-----Original Message----- From: Djuni Pristiyanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Kamis 05 April 2001 18:58 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [WalhiNews] Tiga Sungai Terima Limbah Industri http://www.suaramerdeka.com/harian/0104/05/slo9.htm Kamis, 5 April 2001 Sala Tiga Sungai Terima Limbah Industri SALA- Puluhan perusahaan menengah dan besar di Karanganyar ditengarai berpotensi besar mengeluarkan limbah, baik cair, padat, maupun gas. ''Untuk limbah cair, tiap perusahaan mengeluarkan 10 sampai 2.000 meter kubik per hari. Sedangkan limbah padat 0,01 sampai 700 kg, dan limbah gas antara satu hingga 4.800 m3,'' jelas Pius Triwahyudi SH dan Drs Setyo Nugroho MS dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian (Lemlit) UNS Sala, kemarin.Dikatakan, perusahaan yang paling banyak membuang limbahnya berada di Jaten dan Kebakramat. Kedua daerah tersebut selama ini menjadi pusat industri, mulai dari tekstil sampai kimia. ''Selama ini ada tiga sungai yang menjadi media penerima limbah industri itu, yakni Pengak (3.740 m3/hari), Sroyo (375 m3), dan Ngringo (1.219 m3). Dari ketiga sungai itu baru kemudian terbuang ke Bengawan Sala,'' tambah Pius.Dari banyaknya limbah cair yang dibuang itu, katanya, sangat diperlukan perhatian khusus terhadap kandungan kimia yang turut terbuang. Dengan begitu akan bisa diketahui secara pasti apakah melebihi ambang batas atau tidak.Untuk limbah padat, termasuk lumpur, mencapai lebih kurang 182 m3 per hari. Limbah itu biasanya dibuang di tanah dengan lahan terbuka atau ditanam di lingkungan pabrik. ''Sedangkan limbah gas, yang volumenya kurang dari 4.800 m3 per hari, dihasilkan dari cerobong asap apbrik maupun dari proses pengolahan Ipal. Limbah itu menggunakan media udara untuk sebarannya, dengan radius pada wilayah Karanganyar, Sragen, dan Surakarta. Kerusakan Lingkungan Tim peneliti itu juga meminta Pemkab Karanganyar agar memerhatikan masalah penggunaaan air tanah dalam untuk kegiatan industri. Hal itu sangat potensial mengakibatkan penurunan air permukaan yang dapat menimbulkan permasalahan sosial dengan penduduk sekitar.Diungkapkan, masalah lain yang dihadapi Karanganyar adalah kerusakan lingkungan akibat usaha penambangan galian C. Mulai dari penggalian tras, kapur, pasir batu, dan tanah liat yang banyak digunakan untuk genteng maupun batu bata.Di samping itu, sektor usaha peternakan dan industri kecil, meskipun mengeluarkan limbah dalam skala kecil, sudah layak diperhatikan. Setidaknya mereka segera mendapat bimbingan teknik agar usahanya tidak berdampak negatif pada lingkungan.Tim Peneliti UNS itu memberikan solusi untuk sektor industri yang mengeluarkan limbah padat, cair, dan gas, mulai dari penegakan hukum aspek perizinan, pengoperasian Ipal secara baik dan optimal lalu dilakukan evaluasi secara berkala. ''Instansi berbagai pihak juga perlu melakukan pemantauan dan membuat Ipal secara kolektif bagi industri yang belum punya, lalu penyediaan TPA dan daur ulang limbah padat,'' katanya. (bs-31) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~> Make good on the promise you made at graduation to keep in touch. Classmates.com has over 14 million registered high school alumni--chances are you'll find your friends! http://us.click.yahoo.com/03IJGA/DMUCAA/4ihDAA/IrJVlB/TM ---------------------------------------------------------------------_-> ***[WalhiNews]*** Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Pengelola: Divisi Infokom, Eksekutif Nasional WALHI; Email:[EMAIL PROTECTED]; URL://www.walhi.or.id Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
