Kaji Dulu Sebelum Daerah Dimekarkan
Sinar Harapan, Selasa, 10 Februari 2009


Redaksi Yth, 

Di era reformasi ini tuntutan memekarkan diri beberapa daerah di Indonesia 
telah tumbuh subur. Ada yang ingin memekarkan setingkat kabupaten maupun 
provinsi. Beberapa daerah berhasil memekarkan diri seperti Provinsi Kepulauan 
Riau hasil pemekaran dari Provinsi Riau dan Provinsi Gorontalo pemekaran dari 
Provinsi Sulawesi Utara serta provinsi lainnya. 

Pemekaran ada yang berjalan mulus tanpa gesekan internal masyarakat di daerah 
yang ingin dimekarkan, dan ada sebaliknya, penolakan. Beberapa waktu lalu 
terjadi peristiwa tragis dan sangat memalukan yaitu aksi demo anarkistis 
menuntut pemekaran agar dibentuk Provinsi Tapanuli yang berujung kematian Ketua 
DPRD D Sumut Abdul Aziz Angkat.

Pemekaran wilayah memerlukan dana besar untuk memenuhi sarana dan prasarana 
yang dibutuhkan dalam pembentukan suatu pemerintahan daerah baru. Diperlukan 
juga sumber daya manusia yang memadai untuk mengelola pemerintahan daerah yang 
dimekarkan. Selain itu, pemekaran suatu daerah harus mempertimbangkan berbagai 
aspek, di antaranya sumber daya alam yang dimiliki daerah, potensial atau 
tidak. Sehingga bila dimekarkan apakah akan meningkatkan kesejahteraan. Jika 
tidak, niat awalnya untuk menyejahterakan masyarakat yang dimekarkan malah 
tidak berhasil membawa perubahan kesejahteraan dan semakin merugikan daerah 
yang akan dimekarkan.

Masalah pemekaran ini disikapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 
menegaskan bahwa pemekaran wilayah untuk sementara dihentikan. Kita evaluasi 
dulu pemekaran yang berjalan selama ini, jangan ditambah lagi dengan 
pemikiran-pemikiran yang terus terang bukan solusi, tapi masalah. 

Nuraini
Jl RE Marhadika, Ciputat, Tangerang


Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/10/opi02.html




      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke