Penawaran Asuransi Penerbangan di Bandara
Kompas, Rabu, 18 Februari 2009

Pada Senin, 19 Januari 2009 sekitar pukul 07.45, saya berangkat 
melalui Terminal A Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. 
Seperti biasa, setelah melewati loket pembayaran airport tax, 
penumpang ditawari untuk membeli asuransi penerbangan oleh para tenaga 
penjualan asuransi.

Sebenarnya baik bila penumpang pesawat membeli asuransi itu, yaitu 
untuk menambah santunan perlindungan diri. Namun, yang selama ini saya 
perhatikan, cara pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan Asuransi 
Bumi Asih Jaya terkesan seperti mengelabui penumpang. Para sales 
asuransi tersebut sering meneriaki penumpang dengan kata-kata: 
"Tiketnya sini, Pak. Tiketnya sini, Bu. Mau ke mana, Pak? Tiketnya 
sini."

Penumpang yang belum "berpengalaman" sering seperti terjebak dan 
menyangka bahwa pembelian kupon asuransi tersebut juga adalah suatu 
kewajiban, seperti halnya pembelian airport tax sehingga mereka 
langsung membeli kupon asuransi tersebut. Bahkan, para penumpang juga 
barangkali tidak begitu mengetahui, produk apa yang sebenarnya dibeli.

Apakah cara-cara seperti itu etis? Bukankah lebih baik kalau para 
tenaga sales menjajakan produknya dengan menyebut nama produk yang 
dijual, misalnya dengan menyatakan: "Asuransi, Pak" atau "Mari Bu, 
beli asuransi." Dengan demikian, para penumpang dapat mengetahui 
persis, produk apa yang dibeli. Mohon pihak berwenang di bandara 
menertibkan sehingga tidak terjadi kesan penipuan terhadap penumpang 
pesawat.

J Simanungkalit 
Kramat Jati, Jakarta Timur



Sumber: Harian Umum KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/17/23571360/redaksi.yth

Kirim email ke