Dear Mbak Dian,

Tenaga Solar yg diterapkan untuk lampu rambu2 lalu lintas sudah
beberapa waktu lalu diterapkan di negara kita,..seperti di Yogyakarta,
beberapa lampu rambu sudah menggunakan energi solar, walaupun belum
seluruhnya. Mudah2an dalam pengembangannya besok bisa diterapkan untuk
sarana yang lain, gak hanya untuk lampu rambu dan pemanas air....

Salam
http://pakpit.wordpress.com/

On 11 Jul, 08:05, Dian M Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kota Baoding Bangun Kota Tenaga Solar
>
> Saudara pendengar, dewasa ini berbagai tempat di Tiongkok sedang aktif 
> mengembangkan teknologi energi tipe baru seperti tenaga angin, tenaga solar 
> dan panas bumi untuk mengubah situasi sekarang ini yang terlalu bergantung 
> pada energi tradisional seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam. Kota 
> Baoding di Propinsi Hebei Tiongkok Utara adalah salah satu miniaturnya, di 
> sini sedang giat dibangun sebuah "Kota Tenaga Solar". Dalam Ruangan Ilmu 
> Pengetahuan dan Pendidikan edisi ini, saudara akan kami ajak berkunjung ke 
> Baoding untuk menyaksikan perkembangan teknologi tenaga solar di sana.
> Di sebagian besar kota, lampu rambu-rambu lalu lintas umumnya menggunakan 
> aliran listrik sebagai sumber energi. Namun di kota Baoding wartawan 
> menemukan sesuatu yang lain daripada yang lain bahwa di ujung tiang lampu 
> rambu-rambu terdapat sebuah alat khsusus, yakni papan sel tenaga solar yang 
> dapat mengubah sinar matahari menjadi tanaga listrik untuk menjamin 
> rambu-rambu dapat bekerja dengan normal.
>
> Rambu-rambu tenaga solar tipe baru itu tidak hanya menggunakan energi yang 
> tak kunjung habis dipakai, tapi juga bersih dan ramah lingkungan. Setelah 
> rambu-rambu tenaga solar digunakan di Baoding, segera menarik perhatian warga 
> kota.
> Dikatakan oleh warga Baoding bahwa rambu-rambu seperti itu dapat menghemat 
> listrik. Semua rambu-rambu lalu lintas di kota mereka sudah diganti dengan 
> rambu-rambu tenaga solar, disamping hemat energi, juga ramah lingkungan. Cara 
> seperti ini harus disebarluaskan ke kota-kota lain.
> Penanggungjawab pihak lalu lintas setempat Liu Tao mengatakan bahwa 
> rambu-rambu lalu lintas di 22 persimpangan jalan Kota Baoding atau kira-kira 
> 20 persen dari seluruhnya kini sudah menggunakan energi solar. Dikatakannya
> Keunggulan rambu-rambu tenaga solar, pertama adalah menggunakan energi tipe 
> hemat. Kedua, menggunakan sistem transmisi tanpa kabel, yang berarti tidak 
> perlu memasang kabel dalam proses pembangunannya, dengan demikian tidak perlu 
> dilakukan pembangunan proyek dasar rambu-rambu.
> Tenaga solar selain digunakan untuk rambu-rambu di sejumlah ruas jalan 
> penting, tapi juga untuk lampu penerangan banyak jalan. Menurut insinyur 
> pihak pengelola lampu jalan kota Baoding, Zhao Wanzeng, lampu jalan tenaga 
> solar mulai digunakan sejak satu tahun yang lalu, sampai sekarang terdapat 
> 200 lampu tenaga solar sudah digunakan untuk penerangan jalan.
>
> Dikatakan oleh Zhao Wanzeng, 50 lampu tenaga solar akan digunakan tahun ini 
> di dua jalan arteri kota.
> Kota Baoding giat mendorong penggunaan tenaga solar, dan membangun kota 
> tenaga solar. Ini erat kaitannya dengan kondisi setempat yang mempunyai 
> penyinaran matahari yang cukup. Sementara itu, industri tenaga solar kota ini 
> cukup berkembang dibanding kota-kota lain. Jauh pada akhir tahun 1990-an, 
> Perusahaan Energi Baru Tianwei Yingli, produser sel tenaga solar terbesar di 
> Tiongkok, sudah membangun pabrik di kawasan teknologi tinggi Baoding.
> Penanggungjawab perusahaan itu Shen Yong mengatakan,
> "Ke depan, kami akan merancang sejumlah proyek tipikal dan produk yang 
> praktis dan mempunyai efek demonstrasi sesuai dengan perencanaan pembangunan 
> Kota Tenaga Solar kota Baoding."
> Dewaas ini, penggunaan tenaga solar di Kota Baoding sudah mencapai hasil yang 
> diharapkan setelah diuji coba untuk suatu waktu. Lampu jalan dan rambu-rambu 
> lalu lintas tenaga solar sudah bisa bekerja 6 sampai 7 hari dengan tenaga 
> solar yang dihimpun dalam satu hari. Seorang pejabat kota itu Cao Jidong 
> mengatakan, di atas dasar sukses uji coba, Kota Baoding dalam beberapa tahun 
> ke depan akan memperluas pemanfaatan tenaga solar untuk penerangan, pasokan 
> air panas dan pemanasan di musim dingin. Dikatakannya,
> "Dalam waktu tiga sampai lima tahun, seluruh sistem penerangan kota termasuk 
> penerangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, penerangan lanskap dan halaman 
> rumah akan menggunakan tenaga solar. Dan sistem pemanasan untuk musim dingin 
> di kompleks-kompleks baru juga akan menggunakan tenaga solar. Kami yakin, 
> melalui kerja keras selama 3 sampai 5 tahun, Kota Tenga Solar pasti akan 
> terealisasi di Baoding."
>
>
>
>
>                     Sincerely,
>
>
>           Dian M Prabowo
>                   02132782787
>                  081513786200
>        [EMAIL PROTECTED]
>         [EMAIL PROTECTED]
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke