Pelayanan KRL Ekonomi Bogor/Depok-Jakarta
Bisnis Indonesia, Senin, 16 Februari 2009


Menanggapi surat pembaca di harian Bisnis Indonesia yang ditulis Ibu A. 
Quaristi Natalia berjudul Kereta api Depok-Jakarta sering dibatalkan, 5 
Februari, sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaannya 
menggunakan jasa KRL Jabotabek.

Selain itu kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu 
rasakan akibat pembatalan beberapa perjalanan KRL Ekonomi jurusan 
Bogor/Depok-Jakarta (PP) berapa waktu lalu.

Perlu kami jelaskan bahwa sebagian besar armada kami sudah berumur, sehingga 
layaknya orang berusia lanjut, terkadang performanya kurang maksimal. Ditambah 
lagi jam operasinya cukup panjang dan kerap membawa beban di luar batas 
kapasitas angkut sebuah rangkaian KRL.

Oleh karena itu, penumpang yang naik sampai ke atas atap rangkaian, seperti 
yang ibu sampaikan, adalah termasuk yang mempercepat KRL mengalami kerusakan.

KRL Ekonomi Bogor/Depok-Jakarta yang sering ibu gunakan pada 2, 3 dan 4 
Februari lalu memang mengalami kerusakan pada komponen utama penggerak mesin 
KRL dan untuk memperbaikinya butuh waktu lebih dari satu hari.

Selama ini pembatalan KRL semata-mata demi alasan keselamatan dan keamanan 
operasi KRL dan penumpang itu sendiri. Namun, saat ini KRL tersebut sudah 
beroperasi kembali.

Terhadap jadwal KRL yang terpaksa batal, solusi yang ada untuk sementara ini 
adalah kami menyarankan kepada pelanggan (bila perjalanan KRL mengalami 
gangguan) untuk menggunakan rangkaian KRL keberangkatan berikutnya.

Pasalnya, kami memang sudah tidak memiliki cadangan rangkaian KRL lagi. Armada 
yang kami miliki, seluruhnya sedang atau sudah melayani di lintas masing-masing.

Oleh karena itu, menggunakan KRL berikutnya merupakan salah satu solusi yang 
dapat diambil oleh pengguna setia KRL Ekonomi Bogor/Depok-Jakarta pada saat ada 
rangkaian KRL yang terpaksa batal karena ada gangguan mesin.

Konsekuensinya mungkin memberatkan penumpang KRL Ekonomi, yaitu harus menunggu 
KRL berikutnya dan tentunya lebih padat karena diisi oleh penumpang dari dua 
jadwal keberangkatan KRL. Oleh karena itu, kami mohon maaf sedalam-dalamnya 
atas kejadian tersebut.

Seringnya gangguan KRL yang disebabkan oleh usia tua ini sebetulnya telah 
mendorong kami untuk merencanakan mengoperasikan KRL Ekonomi AC guna 
menggantikan KRL Ekonomi Non-AC dengan tarif yang telah disesuaikan tentunya.

Hanya saja untuk pelaksanaannya harus mendapatkan dukungan dari pelanggan setia 
kami dan dilakukan secara bertahap sambil menunggu datangnya tambahan armada 
KRL. Dengan begitu diharapkan berbagai gangguan sampai yang paling buruk yakni 
pembatalan dapat dikurangi.

Untuk menyampaikan keluhan, kritik, saran dan mendapatkan informasi lengkap 
mengenai KRL Jabotabek, pelanggan dapat menghubungi kami di KRL Care Center 
(KCC) menggunakan telepon/faksimili (021) 380 7777, melalui SMS di 9559 atau 
melalui www.krl.co.id dan email [email protected] dan PO BOX 9559 JKT.

Ahmad Marzuki
Direktur Operasi dan SDM
PT KAI Commuter Jabodetabek


Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id103541.html




      Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke