Assalamu�alaikum Wr. Wb.

Sebenarnya saya pribadi males untuk membales milist yang udah banyak
beredar.  Rasanya counter-productive lahh�
Hanya untuk menjawab statement orang nggak ngerti masalah�dan itu cukup
sekali saja
Kali ini saya hanya mencoba menjawab �propaganda keblasuk� dari Ytc. Iwan<
R> Zainuri tentang Wirasada yang kebetulan saya masuk sebagai anggota.  Biar
pada tau kalo selama ini, investigasi yang dilakukan berdasarkan insting
journalistik yang melenceng disertai aksi intelejen yang �wuaalah�nggak
masuk akal dan tidak terpuji.
Itung2 bernostalgia laahh�

Saya Yoelias Noorcahya, terdaftar dengan NIM 112940077, yang kebetulan duduk
sebagai Kabid Usaha u/ kepengurusan Kopma ST3 periode 1995/1996.
Berdasarkan hasil keputusan PKMK tingkat nasional (baca tulisan kami yang
lain�tentang inkubator kewirausahaan.. (ed. 1), point keputusan yang lain
adalah�diperlukannya sebuah network antar kopma untuk menunjang pertumbuhan
peran kopma di seluruh indonesia.  Tapi bentuknya masih harus dirumuskan
lebih lanjut.

Kemudian temen2 pengurus kopma berfikir untuk membentuk jaringan
terkomputerisasi antar kopma, dan dananya akan dicarikan dari dana program
pemerintah atau BUMN, disusunlah proposal sistem dan finansialnya�.Dan ini
dilakukan tatkala belum ada seorangpun di ST3 yang berfikir tentang jaringan
(antar kopma), minimal karena tidak ada yang mengajukan ide pengembangannya,
termasuk pengembangan ST3 sendiri.  Mungkin saat itu temen2 (Sdr. Iwan
Cs�..eehh..ada nggak Cs. nya..perasaan dia sendiri deeh..) sedang sibuk sama
urusan pribadi.
Dari beberapa kali pembicaraan akhirnya disetujui 10 PT yang akan menjadi
pilot project-nya, dan ST3 (kopma) yang menjadi leader.  Kebetulan yang
merancang billing systemnya Sdr. Ery Punta

Di internal pengurus sendiri ada polemik, antara dilanjutkan dan tidak, tapi
setelah dikaji untung rugi dari segala aspek akhirnya diputuskan untuk
ditindaklanjuti.  Dan tentunya (mungkin) ada yang nggak sependapat�wajar
demokratis�aku beda boleh khan
Dibuat surat penugasan ke saya, langsung ditandatangi Sdr. Halik selaku
ketua dengan masa tugas sampai berakhirnya proyek (menjaga kesinambungan
kontak).  Pola otonomi penuh dalam penugasan ini dilakukan disamping saran
dari Sdr ketua jangan sampai lupa akan tugas di internal, dimana saya harus
mengawasi 6 unit usaha di Kopma (syukur saya dibantu manajer)
Kemudian dibentuk tim konsorsium antara ST3 (saya), KKMB (diwakili Sdr. Pung
N, mhs Itenas), dan Kopindo (sebagai ketua tim, termasuk Bang Iqbal, Pak
Iyan Kastian dll).  Tim ini mendapat persetujuan dari Kantor Menpora melalui
Pak Deibel Efendi selaku Banasda 4 urusan Kewirausahaan.
Seluruh biaya operasional tim akan diambil dari anggaran Kopindo sambil lalu
dicari funding dari lembaga terkait.
Tentu saja Kopma ST3 keluar biaya operasional seperti tinta, kertas kop, dan
pulsa telepon (besar pastinya .? perhatikan postingya dibagian bawah tulisan
ini)
bisa anda bayangkan sendiri kalo hanya untuk berkirim surat dan lainnya
dengan
frekuensi yang relatif kecil, sedang dana lain ditanggung Kopindo.

Kemudian dirancang proposal terpadu, selama penyelenggaraan proyek dan
diajukan ke PUKK PT. Pos.  Bentuk2 kegiatan yang dapat diselenggarakan
diantaranya pelatihan manajemen, teknis jaringan dan internet.
Dan untuk kesuksesannya, diselenggarakan beberapa kali pertemuan antar
anggota tim di jakarta (kopindo dan Kantor menpora).
Pada perkembangan selanjutnya, Sdr. Pung dari KKMB mengundurkan diri karena
permasalahan internal di dalam KKMB.  Praktisnya anggota tim berubah, hanya
antara ST3 dengan Kopindo.

Pelatihan tingkat nasional yang dilakukan di ST3 adalah masalah manajemen
dan teknis jaringan, dengan sumber daya pengelolaan dari  :
1. Kopindo, berupa start up capital pelatihan, serta pencarian sponsor.
Saya masih ingat betul ketika Pak Iyan memberikan dana cash untuk
penyelenggaraan pelatihan tersebut.
2. Kopma keluar dana kas kurang lebih 200 ribu..(saya lupa �maaf..dana
ini hanya untuk kegiatan ini atau dirapel dengan kegiatan lain�), ditambah
dengan BHP
sementara pulsa diganti dari cost operasional pelatihan.  Dan ini sudah
diklarifikasi di RAT dengan segala tuduhan �oknum yang tidak terhormat sdr.
iwan� dan sudah dapat diterima, OK!
3. ST3 mendukung sebagian dana (saya lupa berapa besarnya..maaf), tapi
itupun dengan perjuangan sampai tetes darah penghabisan dari panitia.  Saat
Pak Rasyim
selaku PUKET 3 baru menentang konsep pengembangan kewirausahaan di kampus
khusunya di ST3.  Apalagi yang berhubungan dengan komputer (mungkin karena
beliau masih beberapa saat, beberapa hari malah dalam menjabat).  Silakan di
cross chek ke beliau siapa anak madura pengurus kopma yang berani
�mencak-mencak� didepan puket3-nya sendiri tentang kasus ini, hingga saat
ini beliau masih suka tersenyum kalo ketemu.
4. MULTICOM, sebagai penyedia hardware jaringan
5. PT POS Indonesia sebagai sponsor kegiatan
6. Temen2 mantan pengurus dan Sdr. Ery punta sebagai teknisi, dan mereka
membantu sampai harus bekerja satu hari penuh, karena harus menginstal
di GSG dan Wartel kopma untuk simulasi.  Sook..pas itu gimana �.beberapa
temen�plus sdr. Iwan malah sempet ikutan maen kok�
7. Dan lain2 pihak yang terlibat (panitia loohh)

Alhamdulillah pelatihan sukses, dengan dihadiri oleh Perwakilan kopma PT
seluruh indonesia, bahkan disepakati (dikasih master dari kita) proposal
pengajuan dana pengembangan u/ masing2 PT sesuai dengan coverage wilayah
masing2
(pelopor distrik neehh).

Saya singkat langsung ke ending tugas saya.
Beberapa moment lain yang sangat mendukung terhadap proyek ini adalah  :
1. Pameran Inovasi dan kewirausahaan pemuda (Youth Expo), oleh kantor
Menpora di PRJ.  Saat itu tidak ada dukungan dari ST3 dalam bentuk apapun,
sehingga
saya ambil inisiatif untuk mengikuti (kebetulan yang mengkoordinir dari KKMB
untuk wil. Bandung).  Persiapan dilakukan dengan didukung oleh seluruh
komponen yang sejak awal terlibat.  Pastinya saya tidak akan melibatkan
orang baru dahulu sebelum semuanya jelas.  Hasil positifnya adalah adanya
beberapa pihak yang siap membeli sistem tersebut ke Kopma, dan APKOMINDO
(Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) bersedia untuk mensupport hardware
dengan harga subsidi.  Dan hasil karya Sdr. Ery Punta akan dilindungi oleh
paten dengan
bantuan Pak Deibel. Sookk..saha nu tiyasa nolong waktu itu�kemana �
Bahkan ketua APWI sangat-sangat mendukung perealisasiannya.
2. Pertemuan anggota FKKMI di Palu (Univ. Tadulako) dengan delegasi Kopma
adalah saya dan Halik.  Sumber dana dari konsorsium ; Kopma, IOM, ST3,
POSINDO, dan dana pribadi kami (karena estimasi biayanya diluar yang kami
ajukan ke konsorsium).  Tapi nggak papa denk�karena sebagian memang untuk
keperluan pribadi kami... Hasilnya adalah Kopma St3 diminta untuk sebagai
leader dalam
perealisasiannya (silakan cross chek ke Sekre. FKKMI di Kokesma ITB).
Bahkan sudah mengalahkan ITB yang nota bene dianggap sebagai kampus
teknologinya Indonesia.
Saat itu ST3 masih baru 4 tahun, tapi karena move itu sudah mampu memimpin
10 PT yang lebih dulu ada. (tentu saja bagi mereka yang berpikir kedepan
terdapat berapa benefit yang dapat diambil dari kondisi itu.)
3. Beberapa kali kami presentasi di depan Div. TSI Posindo, dan mereka
secara prinsip mendukung.
(sumber dana tidak ada, dan itung berapa benefitnya)
4. Beberapa kali pertemuan lanjutan di Kopindo dan Kantor menpora (sumber
dana ; Kopindo).
5. Dan beberap moment yang lain, maaf�(mungkin) lain kali saya ceritakan
detail yang lain, tunggu edisi berikutnya.

Moment yang paling penting adalah saat Kopma diminta melakukan presentasi ke
kantor menpora.  Informasi yang diperoleh sangat minim, dan saat itu �oknum
yang tidak terhormat sdr. Iwan� sudah mulai ikut campur tangan..udah melihat
peluang buat dia kali yaa�buat mengklaim u/ kepentingannya.
Dengan disertai beberpa pengurus lain, kami berangkat ke Jakarta didukung
oleh kendaraan ST3 hasil usaha Sdr. Iwan dengan sedikit memaksa St3�(bisa
maksa kok bangga)

Diluar dugaan ternyata yang hadir adalah Direktur beberapa BUMN dan Bank di
seluruh Indonesia..padahal saat itu saya hampir tanpa persiapan sama sekali.
Beruntung Bang Iqbal, Pak Iyan, Pak Deibel serta beberapa pejabat Kantor
menpora dapat makfum�
Saat presentasi dengan saya yang sudah nggak  percaya diri ..saya dibantu
oleh Sdr. Halik, semantara rekan yang lain menjadi penonton yang cantik
terhadap ajang (pembantaian ..mungkin) presentasi tersebut.
Hasilnya diluar dugaan..sambutannya cukup positif meski kami sempat
ditertawai berapa kali terhadap cara presentasi kami.  Beberapa statement
yang saya inget betul diantaranya  :
Div TSI  (perwakilan�saya lupa siapa�maaf)  : � sudah Pak Deibel..semua
dapat segera direalisasikan..Bapak Soemitro Rustam prinsip setuju untuk
penyedia jaringannya�
Dir. PT Semen Gresik  :� tolong anda sempurnakan proposal finansialnya kalau
hanya dana cuman segitu (kurang lebih 25 juta/PT..lengkap hardware dan
software-nya�.maaf  kalo saya lupa pasnya..), trus tolong hubungi saya di
Surabaya rekan ITS anda (sambil memberi kartu nama (kn) ..dan saya ingat
betul kn itu saya serahkan ke sdr. Adnan atau sdr. Iwan..??), secepatnya
kalo bisa dalam minggu depan�
Dir BNI � 46 : � Berapa sih yang anda butuhkan untuk itu�
          � (plus minus) 25 juta per PT..pak..total (plus minus) 250 juta��,
jawab saya
         � alah�hanya segitu..Pak Deibel�saya (BNI) punya dana besar
penyisihan laba BUMN yang belum dimanfaatkan�gampanglah�tolong anda datang
ke saya nanti��
� Pak Deibel�tolong sempurnakan proposalnya yang seragam lah..nanti saya
bantu dananya��
Plus beragam komentar mendukung dari beberapa dir.  yang hadir di situ�perlu
diinget lho..sdr. iwan tau tentang hhal itu..karena ikut cengar-cengir dalam
ruangan.

Pak Deibel..� Yoel�Bang Iqbal nanya..berapa lama anda butuh menyeragamkan
semua
proposal itu..biar segera terealisai�
Jawab saya  : �� satu minggu dari sekarang Pak..sudak ada di meja Bapak.�
Pak Deibel : �Ya�bapak2 tolong bantu program ini yaa��

Udah anda bisa bayangkan bagaimana suasana deal program yang dihadiri oleh
orang sekecil saya dengan para direktur tersebut dengan �diawasi� oleh �sang
pembawa kebetulan� bukan kebenaran lho�sdr. Iwan yang tidak terhormat.

Sampai di Bandung�tanpa harus istirahat dulu�hasil tersebut langsung
�disidangkan� dengan �hakim kebetulan�  sdr. Iwan. Dan di situ saya diminta
menyerahkan mandat pengurus (hasil keputusan pak hakim tok).
Saya terima keputusan itu sebagai bagian dari "pembelaan" saya terhadap
Kopma, biar tidak ada perselihan yang tajam ketika program tinggal selangkah
lagi dan saya serahkan mandat beserta seluruh dokumen pendukung dan
informasi lainnya.
Saat itu mandat dipegang sdr. Iwan dengan wakilnya (kalo tidak lupa) sdr.
Adnan.
Keputusan yang penting dari sdr. iwan adalah bahwa Kopma ST3 tidak
siap jadi leader ..takut habis dana banyak�jadi tidak perlu
dilanjutkan..nanti sdr. Iwan yang akan menjelaskan ama PT yang lain, intinya
saya diminta mundur dan ndak perlu ikut2an lagi..beres�.naif sekali...
gampang banget dia ngambil hasil karya orang yang dibikin dengan susah
payah�
Sebelumnya saya udah saya sampaikan amanat terakhir saya :
Ada keuntungan dan kerugian yang harus ditanggung jika ST3 keluar dari
program  : Untung dan rugi kalo jadi leader dulu yaa..
Keuntungan  :
Profit  :
1. Ada dana hasil pengajuan tim sebagai anggaran operasional tim ke PUKK
POSINDO (sponsor resmi kegiatan) sebesar kurang lebih 12 juta yang akan
diturunkan
per termin kebutuhan dan ini harus selalu dichek ke Kopindo sebagai ketua
tim.  Harus
dilakukan oleh pemegang mandat pengurus (yang baru tentu saja) yang ternyata
tidak di
tindak lanjuti sama sekali ... (menghilangkan opportunity income bagi kopma)
2. Jika program jalan..maka instalasi pertama dilakukan di ST3..dengan
anggaran biaya yang kecil sebagai kontraprestasi leader program..bayangkan
berapa yang akan didapat dengan efisiensi 25 juta yang dapat dilakukan,
berapa sumbangan cash in flow kopma dengan kurs waktu itu (tahun 1996).
3. APKOMINDO (asosianya pengusaha komputer), POSINDO, TELKOM dapat memberi
discount terhadap penyelenggaraan program.  Bayangkan berapa yang dapat di
hemat dari
biaya per PT. Dan itu akan masuk ke Kopma ST3 sebagai leader program
(seluruh komponen kita
yang menyediakan dan instalasi kita yang lakukan... ada point of charge yang
jadi income kopma)

Benefit  :
1. Berapa besar keuntungan kita sebagai sebuah Kopma dan PT baru dengan
memimpin 10 PT besar se-Indonesia di 5 pulau besar di Indonesia (ini
legitimasi bung !)
2. Bagaimana kiprah ST3 di panggung nasional di bidang teknologi nantinya
ketika legitimasi leader itu diberikan bahkan mengalahkan ITB yang sudah
begitu lama berdiri.
3. Bagaimana dengan chanelling dan network yang terbangun dengan Kantor
Menpora, POSINDO, APKOMINDO, APWI, 10 PT dan lainnya.


Kerugian :
1. Secara cash flow (bukan expenses atau rugi lho ya ! tetapi cash flow)
Kopma harus berkorban untuk biaya-biaya inisialisasi yang harus dilakukan,
contohnya biaya perjalanan ke Jakarta, kertas, tinta, dsb. Nah cash flow
terpakai ini khan jika program diseriusi (ada tindak lanjut) maka akan
tertutupi ...
2. Energi kepengurusan direktur usaha terpakai untuk mengurusi hal-hal
eksternal ini sementara urusan perbaikan internal harus didisposisikan atau
digantikan oleh pengurus yang lain... sebenarnya ini tidak menjadi kerugian
jika fungsi dir.usaha tergantikan dengan baik oleh pengurus yang lain ...
3. Beberapa rekan panitia mengeluarkan biaya pribadi yang tidak tergantikan
karena sdr. Iwan Z dkk tidak menindaklanjuti mengurusi duit 12 juta dari PT
Pos Indonesia ke Kopindo.

Bayangkan meeeeennn��.. setelah presentasi 'sukses' tersebut
semua peran diambil alih oleh sdr. Iwan yang tidak terhormat itu dengan
'akal-akalan' selaku formatur
Setelah tau disitu ada duitnya� Apa dan siapa sebetulnya yang tidak bener
setelah itu...
Habis itu saya masih diminta untuk meneruskan/menindaklanjuti setelah hampir
1 bulan
peristiwa itu lewat tanpa ditindak lanjut oleh oknum tersebut.
Bahkan dengan santainya sdr. Adnan (maaf Adnan..ini hanya historis
saja)..mengatakan
�tolong laah Yus..itu ditindaklanjuti�dichek semua dananya ..�
Lha wong mandat sudah diambil dan disuruh diem kok sekarang disuruh nerusin
buat nutupin borok oknum�sorry lah yaaw�silakan diterusin sendiri..semua
sudah saya serahkan..
Terus kemana Pak hakim Iwan tidak terhormat larinya�sibuk ama cintanya yang
ditolak�.(Sorry wan..habis sebel seehhh�masak kamu gitu ama temen sendiri)

Terakhir saya tahu�kalo semua dokumen tentang program itu telah hilang dari
sekre..tanpa seorang pun yang tau�persis operasi sandi
yuda�.yang �..ngawurrrrrrrr
Baru saya tau setelah beberapa mhs memakainya dalam menyusun tugas di IF dan
alhamdulillah hasilnya A  semua�Tapi siapa yang mengedarkan�
siapa yang membawa dokumen dan proposal...itu�keluar..padahal semua sudah
saya serahkan�.
Sayang ..kan sebuah proposal program besar hanya dipakai untuk selesein
tugas kuliah�
Tapi syukur lahh hasilnya A�terbukti khan� (oh yaa kata Halik sempat dengar
dari Iwan Z sendiri
kalau proposalnya sengaja disembunyikan dirumahnya..he..he.. dan memang ini
sudah biasa kok bagi dia)
Malah ada yang lucu lagi�
ada dokumen reject yang diekspos sebagai kasus (eehh nggak ada hubungan
denk�sekedar nunjukin operasi intelejen mawut yang dilakukan) dan itu hanya
bisa diketawai saja�.
ceritanya di edisi lebih lanjut (pada edisi3 tuduhan-tuduhan tidak berdasar)

Walah udah laahh�..kacau..lah... herannya kok sekarang dianggap sebagai
program yang
nggak jelas�padahal dia bersemangat banget pada program itu...bela-belain
minjam mobil maksa ke ST3
Biadab�.ngabisin duit�dan segala tuduhan mencret lain�
Kalo nggak ada kerjaan.. kesini aja�.jangan ribut bikin fitnah�.fitnah kok
jadi profesi�

Inga..inga�jangan nuduh sembarangan ..(bukan badaftar rame2 lho..)

Cerita akan saya sambung dalam edisi lain untuk mempertajam per bagian
Sebaiknya dibuat cerbung dengan judul "Kiprah Intelijen Iwan Z di ST3"
Tunggu edisi lebih lanjut�..

Wassalamu�alaikum Wr. Wb.

cApek euyy..nulis�.

Yoelias Noorcahya E.  (yoessy)
112940077
022 - 7565609










Kirim email ke