Hmm...
bisa dipertimbangkan opininya
pada intinya kita lakukan segala hal yang sedemikian kecil dapat mengganggu
orang lain,
kalo melihat stakeholder yang terlibat pada industri rokok, mungkin akan
menimbang lain
(petani tembakau, orang jualan pupuk, koperasi distributor pupuk -->
termasuk pegawainya koperasi, pabrik pupuk -> buruh pabrik, perusahaan
transportasi [pupuk], penjual bibit tembakau, pedagang/ broker tembakau,
pabrik rokok -> buruh pabrik, perusahaan distributor rokok, perusahaan
transportasi [rokok], EO dibawah manajemen perusahaan rokok, pengecer rokok/
kaki lima, dan mungkin ada stakeholder yang belum disebutkan)
dapat dibayangkan berapa jumlah orang yang menerima pendapatan dari industri
hulu sampai hilir ini, berapa peningkatan daya beli masyarakat (makro).
berdasarkan data yang saya intip di kantor, (Dept. Perindustrian - red),
jumlah penerimaan negara melalui penjualan cukai tembakau sebesar kurang
lebih 5 x lipat dari penerimaan pajak dari PT. Freeport, itupun tanpa harus
ngejar-ngejar, nelpon, nanyain kapan mo bayarnya, dsb, dst...
ini juga cuma opini saya aja.... keputusan ada di tangan kita masing-masing
toh pada fase kehidupan selanjutnya kita bertanggung jawab atas diri kita
sendiri kan ...!?
2008/11/28 andreas takdare <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
> Merokok itu haram, kata MUI. Jadi yang suka haram silakan
> merokok.Selain itu, yang cinta kangker juga silakanlah merokok.
> Merekok memperpendek umur dan cepat berpisah dari keluarga tersayang.
> --- Pada Sel, 25/11/08, Dian Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>
> menulis,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
>
> Hanya opiniku,
>
> ehh jangan salah, org yang merokok tidak akan pernah tua dan klo pun
> sampe tua itu sebuah keajaiban, wekekekkeekkkk
> O iya mo tanya nih, klo dijalan ketemu temen dan ngajak ngobrol trs di
> tengah2 obrolan minta rokok, (klo aku kasih uang seharga sebatang
> rokok kira2 boleh ga ya? kan aku gak ngerokok mo menolong supaya dia
> bisa ngerokok, boleh gak?)
> trs dihadapan kita lg ngobrol ada pengemis minta2, jd bingung nih mo
> ngasih yg mana....(apa kasi uang ke pengemis itu ato temen yg notabene
> temen akrab bgt utk dibelikan rokok) apa dikasi dua2nya? klo aku kasi
> ke pengemis berarti mendidik mental mereka jd peminta2, bagaimana
> ngasi ke temen apakah sama juga?
> Apakah dengan memberikan masing2 (teman & pengemis) mereka itu aku
> mendidik mental mereka jd mental peminta2?
> Sekali lagi cuma opini ku aja....
>
>
> -andReas TakdaRe-
> >
>
--
Sincerely,
Dian M Prabowo
02132782787
081513786200
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---