Tas Sekolah Hilang di Carrefour Kompas, Senin, 9 Februari 2009
Pada Selasa, 13 Januari 2009, anak saya dan temannya (dua siswi kelas II SMA di Jakarta Selatan) mengabarkan bahwa mereka mendapat tugas sekolah. Sesuai rekomendasi pembimbing mereka, anak saya dan temannya akan mencari bahan dan barang di Carrefour, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mengingat anak saya pengurus kelas dan bendahara kelas, tanggung jawab atas pembelian bahan dan barang tersebut ada di mereka. Saat tiba di Carrefour, mereka diminta menitipkan tas sekolah di tempat penitipan barang dan diberikan nomor sebagai tanda bukti penitipan. Setelah lebih kurang 15 menit, mereka kembali untuk mengambil dua tas sekolah yang dititipkan, tetapi petugas yang ada di sana mengatakan kedua tas itu sudah tidak ada karena ada yang mengambil. Mereka diminta untuk membuat laporan ke bagian keamanan dan layanan pelanggan (Ibu Ria). Berdasarkan penjelasan petugas keamanan dari rekaman CCTV, kedua tas sekolah tersebut telah diambil oleh seorang ibu, tetapi CCTV yang ada di sana tidak merekam wajah ibu itu. Mereka menjelaskan, kartu penitipan yang dipegang anak saya adalah nomor lama, sedangkan nomor baru sebelumnya telah dinyatakan hilang. Sebagai orangtua, saya berupaya mendidik anak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sendiri. Namun, setelah hari ketiga yang dijanjikan Carrefour, anak saya dihubungi lewat telepon (oleh Ibu Ria) dan dijelaskan bahwa Carrefour hanya bersedia mengganti kerugian seharga tertentu dan menyarankan anak saya mendatangi Kepolisian Resor Jakarta Selatan guna melapor dengan ditemani pegawai keamanan Carrefour. Mendengar penjelasan ini, anak ketakutan dan merasa tertekan. Muhamad Yusup Jalan Benda Dalam Nomor 69, Pasar Minggu, Jakarta Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/09/0054367/redaksi.yth ____________________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
