Daftar berita terlampir: * Pakar agar Pahami Sejarah Tawangmas (2001-04-19) * Normalisasi Kali Cabean Butuh Rp 600 Juta (2001-04-19) * Waduk Kedurus Dipenuhi Eceng Gondok (2001-04-18) TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Pakar agar Pahami Sejarah Tawangmas http://www.suaramerdeka.com/harian/0104/19/kot1.htm Untuk melihat kondisi lapangan dan alur, peserta pertemuan kasus Sungai Tawangmas kemarin meninjau lokasi. Sebelum peninjauan pertemuan menerima masukan dari pakar dan wakil kedua pihak. Pertemuan dihadiri Sekda Soekamto SH, Asisten I Sekda Drs Farchani, Ketua Komisi A Tugiran Kusumo SH, Ketua Komisi D Dra Siti Markamah, dan Kepala BPN Sumardjito SH. (Suara Merdeka, 2001-04-19) Normalisasi Kali Cabean Butuh Rp 600 Juta http://www.suaramerdeka.com/harian/0104/19/kot19.htm Hingga kemarin tanggul Kali Cabean yang jebol terus diperbaiki. Kendati belum 100% selesai, sebagian besar lubang sudah tertutup. Tenaga bantuan dari Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Jateng bekerja sama dengan warga sekitar lokasi bencana bahu-membahu mengebut memperbaiki tanggul. Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, merelakan sejumlah pohon bambu dan kelapa mereka ditebang untuk mempercepat perbaikan tanggul. Jika hanya mengandalkan tanah urukan yang diambil dari sekitar lokasi penutupan talud lama dan sulit. Sebab, tanah di sekitar lokasi becek sehingga saat ditaruh di lubang tanggul melorot lagi. (Suara Merdeka, 2001-04-19) Waduk Kedurus Dipenuhi Eceng Gondok http://www.kompas.com/kompas-cetak/0104/18/jatim/wadu19.htm Waduk pengendali banjir Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, kini dipenuhi tumbuhan air eceng gondok. Jika eceng gondok itu tidak segera dibersihkan, mereka akan membusuk dan mendangkalkan waduk. Ini berarti pula, fungsi waduk sebagai pengendali banjir tersebut, bakal tidak maksimal. Pemantauan Kompas, hari Selasa (17/4), Waduk Kedurus amat strategis, karena waduk itu masih berfungsi baik sebagai pengendalian banjir untuk tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karangpilang, Kecamatan Wiyung, dan Kecamatan Lakarsantri. (Kompas, 2001-04-18) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
