----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Marina <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Selasa, 25 Maret, 2008 15:10:35
Topik: Pertapa Muda dan Kepiting

Message   
Semoga 
Artikel dari Andrie Wongso dibawah ini memebrikan inspirasi dan motivasi bagi 
Anda.

Pertapa Muda dan 
Kepiting

Suatu ketika di sore hari yang terasa 
teduh, tampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah 
pohon, tidak jauh dari tepi sungai. 
Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa 
itu terpecah kala mendengarkan 
gemericik air yang terdengar tidak 
beraturan. 

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. 
Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber 
suara tadi berasal. 
Ternyata, di sana tampak seekor kepiting yang sedang 
berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya 
untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai 
yang deras. 

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. 
Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk 
membantunya. 
Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si 
pertapa muda. 
Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi 
hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan 
si kepiting. 

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali 
pertapaannya. 
Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi 
suara yang sama dari arah tepi sungai. 
Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. 
Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan 
jarinya dicapit oleh kepiting demi 
membantunya. 

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata 
kepiting terseret arus lagi. 
Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya 
makin membengkak karena jepitan 
capit kepiting. 

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang 
kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, 
"Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. 
Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan 
capit kepiting melukaimu 
hingga sobek seperti itu?" 

"Paman, seekor 
kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. 
Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. 
Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan 
bisa menolong nyawa makhluk lain, 
walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan 
kepuasan hati karena telah melatih 
sikap belas kasihnya dengan baik. 

Mendengar jawaban si 
pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. 
Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat 
kembali melawan arus sungai. 
Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. 
"Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi 
harus 
pula disertai 
dengan kebijaksanaan. 
Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah 
tidak harus dengan cara mengorbankan 
diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?" 

Seketika itu, si pemuda tersadar. 
"Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. 
Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. 
Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman 
ajarkan." 

Pembaca yang budiman, 
Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang 
lain adalah perbuatan mulia, 
entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak 
saudara, teman, atau kepada siapa pun. 
Tetapi, kalau cara kita salah, sering 
kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan 
masalah, namun justru menjadi bumerang. 
Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat 
membantu, malah harus menanggung beban 
dan kerugian yang tidak perlu. 

Karena itu, adanya niat dan 
tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. 
Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak 
hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, 
tetapi sekaligus 
membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu. 

Salam 
sukses luar biasa!!!
Andrie Wongso


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke