TNI dan Polri Harus Tetap Netral Bisnis Indonesia, Sabtu, 31 Januari 2009
Keterlibatan TNI/Polri dalam politik praktis pada masa pemerintahan Orde Baru sudah menjadi rahasia umum. TNI/Polri merupakan kekuatan penekan yang digunakan orde baru untuk menekan masyarakat. Memasuki masa reformasi, peran TNI/Polri di ranah politik sudah mulai berkurang. Tapi tak menutup kemungkinan masih ada keterlibatan TNI/Polri dalam politik praktis. Bahkan, ketika pemilu dilaksanakan secara langsung, peran TNI/Polri tetap masih ada. Untuk itu perlu ada upaya menempatkan TNI/Polri pada kedudukannya sebagai aparat negara dengan tugas utama melindungi NKRI dan masyarakat. Saya menghargai apa yang dilakukan Presiden SBY yang mengeluarkan statement tentang adanya keterlibatan TNI/Polri dalam politik praktis. Meski kemudian statement tentang adanya gerakan asal bukan capres S atau ABS di TNI AD dan keterlibatan petinggi Polri dalam tim sukses Capres jadi kontroversial, tapi paling tidak ada tujuan di balik itu semua. Esensinya adalah mengkritik TNI/Polri mengenai keterlibatannya dalam dunia politik, serta menempatkannya sebagai pihak yang netral. Bagaimana pun juga keterlibatan TNI/Polri dalam politik praktis, bisa mengganggu kelancaran pemilu, terutama pada pemilihan 2009. Jadi saya mengimbau, jangan menganggap pernyataan SBY itu sebagai serangan politik. Anggap saja pernyataan itu sebagai upaya mengembalikan TNI/Polri dalam tugasnya sebagai pengaman negara dan pelindung masyarakat. Kalaupun ada yang merasa menggunakan TNI/Polri sebagai alat untuk memperoleh kekuasaan politik, sebaiknya mulai berpikir. Jangan sampai mencederai demokrasi dengan menggunakan kekuatan militer sebagai alat penekan. Aries Tresna Jl. Pajaga II/50 Depok Tengah II, Depok Sumber: BISNIS INDONESIA URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id100638.html Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
