Daftar berita terlampir: * Jutaan Ton Batu Bara di Kaltim Terbuang * Pemda Tutup Pabrik Kertas PMA di Lampung * Suplai Air Kapuas Terancam akibat Penebangan Liar Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Jutaan Ton Batu Bara di Kaltim Terbuang http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2143 Setiap tahun sedikitnya dua juta ton batu bara dari sisa produksi batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) terbuang percuma. Jumlah ini pun baru dihitung dari sekitar enam perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di sepanjang Sungai Mahakam. Kepala Dinas Pertambangan dan Sumber Daya Mineral Kaltim Istiardjo di Samarinda, Kamis (20/9) malam, menyatakan, terbuangnya jutaan ton batu bara yang umumnya berupa pasir batu bara itu terjadi pada saat pencucian maupun saat pemuatan ke kapal dan pengangkutannya. Istiardjo mengkhawatirkan kalau sebagian batu bara itu telah masuk ke Sungai Mahakam dan mengganggu ekosistem perairan di sungai terbesar di Kaltim itu. Selain itu, dari sisi penerimaan, negara juga dirugikan karena berkurangnya pendapatan. (Kompas, 2001-09-22) Pemda Tutup Pabrik Kertas PMA di Lampung http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2146 Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Tengah menutup kegiatan usaha pabrik kertas dan sumpit PT Shui Fung Hsing (SFH), karena dinilai telah mencemari beberapa daerah aliran sungai (DAS) hingga meresahkan warga. Langkah itu sudah diketahui Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim. Demikian Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya, Jumat (21/9), di Gunung Sugih, sekitar 60 km dari Bandar Lampung. Lokasi pabrik kertas dan sumpit yang terletak 20 km utara Gunung Sugih itu berstatus penanam modal asing (PMA) dari Taiwan. "Surat keputusan penutupan pabrik sudah dibuat dan belum saya tanda tangani. Dipastikan, awal pekan depan surat perintah penutupan sudah disampaikan ke manajemen SFH," kata Andy yang baru saja tiba dari Jakarta, kemarin petang. (Kompas, 2001-09-22) Suplai Air Kapuas Terancam akibat Penebangan Liar http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2147 Menipisnya areal hutan akibat penebangan liar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas sekitar kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) Kalimantan Barat, telah mengakibatkan terganggunya suplai air bagi sungai yang terpanjang di Indonesia ini. Jika praktik penebangan liar terkait tidak segera diatasi, dipastikan akan mengancam kelangsungan fungsi hidrologi dan tata air Sungai Kapuas. Hal ini tentunya akan berdampak buruk bagi ekologis dan ekonomi masyarakat sekitar DAS, yang sangat bergantung pada keberadaan sungai tersebut.Demikian Hermayani Putera dari World Wide Fund for Nature (WWF)-Indonesia kepada wartawan, Jumat (21/9), di Jakarta. Hal itu dikemukakan Hermayani Putera usai penandatanganan kontrak kerja sama pengelolaan TNBK oleh International Tropical Timber Organization (ITTO), Departemen Kehutanan, dan WWF-Indonesia. Penandatanganan itu dilaksanakan oleh Direktur Eksekutif ITTO Dr Manoel Sobral Filho, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan (Dephut) Wahjudi Wardojo, dan Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Agus Purnomo. Dalam program kerja sama itu, ada bantuan hibah senilai 1,43 juta dollar AS dari ITTO. (Kompas, 2001-09-22) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
