Pak Wiyono YSH,
Saya kira masalah berapa lama seseorang bersekolah tidak menentukan
kualitas orang tsb., yang menentukan adalah bagaimana kita menyikapi
masa-masa sekolah itu, Apakah hanya untuk prestise, nunut lingkungan
aja, atau bagian dari tugas utama ilmi yang amaliyah, amal yang ilmiah,
sebuah long process dalam hidup.
Wassalam
-----Original Message-----
From: Wiyono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, April 19, 1999 10:00 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [stttelkom] Milis Panas
Dear all,
Saya sangat setuju jika diskusi di box ini hangat. Memang perlu disiram
jika terlalu panas dan di panasi jika terlalu dingin...
Dan yang lebih penting -menurut saya - sebaiknya semua pernyataan maupun
pertanyaan tidak ditujukan untuk memojokkan pihak lain. Sebab : apakah
yang
dapat kita harapkan dari situasi semacam itu? Selain kita akan mendapat
cakaran sekuat dia bisa mencakar?
Tentunya akan sangat menyenangkan jika diskusi ini seru. Tapi kita-kita
yang sudah lebih dari 12 tahun bahkan ada yang lebih dari 18 tahun
makan
sekolahan tentunya berbeda cara melontarkan pendapatnya dengan mereka
yang
belum makan sekolahan sebanyak itu.
=======================
Wiyono
Jurusan Teknik Industri
STT Telkom
=======================
At 09:03 19/04/99 +0700, you wrote:
>Dear all,
>
>Dari diskusi ini ada saja orang yang kurang gaul, langsung main kuasa,
main
>cabut, kick-out dan lain sebagainya. Udah jelas dari milis yang di
lempar
untuk
>informasi ada manfaatnya, tentang kerugian, tentang rahasia, pamer
rejeki.
dan
>lin sebagainya. Tapi ditanggapai, sok tahu, pejabat yang dikritik tidak
>terima(katanya ia tidak mengerti, nah ketahuan deh belangnye, kagak
bisa
>ape-ape). Inilah semua pertanda, kalau orang itu sudah "duduk, lupa
berdiri".
>Takut pula kursinya diambil orang laen. Jangan begitu baah. Biarkan
orang
>bertukar informasi. Biarkan orang berdiskusi, entah panas atau tidak,
tugas
>kita semua memberi es pendingin jika panas, menyalakan api pemanas bila
"otak
>beku" alias tidak mau olah pikir.
>Jangan gampang menuduh, jangan langsung menarik kesimpulan sendiri.
Anda-anda
>semua, sebagai intelektual&cendakiawan bertanggung jawab untuk itu.
>
>Nurain SILALAHI (orang yang sering melucu dan mengomentar perilaku yang
kurang
>mutu).
>
>Hazim Ahmadi wrote:
>
>> saya nambahin Man,
>>
>> 4. sebagian org sok tahu.
>> 5. menuduh alumni ini ..itu atau pejabat telkom kurang ini ...itu
/nggak
>> tahu maksudnya nih..saya.
>> 6. alumni nggak pernah nyumbangin sesuatu buat stttelkom (kata B.
Dinarto).
>> 7. semua merasa benar (he...he...he.. )
>> 8. HP sttttel rame saling lempar tanggungjawab...
>>
>> gimana ya ...kalau misalnya diperlakukan aturan orang - orang yang
suka
>> bikin nggak sehat milist ini di-kick out aja. menuh - menuhin Inbox
tapi
>> isinya nggak enak didengar eh...dibaca.
>>
>> salam kompak .......
>>
>> ciao
>>
>> hazim
>>
>> On Friday, April 16, 1999 4:03 PM, Diatherman Anggen
>> [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] wrote:
>> > Dear All,
>> >
>> > Akhir2 ini milis ini menjadi 'panas', padahal dulu itu
>> > diskusi di milis bisa berjalan lebih 'enak' dan produktif.
>> >
>> > Nggak tahu karena memang ini ciri2 demokrasi
>> > atau reformasi, atau karena hal lain saya tidak tahu.
>> >
>> > Yang saya lihat akarnya adalah
>> > 1. rasa diri yang selalu 'benar' terlampau besar
>> > 2. meremehkan org lain / pendapat org lain
>> > 3. emosi tinggi
>> > (ada yang mo tambahin nggak sampe nomor 13??)
>> > J/K
>> >
>> > Punten pisan kalo nggak berkenan.
>> >
>> > Cool man....
>> > :-)
>> >
>> > -- Diatherman Anggen --
>> > e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>> > [EMAIL PROTECTED]
>> > ph : 022-4532208
>> > fax : 022-7279411
>
>