FYI
At 15:03 23/04/99 +0700, BK wrote:
>Ini mungkin bisa sedikit menggambarkan suasananya
>
>catt:
>Untuk bisa lebih diterima oleh semua pihak, beberapa kata (arab) dari e-mail
>fwd ini telah saya edit/ubah ke bhs indonesia.
>
>BK
>
>-----Original Message-----
>From: Ismail Fahmi
>To: [EMAIL PROTECTED]
>---------- Forwarded message ----------
>Date: Fri, 23 Apr 1999 12:15:10 +0700 (JAVT)
>From: Nuryanti
>
>assalammualaikum wr wb
>
>Hearing kemarin cukup menarik, walau menurutku nggak ada sesuatu yang
>baru, mungkin yang baru adalah suasana dan semangatnya.Dan ini betul-betul
>pendidikan politik secara masif bagi masyarakat luas.
>
>Didahului dengan Ahmad Sumargono dari PBB.Banyak dihujani
>pertanyaan-pertanyaan kritis,mulai dari keekslusifan dia,kedekatannya
>dengan Prabowo,hubungannya dengan PDIP, dll.Dan diakhiri dengan
>pengakuannya bahwa dia belum layak jadi presiden RI.
>
>Kemudian dilanjutkan dengan Didin Hafizdudin. Ada yang menarik di
>sini,yaitu suasana yang dibangun itu saat kita masuk ke dalam
>ruangan,komposisi duduk perempuan dan laki-laki sudah tertata dengan rapi
>layaknya sebuah tabligh akbar di masjid. Jadi yg wanita di sisi kanan dan
>yg laki2 di sisi kiri,membuatku sempat takjub.Jadi dapat saya pastikan yang
>hadir sebagian besar memang partisan PK.Dan acara hearing jadi mirip jumpa
>fans daripada sebuah usaha penggalian pribadi Didin.Tidak tahu kenapa
>yang jelas ada dua kemungkinan,pertama mungkin karena kesungkanannya
>kepada Didin sendiri
>yang lebih pantas sebagai seorang kyai daripada seorang negarawan (membuat
>khalayak berusaha untuk memilah-milah pertanyaan), atau karena menganggap
>Didin kurang kredibel mewakili PK karena dia sendiri bukan anggota
>PK,sehingga rasanya percuma untuk tahu PK secara detail (seperti ada
>seorang penanya yang melontarkan hal itu.Tapi didin sepertinya cukup
>matang namun kurang terlatih di lingkungan dengan idiologi yang heterogen
>yang terbungkus dengan berbagai macam kepentingan.Ketika seorang kristen
>menanyakan apakah bisa seorang kristen jadi presiden ? dia menjawab dengan
>cukup elegan yaitu tidak bisa karena selain UUD'45 ada sumber hukum sosial
>yang tidak memungkinkan hal itu.Sama dengan AS yang tidak bisa orang
>muslim jadi pemimpin di sana.
>
>Kemudian Amien Rais,dan tak diragukan lagi dialah bintangnya di acara ini.
>Masih jauh di atas yang dua orang tadi.Gimana Amien dapat membawa logika
>kenegaraan dengan jiwa Islam yang kuat tapi bahasa ilmu sospolnya membantu
>dia untuk bisa membuat semua kalangan sepakat.Dan dia tidak pernah
>mengutip Al qur'an dan Hadist namun tetap enak didengar dan mudah
>dipahami.Jawaban-jawabannya cerdas mengalir tapi tetap tidak meninggalkan
>kebersahajaannya.Tak heran jika 30 menit sebelum acara dimulai orang sudah
>antri di pintu untuk bisa sekedar melihat langsung sang calon presiden
>yang sepertinya calon terkuat.
At 13:44 23/04/99 +0700, Kokoh Kabul wrote:
>Bagi yang berdomisili di Bandung,
-diapus-