Hi, Sudah baca http://www.republika.co.id/9903/31/10895.htm ? Kenapa yang disalahkan TELKOM hayoooo? Kenapa dikaitkan dengan kenaikan tarif hayoooo...? Kenapa seorang pegawai Kopegtel Witel IV, atau Pejabat Humas Witel IV nggak dapat memberikan penjelasan sebenarnya....? Ataukah beliau-beliau ini nggak tahu tata cara distribusi kartu Telum...? Atau rekans sendiri ada yang belum tahu juga? Kartu telum tu sekarang bukan lagi TELKOM yang memperjualbelikan.... Akan tetapi PT SMART (anak perusahaan TELEKOMINDO PRIMA BAKTI)!. Memang benar bahwa di mata pemerintah, TELKOM adalah card issuer... akan tetapi dalam pelaksanaannya diserahkan ke PT SMART... Jadi kalo ada kelangkaan kartu, mestinya yang ditanya adalah produsen dan distributornya: PT SMART.... Bisa saja sih, TELKOM melayani pengaduan kelangkaan tsb... akan tetapi tentunya dengan tindak lanjut meneruskan ke PT SMART... Mengingat kesannya TELKOM disudutkan di dalam berita tsb, mungkin perlu ada penjelasan dari humas "yang tahu".... Humasnya kantor perusahaan mungkin? Salam...
