang.
> Uangnya Dilarikan Kemana?*
>
>
> Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$
> 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM
>
> dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan
> DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai
> sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang
>
> yang dikeluarkan?
>
> Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM"
> itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR
> memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu
>
> besarnya, uangnya dilarikan ke mana?
>
> Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar
> asumsi-asumsi, *pengertian subsidi adalah sebagai berikut.
> *
> *Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.*
>
>
>    - Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$
>    100 :
>    - 159 = US$ 0,63.
>    - Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp.
>    6.300 per liter.
>
>
> *Untuk memproses minyak mentah* sampai menjadi bensin premium kita anggap
> dibutuhkan biaya sebesar
>
>
>    - US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter.
>    - Kalau ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama
>    dengan Rp. 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930.
>    - Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per liternya.
>    Jadi perlu subsidi.
>
>
> Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada di
> bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap harus
> dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel. Padahal tidak.
>
> Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia, Pemerintah dan
> Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang menjadi milik
> perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi buat yang
>
> menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak perlu dibayar. Tidak
> perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah
> kelebihan uang tunai.
>
> Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus
>
> diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan
> ini dianggap saja US$ 100 per barrel.
>
> Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin
> diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang
>
> harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti
> Tabel terlampir.
>
> Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun ini,
> dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan
>
> subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?
>
> Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada.
> Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.
>
> *
> *PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
>
> TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS*)*
>
> **DATA DAN ASUMSI**
>
> *Produksi :*
> 1 juta barrel per hari
>
>
>    - 70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
>    - Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
>    - Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
>    - 1 US $ = Rp. 10.000
>    - Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
>    - 1 barrel = 159 liter
>
>
>
> *Dasar perhitungan : *
> Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter
>
> **PERHITUNGAN*
> *
> *Produksi dalam liter per tahun : *
> 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000
>
> *Konsumsi dalam liter per tahun*
> 60,000,000,000
>
> *Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun*
>
> 19,375,500,000
>
> *Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini*
> (19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000 = 121,900,000,000,000
>
> *Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri*
> 40,624,500,000 x Rp. 3.870 = 157,216,815,000,000
>
> *Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
> Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar*
> 35,316,815,000,000
>
>
> *Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
> liter bensin premium yang dijual,*
>
> Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) = Rp. 4,500
>
>
> *Biaya lifting, pengilangan dan transpo*rtasi
> US $ 10 per barrel atau per liter :
> (10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)
>
> 630
>
>
>
> *Kelebihan uang per liter*
>
> 3,870
>
>
>
>
>
> *Oleh Kwik Kian Gie*
>
>
>
>
>
> --
> Hery Eko Wahyu K., SE
>
> KodoK ijo
> Exlusive Wedding Card
>
> [sample project]
> http://picasaweb.google.com/kodokijo6868/YangBerbahagia
>
> [email]
> [EMAIL PROTECTED]
> [EMAIL PROTECTED]
>
> [telphone]
> (0542) - 566 6868
>
> BALIKPAPAN
> >
>


-- 
Regards,

Ary Triyanto
Hendrawinata Gani & Hidayat
Member of Grant Thornton International
Wisma Dharmala Sakti 18th Floor
Jl Jend. Sudirman kav 32 Jakarta Pusat
T    : (021) 570 7997
F    : (021) 570 7996
E1  : [EMAIL PROTECTED]
E2  : [EMAIL PROTECTED]
W   : www.gthendrawinata.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke