Indonesia Bergantung pada Pemilu 2009
Bisnis Indonesia, Kamis, 08 Januari 2009


Tahun 2009 dipastikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bangsa kita. 
Hajatan besar berupa pemilihan umum legislatif dan puncaknya pemilihan 
presiden-wakil presiden dilaksanakan tahun ini. Pesta demokrasi tersebut 
pastilah menyita perhatian hampir seluruh komponen bangsa.

Kalau pada 1999, pemilu digelar dalam suasana baru meninggalkan krisis ekonomi 
dan masa-masa reformasi, tahun ini pemilu digelar dalam suasana yang tidak jauh 
berbeda. Krisis keuangan dunia jelas memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

Pengalaman pada 1999 seharusnya menjadi pelajaran berharga buat kita sebagai 
suatu bangsa. Tidak ada alasan kita pesimistis dengan proses politik yang akan 
terjadi tahun ini. Silakan saja ada sekelompok tokoh dan masyarakat bersikap 
untuk tidak memilih atau golput pada Pemilu 2009 karena hal itu adalah hak.

Saya percaya, meski masih banyak yang meragukan, sebagai bangsa kita sudah 
cukup pengalaman melewati masa-masa sulit. Perjuangan pada 1945 untuk merebut 
kemerdekaan, perang saudara pada 1966 yang memunculkan Orde Baru dan kisah 
reformasi pada 1998 yang menghasilkan pemerintahan seperti sekarang adalah 
bukti.

Cuma persoalannya, tidak cukup dengan pengalaman untuk menjadi lebih baik dari 
sekarang. Untuk hal ini, kita banyak bergantung pada para pemimpin bangsa. 
Pengalaman mengajarkan bahwa pemimpin yang baik dan kuat sering membawa suatu 
bangsa melesat cepat menuju kemajuan.

Untuk itu, pelaksanaan Pilpres 2009 menjadi amat penting demi keberlangsungan 
perjalanan kita sebagai bangsa yang besar di dunia.

Satu hal lagi yang patut menjadi renungan kita bersama adalah jangan sampai 
kita memilih presiden yang hanya menjadikan kesusahan atau nasib rakyat miskin 
sebagai bahan kampanye seperti yang muncul di iklan-iklan TV.

Padahal kita tahu para capres tersebut hidup dalam kemewahan dan amat jauh 
dengan kondisi yang sulit seperti rakyatnya.

Klaim bahwa keberhasilan yang dicapai sekarang ini hanyalah milik pemerintahan 
juga menjadi tidak adil.

Rico Wanabakti
Simprug, Jakarta


Sumber: Harian BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id96185.html 


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke