"Premium Call" dari Telkom
Kompas, Rabu, 14 Januari 2009

Tagihan bulanan telepon rumah saya biasanya Rp 100.000- Rp 200.000. Namun, pada 
Agustus 2008 tagihan membengkak menjadi Rp 1.412.574. Setelah melihat rincian 
percakapan yang dicetak pada 7-8 Juli 2008, tertulis mulai pukul 23.20 hingga 
pukul 05.14 (346 menit atau 5 jam 46 menit) terpakai untuk Japati/premium call 
sebesar Rp 1.180.584. Saya keberatan karena tidak menggunakan jasa itu.

Kemudian, saya mengajukan klaim ke Kandatel Jakarta Selatan (11/8/2008). Namun, 
saya diharuskan membayar lebih dulu Rp 500.000 agar klaim bisa diproses. 
Petugas berjanji, satu minggu kemudian akan memberi jawaban tertulis atau 
memberi informasi melalui telepon genggam. Sementara itu, saya juga meminta 
telepon rumah diprogram agar tidak dapat digunakan untuk Japati.

September 2008, tagihan baru keluar dan biaya pemakaian sudah dilunasi. Namun, 
untuk kasus sebelumnya belum ada jawaban atas klaim itu.

Awal Oktober 2008, telepon saya diblokir karena belum membayar tunggakan 
pemakaian Japati sejak Agustus 2008. Dan, tagihan membengkak menjadi Rp 
1.212.374, termasuk denda keterlambatan.

Saya mengajukan klaim lagi ke Kandatel Jaksel. Kepada saya diinformasikan, pada 
14 Agustus 2008 telah dikirim jawaban klaim berdasarkan pengecekan data dari PT 
Mobic Ind tertanggal 20 Agustus 2008 (?). Jawaban atas klaim itu tidak pernah 
saya terima hingga Oktober 2008. Akibatnya, saya tetap dikenai denda, padahal 
berulang kali saya menanyakan hal itu ke call centre Telkom 147.

Dengan terpaksa, saya harus membayar tunggakan pemakaian Japati untuk Agustus 
2008, ditambah denda karena dianggap terlambat. Meski demikian, saya dikenai 
potongan kebijakan 30 persen dengan syarat saya harus membuat surat pernyataan 
agar bisa menggunakan telepon kembali.

Atas kejadian ini, saya menilai PT Telkom Tbk bertindak sepihak dalam 
penyelesaian klaim pelanggan. Seharusnya Telkom memberi penjelasan kepada 
pelanggan mengenai Japati/premium call serta baik buruknya sehingga pelanggan 
bisa memilih mematikan atau tidak.

HERRY SANTOSO
Jalan Gandul Raya 2 D Kav Pertamina, Cinere, Depok


Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/14/00244822/redaksi.yth




      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke