Sawah Dikorbankan untuk Pembangunan Jalan Tol
Kompas, Senin, 2 Februari 2009


Desakan untuk mengganti pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya yang akan 
”memakan” sawah produktif sekitar 4.264 hektar belum mendapatkan tanggapan 
serius dari pemerintah. Ini baru sawah yang terkena langsung, belum lagi efek 
berantai pada lahan lainnya di sekitar tol tersebut.

Aneh jika protes penghentian pembangunan Pusat Informasi Majapahit bisa 
disetujui pemerintah, tetapi ”pemusnahan” sawah di Pulau Padi (Jawa Dwipa) 
sebagai pemasok 53 persen kebutuhan pangan nasional ternyata tidak direspons 
pemerintah. Bahkan, pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto 
menegaskan bahwa pemerintah sudah memikirkan konsekuensinya secara matang. 
Pemerintah tidak bisa lagi diminta mundur atau mengalihkan rencana tersebut 
dengan membangun rel ganda kereta api.

Padahal, menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian, investasi pembangunan 
prasarana perkeretaapian hanya 30 persen dari pembangunan jalan raya dari 
beton, apalagi pada jalur Jakarta-Surabaya. Penambahan satu trek lagi tidak 
perlu menambah lahan, artinya tidak perlu mengorbankan sawah. Berdasarkan 
teori, untuk delapan jalur jalan tol adalah sepadan dengan jalur ganda kereta 
api (Wilfred Owen, Erza Bowen and the Editors of TIME-Life Books, TIME-Life 
International N.V., 1972).

Jika pembangunan jalan tol itu tetap dilaksanakan, dikhawatirkan akan menjadi 
preseden tidak baik bagi pembangunan-pembangunan infrastruktur lain yang 
memakan korban lahan yang masif. Rakyat kecil sangat cemas jika konversi sawah 
ke jalan tol nantinya akan menyebabkan naiknya harga beras dan kebutuhan pokok 
pangan lain. Buka pintu dialog dengan rakyat, baik pemikir maupun masyarakat 
bawah penanggung akibat kebijakan sepihak.

Adrian Zulfikar 
Jalan Prof M Yamin, Aur Kuning, Bukittinggi, Sumbar


Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/02/00270154/redaksi.yth


      Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger. Sekarang bisa 
dengan Yahoo! Messenger baru. http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke