Rekan mailers.

Dulu waktu saya masih di Indonesia, STT Telkom tepatnya, saya paling suka
menggoda teman teman yang sering kumpul kumpul di daerah Bojongsoang depan
SD. Mereka adalah para pengurus Wirasada.
Saya sempat kagum dengan usaha mereka yang memajukan semangat
entreprenuership di kalangan mahasiswa dengan mengajukan segudang ide yang
cemerlang tentang start-up business.
Ketika saya di Amerika saya banyak belajar dari pengalaman tentang banyaknya
start-up companies yang kebanyakan bermula dari upaya kecil-kecilan
mahasiswa dan dosen mengembangkan ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah.
Kebanyakan perusahaan small caps (terutama high tech research, software
products, etc) yang menghijaukan 'silicon valley'nya Massachusetts di daerah
Route 128 berawal dari start-up company yang berkembang seperti rekan di
Wirasada.
Mungkin karena iklim bisnis di Indonesia yang berbeda dengan di Amerika,
atau karena faktor X lainnya, kok justru sekarang yang saya dengar malah
'ribut'.  Kalau ada 'ribut-ribut' antara pengelola business itu mah biasa,
sekarang yang musti anda lakukan ialah melihat ke dalam proses dan pola
busines yang anda lakukan selama ini apakah sudah benar benar sejalan dengan
business mission statement yang anda buat ketika anda memulai Wirasada.
Saya sering bercanda tentang Wirasada........waktu itu saya sering
menggelitik tentang nama yang mereka pilih WIRASADA, it sounds like the name
of KODAM di Indonesia... Mungkin pengelolaannya pun kayak Kodam, ada Pangdam
Kasdam etc. Polanya hierarchical vertical. Satu komando.
Ngomong ngomong sekarang Pangdam WIRASADAnya siapa ???


Luke

Kirim email ke