Daftar berita terlampir: * Bupati Bekasi Minta Perusahaan Mengolah Limbahnya * Delapan Sungai di Bekasi Tercemar Limbah
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Bupati Bekasi Minta Perusahaan Mengolah Limbahnya http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2871 Menanggapi banyaknya sungai di Kabupaten Bekasi yang tercemar limbah industri, Bupati Bekasi Wikanda Darmawijaya meminta perusahaan penghasil limbah mengolah serta menetralisasi limbahnya sebelum dilepas ke sungai. Jika dibutuhkan, Dinas Lingkungan Hidup dapat bekerja sama dengan investor, khusus untuk menangani limbah serta air sungai yang telanjur tercemar. "Kalau memang kejadiannya seperti itu, saya minta Dinas Lingkungan Hidup bisa lebih efektif lagi mengecek ke lapangan. Saya juga mengimbau agar para pemilik industri bisa menetralisasi limbah-limbah itu supaya tidak mencemari sungai. Untuk mengelola limbah, tentu dibutuhkan ilmu, sarana, serta biaya yang tinggi sehingga dibutuhkan kehadiran investor," papar Wikanda, Kamis (27/12). (Kompas, 2001-12-28) Delapan Sungai di Bekasi Tercemar Limbah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=2874 Delapan sungai di Bekasi saat ini tercemar limbah sangat parah. Selain dari timur Jakarta, Karawang lewat Sungai Citarum, limbah itu juga berasal dari Bogor. Akibatnya, banyak petani tambak gagal panen karena ikan-ikan tidak dapat hidup.Demikian antara lain hasil penelitian Pusat Peranserta Masyarakat (PPM) Bekasi November lalu, yang mengambil sampel di Kecamatan Tarumajaya, Babelan, dan Muara Gembong. Delapan sungai tersebut ialah Sungai Blencong, Sungai Laut PLTGU Muara Tawar, Sungai Bojong, Sungai Kaliabang Hilir, Sungai CBL, sungai dekat pipa pembuangan PT KBT, Sungai Bendungan, dan Sungai Cikarang. Penelitian PPM dibantu dua konsultan, masing-masing dari Universitas Trisakti (Tiena Amran) dan Universitas Sahid (Maryati). "Kami menemukan korelasi antara pencemaran dengan kemiskinan terstruktur di tiga kecamatan itu. Contoh konkret ialah rendahnya tingkat pendapatan masyarakat di pesisir utara Bekasi yang menggantungkan hidup sebagai nelayan dan petani tambak ikan. Penghasilan mereka menurun drastis. Banyak penduduk berpenghasilan di bawah Rp 10.000 per hari dengan kebutuhan hidup Rp 20.000 per hari," papar Ketua PPM Bekasi Abid Marzuki MEd, Rabu (26/12). (Kompas, 2001-12-27) --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] TerraNet: Portal Lingkungan Hidup Indonesia: http://www.terranet.or.id
