BBM Turun, Rakyat Makin Susah
Suara Pembaruan, Kamis, 08 Januari 2009

Kebijakan pemerintah dalam hal BBM, tak pernah jelas. Sebab, ketika harga BBM 
diturunkan, yang terjadi adalah kelangkaan BBM di mana-mana. Ada kesan rakyat 
dihibur dengan turunnya harga BBM, tapi penurunan harga tak diimbangi dengan 
pengadaan. Alhasil, sepertinya hanya akal-akalan saja-dengan memberikan angin 
segar kepada masyarakat, bahwa pemerintah sigap pada saat harga minyak dunia 
kian menurun.

Padahal, turunnya harga minyak dunia hingga mencapai lebih kurang 50 persen, 
yakni dari 130 dolar per barel menjadi 65 dolar sampai 70 dolar per barel, 
sebagai hal yang lumrah. Jadi, bukan sebagai prestasi bahwa pemerintah pro 
rakyat dengan menurunkan harga BBM, karena itu memang sudah keharusan, sekali 
lagi keharusan. Ini tak ubahnya juga ketika harga CPO turun, mestinya harga 
minyak goreng juga turun.

Pemerintah seharusnya tak hanya menyalahkan perusahaannya, tapi mestinya juga 
sudah mengantisipasi hal ini. Karena kelangkaan BBM bukan sekali dua kali. Tapi 
dalam sepengetahuan saya, sudah berkali-kali. Alhasil, penurunan BBM juga tak 
menguntungkan masyarakat akibat dari kelangkaan BBM. Kenapa? Karena penurunan 
BBM juga tak diimbangi dengan penurunan biaya transportasi umum. Bahkan, 
transportasi dan distribusi di berbagai daerah juga menjadi seret. Harga 
kebutuhan pokok yang idealnya ikut turun, malah jadi naik. Masyarakat hidupnya 
dibikin semakin susah, bukan semakin mudah.

Selain itu, seperti kata pengamat, kebijakan subsidi hanya akal-akalan 
pemerintah dengan menurunkan harga minyak, karena secara prinsip tidak 
menaikkan subsidi, melainkan hanya mengurangi stok BBM. Akibatnya, saat harga 
diumumkan turun, stok BBM di pasaran juga turun. Akibatnya, harga eceran 
menjadi naik, bahkan beberapa kali lipat sebelum harga itu diturunkan.

Celakanya lagi, kebijakan stok BBM tersebut, telah dilakukan jauh sebelum harga 
BBM itu resmi diturunkan. Contohnya beberapa pekan terakhir warga kesulitan 
menemukan BBM di berbagai SPBU resmi, alasannya libur panjang, Pertamina belum 
online dengan SPBU, sehingga order pengadaan sulit. Rasanya, semua alasan 
tersebut tak masuk akal.

Ridin
Karangduren RT.001/RW.05 Bobotsari-Karangduren, Purbalingga


Sumber: Harian Sore SUARA PEMBARUAN
URL: http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=3409



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke