Air Dikuasai Asing?
Sinar Harapan, Rabu, 11 Februari 2009

Redaksi Yth, 

Sebagai warga negara Indonesia, akhir-akhir ini saya prihatin mengenai kondisi 
negara ini, terutama menyangkut air yang merupakan sumber daya strategis dan 
krusial bagi kehidupan bangsa Indonesia. Air telah dikuasai pihak asing. 
Padahal, air tidak hanya untuk dikonsumsi, tetapi juga untuk kegiatan produksi 
lainnya seperti pertanian, pembangkit tenaga listrik, rekreasi dan lainnya. 

Hal itu menunjukkan air menyangkut hajat hidup orang banyak maka untuk itulah 
selayaknya air di suatu negara dikuasai pemerintah untuk sebesar-besar bagi 
kesejahteraan rakyat. Pasal 33 UUD 45 sudah mengatur akan hal tersebut, namun 
kenyataannya gelombang desakan perusahaan-perusahaan besar asing terus saja 
mencoba melakukan penguasaan pengelolaan air di bumi pertiwi ini. 

Ironisnya, pemerintah seolah membiarkan penghisapan kekayaan alam air (sumber 
mata air) tersebut oleh perusahaan-perusahaan asing, sementara rakyatnya 
dibiarkan mendapatkan air yang kotor bahkan harus membayar dengan harga yang 
tinggi untuk mendapatkan air minum. 

Seperti kita ketahui bersama, berbagai sektor strategis mayoritas telah 
dikuasai oleh asing seperti pertambangan dan energi, perbankan, jaringan ritel, 
telekomunikasi, dan sarana produksi pertanian. Air yang merupakan karunia Tuhan 
Yang Maha Esa terhadap bangsa Indonesia juga terancam dijual ke pihak asing 
oleh para pemangku kepentingan, baik oleh pemerintah atau DPR yang disahkan 
melalui produk undang-undang. 

Media massa juga belum banyak melihat masalah ini sebagai suatu isu besar yang 
harus diperjuangkan. Saya kawatir jika semua bidang strategis telah jatuh ke 
tangan asing dan kita membiarkannya, apa jadinya masa depan anak cucu kita?

Dedy Sulistio
Kompleks Curug Indah Jatiwaringin, Jakarta Timur


Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/11/opi02.html




      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Lengkap dengan segala yang Anda sukai 
tentang Messenger! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke