Tujuh Stimulus Ekonomi Persatuan Indonesia
Sinar Harapan, Sabtu, 10 Januari 2009


Buku UUD1945 dan Perubahannya + Struktur Ketatanegaraan (Indonesia Tera, ISBN 
979-775-047-7) menyuratkan tentang tujuh Tata Nilai Persatuan Indonesia, yaitu 
(1) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan 
bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan 
golongan, (2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa 
apabila diperlukan, (3) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, 
(4) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, (5) 
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan 
keadilan sosial, (6) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka 
Tunggal Ika, (7) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. 
Sementara itu, terberitakan tentang Fokuskan Stimulus untuk Serap Tenaga Kerja 
yang ternyata hanya berkutat di Sektor Industri yang berbasis budaya “anak 
panah”, sedangkan Indonesia juga
 bermuatan sektor pertanian yang berbasis budaya “siklus waktu” (KIAMAT 2012, 
Lawrence E Joseph, ISBN 978-979-22-4055-9).

Siklus Waktu mengacu pada kontinum abadi, seperti siang dan malam, musim 
dingin, musim semi, musim panas, musim gugur, pasang surut Bulan. Masyarakat 
Barat kontemporer pascaindustri menekankan laju waktu yang mirip Anak Panah, 
berlalu lebih cepat dan semakin cepat, berkedip dan berbunyi di jam, oven 
microwave, ponsel, dan pintu putar.

Kesukaan terhadap Anak Panah mengungkapkan orientasi masyarakat terhadap 
perubahan dan kemajuan, walaupun terkadang hingga mencapai titik pengabaian 
nilai-nilai abadi dan kekal. Ketidakseimbangan ini mungkin saja dampak 
pergeseran dari ekonomi berbasis agrarian, yang sangat bergantung pada Siklus 
Musim, menuju ekonomi produksi industri dan informasi yang tidak terlalu 
tergantung pada irama alam.

Dengan kata lain, di tengah sensitivitas kegalauan akibat dampak krisis ekonomi 
global bagi ekonomi Indonesia kini, maka arah kebijakan pemanfaatan dana 
stimulus apalagi terhitung dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBN 
2008 adalah bijak juga diarahkan bagi sektor pertanian darat maupun laut, 
khususnya bagi pertanian. Alternatif pengganti tujuh komoditas impor yang 
membebani devisa sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk pertanian 
asing dan menambah dorongan pro produksi dalam negeri serta bantuan peralatan 
penangkapan ikan bagi para nelayan tradisional, sebagai amunisi perkuatan rasa 
persatuan dan kesatuan bangsa.

Kebijakan publik berkeadilan pro rakyat khususnya dana stimulus baik bagi 
sektor industri maupun bagi sektor pertanian di atas akan merajut lebih mantap 
rasa persatuan. Apalagi 2/3 potensi wilayah Indonesia adalah 
kebaharian/kelautan sehingga tidaklah berlebihan pada penghujung 2009 dapat 
bangga disebut sebagai tahun Keadilan demi Persatuan Indonesia.

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH
Jakarta


Sumber: Harian Umum Sore SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/10/opi02.html



      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke