> Berikut ini adalah cerita dari teman lelaki saya dan kejadian ini
> ia alami pada hari minggu sore kemarin jam 4.30 :>
> Pada hari minggu kemarin setelah pulang dari rumah teman di daerah green
> garden,
> lalu ia pergi ke kopro sebentar untuk berbelanja. Setelah pulang belanja
> ia pulang ke daerah Kampus Bina Nusantara (Kemanggisan) dengan
> naik Bajaj. Dengan perasaaan tidak curiga ia naik bajaj itu ,begitu
hampir
> sampai ke perempatan kemanggisan harusnya bajaj tersebut berbelok
> ke kanan untuk menuju arah Kampus, tapi malah bajaj itu belok ke
> kiri ke jalan yang agak kecil. Lalu teman saya tanya "Lho kenapa kok
> lewat sini ?" lalu dijawab tukang bajaj itu "Macet mendingan lewat sini".
> Merasa bahwa jalan yang dilalui tukang bajaj bukan ke arah kampus, lalu
> teman saya tanya lagi "Lho disini bukan jalan ke arah kampus ?"
> Lalu tukang bajaj itu bilang "bisa kok lewat jalan depan lebih cepat
tidak>
> macet lagi". Akhirnya teman saya mulai curiga jangan-jangan ada apa-
> apanya nich. lalu bajaj itu jalan terus, lalu ia membentak tukang bajaj>
itu
> "bang belok kanan bang " Lalu tukang bajaj itu bilang "Di depan aja>
beloknya"
> Tapi teman saya ngotot dan membentak abang bajaj itu sampai orang
> disekitarnya kaget dan ngelihatin. Akhirnya setelah dibentak oleh teman
> saya berulang kali akhirnya abang itu mengikuti kata teman saya dan
> mengantar teman saya ke tujuan semula.>
> Berdasarkan cerita pengalaman teman saya di atas, saya dapat mengambil
> beberapa kesimpulan :>
> - Untuk anak cewek kalo bisa jangan naik taksi atau bajaj sendirian>
apalagi
>   kalau di malam hari.
> - Kalo lagi naik bajaj atau taksi jangan bengong supaya nantinya tidak
>   terjadi apa-apa yang tidak diinginkan.
> - Apabila kita merasa bahwa jalan yang ditempuh oleh tukang bajaj atau
>   taksi bukan ke tujuan yang kita inginkan bentak tukang bajaj tersebut>
atau
>   minta turun saja.> > NB : Harap Pesan ini di forward ke teman teman
lainnya
>

Kirim email ke