Satu Alternatif lain penyelesaian masalah KSO adalah dengan memisah aset
milik TELKOM dengan aset milik Mitra (bisa nggak ya)..terus aset milik
TELKOM dikembalikan ke TELKOM Aset Milik Mitra tetap menjadi hak Mitra
(gono-gini)......Selanjutnya TELKOM kembali seperti semula dengan 7
Divrenyadan Mitra tidak lagi membayar DTR dan MTR.....dalam perkembangannya
Mitra akan menjadi pesaing TELKOM sebagai operator Telekomunikasi. Di
Sumatra TELKOM bersaing dengan PT Pramindo Ikat dan PT Batam Bintan, di Jawa
Barat TELKOM bersaing dengan PT Ariawest dst....kasusnya sama dengan TELKOM
yang bersaing dengan Ratelindo di Divre II.....
Dengan konsep seperti ini akan lebih Fair bagi Pelanggan karena ada pilihan
operator Telekomunikasi lebih dari satu, sehingga yang punya pelayanan yang
lebih baik akan dipilih.
Masalah Interkoneksi tidak begitu susah karena sekarang pun sudah
diberlakukan terhadap PT Batam Bintan dan PT Ratelindo, jadi dilakukan equal
treatment.
Operator Mitra lebih serius (sense of belonging) dalam mengembangkan
infrastrukturnya, selama ini mereka mungkin kurang serius karena setelah 15
tahun aset yang mereka bangun akan dihibahkan ke TELKOM.
YLKI mungkin tidak diperlukan lagi karena nantinya bisa muncul puluhan
operator dalam satu divre.......
Karyawan TELKOM yang di Luar Jawa tidak perlu khawatir lagi tidak bisa
kembali ke Jawa...karena Wilayah Usaha TELKOM tetap di seluruh Indonesia
(guyon lho).
Tapi bisa nggak ya .........
HaWe
[EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: Dedi Suherman <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 27 Maret 1999 11:04
Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>Istilah KSO maupun JVA sama-sama istilah agreement bukan bentuk perusahaan
>seperti juga PBH. Artinya agreement KSO direalisasikan dengan bentuk divisi
>KSO seperti yang kita ketahui sekarang. Tentang bobroknya KSO mungkin
>teman-teman di divre KSO yang lebih tahu. Mengenai JVA berarti agreement
>untuk membentuk joint venture dengan pola kepemilikan saham. Gampangnya
jika
>KSO berubah menjadi JVA, maka semua asset TELKOM yang dibangun sebelum KSO
>dan asset Mitra KSO akan dihitung, Telkom berapa persen dan mitra berapa
>persen. Angka ini nanti akan dikonversi menjadi saham kepemilikan
>masing-masing pihak, sehingga saat terjadi pembagian keuntungan tinggal
>mengikuti prosentasi saham tadi.
>
>Untuk agreement JVA bentuk yang paling cocok ya JVC. Artinya seluruh divre
>KSO dijadikan JVC dengan badan hukum sendiri, dengan nama sendiri dengan
>direktur sendiri dll. Pemegam saham paling punya andil dalam RUPS saja.
>Keuntungan JVC ini akan menjadikan divisi yang ada sekarang jauh lebih
>fleksibel dan gesit dalam menentukan arah bisnisnya sendiri sehingga
>diperkirakan akan sanggup bersaing diera kompetisi. Biasanya jika JVC-JVC
>ini dimiliki oleh corporate company, ini dinamakan Holding Company.
>Contohnya PT Astra Internasional.
>
>Nah kerugiannya, bentuk JVC ini (khusus kasus Telkom) bukan keinginan
TELKOM
>namun keinginan mitra
>KSO. Kita sangat mencurigai hasil Masterplan Restrukturisasi Telekomunikasi
>dan Masterplan Privatisasi BUMN yang dikeluarkan oleh Dephub dan Dep
>Pendayagunaan BUMN. Masterplan yang pertama dikeluarkan awal Februari
>kemarin dan diketuai oleh Parapak dengan konsultan Bank Dunia. Terlepas
>dengan proses peralihan perjanjian KSO ke JVA, jika Divre KSO dijadikan
JVC
>secara kasar sama dengan membubarkan TELKOM. Kenapa saya katakan begitu
>karena bisa saja setelah dijadikan JVC sebagian besar asset TELKOM akan
>pindah ke mitra atau malah dengan skemanya privatisasi P Tanri malah akan
>dijual sama sekali. Berikutnya bisa saja DIVRE II dan V juga dijual. Trus
>Divisi pendukung tentu saja tidak akan ada gunanya lagi karena
masing-masing
>divre tadi tentu saja akan menggunakan sumber daya mereka sendiri.
>
>Dengan JVC per-regional masalah-masalah lain juga akan muncul seperti
>interkoneksi yang makin rumit dengan semakin banyaknya operator, tarif yang
>bisa cenderung semakin mahal (??), standarisari alat masing-masing regional
>yang berbeda dll. Selain itu JVC regional ini juga tetap saja akan menjadi
>perusahaan monopoli karena masing-masing tidak punya lawan di daerahnya
>masing-masing, sehingga tidak menjamin meningkatkan pelayanan kepada
>customer-nya (YLKI bisa semakin sibuk??).
>
>Sebagai gambaran dampak yang akan TELKOM hadapi jika mengubah perjanjian
ini
>ke mitra KSO sama saja memberikan seekor ayam untuk harga sepiring nasi.
>Divre IV misalnya yang dimata TELKOM paling memenuhi target pembangunan
>dibanding divre KSO lainnya dengan infrasruktur sentral besarnya jika
>dijadikan JVC bisa punya komposisi saham ke mitra lebih besar daripada
>TELKOM. Ini karena sentral-sentral kecil TELKOM bisa saja saat perhitungan
>asset tidak dihitung karena tidak dioperasikan. Belum lagi dengan alasan
>investasi mereka dalam dolar dan asset kita dihitung dengan rupiah serta
>sudah menyusut nilainya. Jadi apa artinya asset TELKOM yang puluhan tahun
>dibangun tiba-tiba jadi minoritas ?
>
>Jikapun KSO harus diubah saya lebih cenderung memberikan pilihan
membubarkan
>KSO, ganti mitra, atau jadikan PBH daripada menjadi JVC.
>
>
>Saya tunggu respon teman-teman jika ingin mendiskusikan masalah ini lebih
>lanjut.
>
>Dedi Suherman
>
>----- Original Message -----
>From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
>Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
>
>>
>>
>> On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
>>
>> > Rekans,
>> > Sedikit melontarkan pertanyaan.
>> > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
>TELEPON?
>> > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
>TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
>> > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
>> >
>>
>> Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
>> sendiri he..he...
>> Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk
menjelaskan
>> kpd kami ?
>>
>> 'dp'
>>
>> >
>> >
>>
>>
>
>
>----- Original Message -----
>From: Denny Permana <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Rabu, Maret 24, 1999 12:56
>Subject: Re: [stttelkom] KSO atau JVA, bagusan mana?
>
>
>>
>>
>> On Mon, 22 Mar 1999, Darso wrote:
>>
>> > Rekans,
>> > Sedikit melontarkan pertanyaan.
>> > Bagaimana sih sebenarnya komitmen KSO terhadap penambahan jaringan
>TELEPON?
>> > Ada tetangga di daerah CIBOGO- SARIJADI yang sangat memerlukan LINE
>TELP, tapi sudah SETAHUN nunggu tetap nggak ada kabar?
>> > Apa memang nggak benar komitmen mereka?
>> >
>>
>> Kang Darsoooo ... ini tetangga atawa cerita sedih Kang Darso
>> sendiri he..he...
>> Tapi soal KSO dan JVA bisa minta tolong Kang Dedi Suherman utk
menjelaskan
>> kpd kami ?
>>
>> 'dp'
>>
>> >
>> >
>>
>>
>