Dear keluarga besar STIE YKPN tercinta...

Saya yakin, sobat-sobat yang kebetulan mempunyai mata pencaharian sebagai
karyawan perusahaan, kadang-kadang punya pemikiran betapa enaknya hidup
sebagai pengusaha atau konglomerat yang punya duit milyaran rupiah.
Kehidupan sebagai milyarder menjadi sebuah hal yang jauh dari jangkauan.
Jangankan benar-benar berusaha jadi milyarder, membayangkannya saja sudah
sulit, seakan-akan semuanya hanya mimpi belaka. Melalui tulisan ini, saya
hendak mengatakan bahwa menjadi milyarder bukan lah impian belaka bagi para
karyawan biasa.

Ya..... karyawan biasa pun bisa menjadi milyarder tanpa perlu melakukan
hal-hal tidak terpuji seperti korupsi dan lain-lain!

Saya tidak sedang menjual mimpi lho, tapi sekedar bermaksud membuka wawasan
terhadap hal kecil dalam keseharian kita yang para sobat pasti sudah tahu,
tapi mungkin terlupakan !

Yang akan saya bicarakan adalah mengenai nilai waktu uang yang ajaib. Sebuah
contoh kecil, bila kita menabung Rp 100.000,- setiap bulan di “celengan
ayam” kita terus-menerus selama 20 tahun tanpa pernah diambil, maka jumlah
uang kita 20 tahun yang akan datang akan menjadi Rp 24.000.000,- (Rp
100.000,- x 12 bulan x 20). Tapi bila uang itu disimpan misalnya di bank
dengan pola penyimpanan yang sama, dengan tingkat bunga bank setelah pajak
rata-rata adalah 12% setahun, maka 20 tahun lagi kita akan melihat saldo
simpanan kita sebesar Rp 98.925.537,- atau empat kali lipat dari saldo
“celengan ayam” kita.

Ok, mari kita bicarakan hubungannya dengan menjadi milyarder. Kita ambil
contoh saat ini sobat berumur 25 tahun, baru memulai karir sebagai karyawan
dengan gaji lumayan sebesar Rp 2.500.000,- sebulan. Kemudian mulai sekarang
sobat menyisihkan Rp 500.000,- setiap bulan di bank atau instrumen investasi
lainnya, dan dengan skill berinvestasi yang standar, tingkat pengembalian
bersih 12% per tahun (atau 1% per bulan) tidak terlalu besar untuk dijadikan
patokan. Sementara, sisanya Rp 2.000.000,- dipakai untuk pengeluaran rutin
bulanan. Tiap tahun setelah itu, perusahaan tentunya memberikan kenaikan
gaji (anggap kenaikan gaji per tahun 12,5% dari gaji tahun sebelumnya).

Pada awal tahun kedua, gaji sobat akan menjadi Rp 2.812.500,-. Begitu gaji
sobat naik, sobat menaikkan jumlah uang yang disisihkan sebesar 12.5% atau
menjadi Rp 562.500,- sebulan, sementara anggaran pengeluaran rutin juga bisa
ditambah menjadi Rp 2.250.000,-. Pada tahun ketiga gaji naik lagi 12,5%, dan
uang yang disisihkan juga diperbanyak menjadi sebesar Rp 632.813,- (naik
12,5%). Tentunya kenaikan jumlah penyisihan ini tidak akan terlalu membebani
sobat karena jumlah uang yang dapat dibelanjakan juga naik jauh lebih besar
menjadi Rp 2.531.250,-.

Demikian hal tersebut dijadikan kebiasaan dan terus dilakukan secara
disiplin. Pertanyaannya, bila hal itu dilakukan secara rutin dalam kehidupan
dan saldonya nggak pernah diganggu gugat, berapakah jumlah uang sobat pada
saat sobat pensiun di usia 60 tahun nanti ? apakah 400 juta? Atau 500 juta?

Jawaban yang benar, adalah : Rp 12.515.677.087,- (dua belas milyar setengah)
!

Dengan ilustrasi ini, saya mencoba membuktikan bahwa dengan bermodalkan
kedisiplinan, tanpa membebani kebebasan pengeluaran (karena jumlah uang yang
tersedia untuk spending juga meningkat cukup signifikan dari tahun ke
tahun), sobat bisa pensiun sebagai seorang milyarder.

Nah, diantara para sobat mungkin ada yang berkata, “Ah, itu sih gombal.
Memang nanti kita punya uang milyaran, tapi kebutuhan hidup bulanan 35 tahun
lagi juga kan sudah berlipat-lipat !”.

Yup, memang betul. Saya sudah menghitungnya, dengan tingkat inflasi
rata-rata 10% per tahun (cukup make sense untuk Indonesia), 35 tahun lagi
pengeluaran rutin sobat akan menjadi Rp 51.095.340,- per bulan.

Dengan jumlah simpanan sebesar sekitar Rp 12.5 milyar dan pengeluaran rutin
Rp 51 juta sebulan pada usia 60 tahun, dan sobat betul-betul pensiun (nggak
cari duit sepeser pun juga), cuma menggandakan uang simpanan dengan pola
yang sama, maka :

   1. Uang simpanan itu cukup untuk membiayai pensiun sobat bahkan sampai
umur 80 tahun, dan
   2. Bila sobat beruntung hidup sampai umur 80 tahun, pada usia 80 tahun
sobat memiliki sesuatu buat diwariskan ke anak cucu, yaitu uang sebesar Rp
35,7 milyar !


Waduh, kok malah jadi tambah gede yach ? Bingung ah !!!

Buat sobat-sobat yang bingung, nggak usah ngitung, saya punya sebuah program
kecil yang bisa di download gratis di
<http://sharecash.org/download.php?id=18113>DISINI<http://sharecash.org/download.php?id=18113>

Dengan program itu, sobat bisa main-main memasukkan variasi-variasi usia
sekarang, usia pensiun yang diharapkan, jumlah simpanan, dan lain-lain; yang
bisa dipergunakan bagi diri sobat, kakak adik, famili, teman, atau siapa
saja.

Sebagai informasi tambahan agar kolom inputan diisi lebih tepat sehingga
hasil simulasi juga lebih tepat:

   1. Jumlah pengeluaran rutin per bulan adalah pengeluaran untuk sandang
pangan, hiburan, dll, namun TIDAK termasuk cicilan-cicilan mobil, rumah,
atau kredit lainnya.
   2. Menurut saya, estimasi inflasi cocoknya diisi angka 10%.


Makanya, tunggu apa lagi, yuk cepat-cepat menyisihkan uang kita sejak muda,
karena semakin tua umur kita, jumlah yang harus disisihkan akan jauh lebih
besar. Sebagai patokan, bagi sobat yang berumur 25 tahun, perbandingan
jumlah yang disisihkan dengan jumlah pengeluaran rutin sebaiknya 1 : 4.

Semoga tulisan kecil ini bisa berguna bagi sobat sekalian, minimal
menginspirasi kehidupan kita untuk menabung secara teratur.

Seperti kata pepatah : sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.



Salam,
Setiawan Purnomo
Independent Trader
Ek. Manajemen '94


[email protected]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "Sekolah Tinggi Ilmu 
Ekonomi YKPN Yogyakarta" Google Groups.
 Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke 
[email protected]
 Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di 
http://groups.google.com/group/stieykpn?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke