he..he..he..
kemaren bapak, sekarang saudara..
sekali lagi buat adek-adek mhs..
sorry ya... kalo kemaren salah ketik

Firman

-----Original Message-----
From: B. Dinarto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Saturday, April 17, 1999 1:58 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [stttelkom] Re: Tanggapan saya - ALUMNI yang BAIK ???


Terima kasih baget atas tanggapannya.

Sebelumnya saya utarakan bahwa, saya tidak emosi kok.   8-D  (saya
kacamataan 'lho) .

Kenapa sampai dianggap emosi mungkin, karena saya menulisnya , diantaranya
menggunakan huruf - huruf kapital (bukan huruf besar  . . . sebab kalau
huruf besar . . besarnya seberapa.)
Saya maksudkan agar kata - kata tersebut diperhatikan ('lha mau kirim mode
HTML disarankan 'nggak usah , jadi mau bikin huruf tebal (bold) atau garis
bawah 'khan 'nggak bisa . . .yah hanya agar tidak salah baca saja.)
Kenapa . . . . karena saya sering baca bahwa ada beberapa tanggapan yang
seharusnya telah ada di dalam "surat" yang ditanggapi. OK . . . .

Kalau masalah tentang kekecewaan terhadap STT Telkom, dari segi layanan ke
mahasiswa OK, saya setuju dengan Sdr. Firman, tetapi dari segi ilmu
(akademis dan praktis) yang saya dapat saya bangga masuk kesini.
Udah begitu ditambahi dengan sikap beberapa alumni . . .ingat beberapa (wah
susah, 'nggak bisa bold lagi 'khan atau ada yang tahu caranya kalau di modus
text ?), yang rasanya angkat tangan, padahal, pihak STT Telkom baru
memperhatikan suara mahasiswa jika ada pihak luar yang ikut nimbrung,
contohnya masalah HP itu.
Saya selalu pesen ke teman - teman untuk hemat tenaga, perbaikan di STT
masih jauh.

OK begitu saja tanggapan dari saya.

Dinarto

*********** REPLY SEPARATOR ***********

On 16/04/99, at 15:54, James wrote:

>De' Dinarto ( boleh khan saya sebut begitu ....... )
>Sebelumnya saya himbau dulu supaya gak usah pake emosi dalam berdiskusi di
>sini.
>Tau khan "nettiquette" dimana kalo nulis pake huruf besar semua itu artinya
>tereak ?
>Soalnya kalo pake emosi apalagi kalo pake menghujat gak akan ada yang
>selesai.
>
>Tentang frase " Nyusahin Alumni " dari mas Firman terus terang opini saya
>terbelah dua,  kadang saya merasa disusahkan oleh adek-adek mahasiswa
>STTTelkom, tapi seringkali saya merasa senang kalau bisa ngebantu kalian.
>Saya merasa senang jika kalian datang pada kami untuk berdiskusi, bertukar
>pikiran tentang segala sesuatu yang bisa memperkaya wawasan kami dan kalian
>tentang apa saja, teknologi, kehidupan mahasiswa atau apa sajalah yang
>intinya kita bisa saling berbagi. Mungkin dari saya, saya bisa berbagi
>pengalaman waktu kuliah dulu, dan dari kalian bisa berbagi masalah-masalah
>yang kalian hadapi entah itu perkuliahan atau kemahasiswaan, seperti juga
>yang telah terjadi beberapa waktu terakhir di milis ini tentang HP
>STTTelkom.
>
>Namun saya juga kadang merasa disusahkan jika segelintir kalian datang ke
>kami untuk meminta 'bantuan' dana ini dan itu. Dan terus terang
frekuensinya
>cukup sering. Nah saya curiga yang seperti inilah yang dimaksudkan sebagai
>"Nyusahin" oleh mas Firman.
>Saya pernah berbicara pada pengurus Sema STT, setelah saya mengajar
beberapa
>waktu lalu. Saya minta sama mereka, mbok ya kalo mengingat alumni itu
jangan
>saat kalian butuh duit aja. Tapi coba deh alumni itu dilibatkan juga dalam
>skala yang lebih luas dari sekedar duit. Mungkin satu atau dua orang akan
>tetap keberatan tapi pasti akan ada yang dengan senang hati membantu
kalian.
>Nah, cuma saya gak tau sejauh mana pengurus sema itu menyampaikan
permintaan
>saya tersebut.
>
>Nah itu aja ................
>
>
>James,
>Year 2000 Ready
>
>
>+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
+

Kirim email ke