Bantuan Jepang Kembali Mengalir Ke Aceh Bisnis Indonesia, Rabu, 18 Februari 2009
Untuk membantu pembangunan masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pascatsunami dan perjanjian damai, pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan bantuan hibah total sejumlah US$432.390 (sekitar Rp3,76 miliar) melalui skema bantuan hibah Grassroots bagi Keamanan Manusia kepada enam organisasi yang melakukan kegiatan di daerah tersebut. Pada 17 Februari 2009, telah diselenggarakan penandatanganan kontrak hibah proyek-proyek tersebut, dari pihak Jepang oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri, dan dari pihak Indonesia oleh perwakilan setiap organisasi, dengan disaksikan Gubernur Provinsi NAD Irwandi Yusuf. Bantuan hibah kali ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian di wilayah bekas konflik tersebut melalui bantuan di tiga bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Adapun ringkasan keenam proyek yang dilakukan oleh enam organisasi tersebut adalah sebagai berikut: (1) Proyek Pembangunan Asrama Putri Pesantren Al-Manar di Kabupaten Aceh Besar. Penerima bantuan adalah Yayasan Bungong Jeumpa senilai US$86.206. (2) Proyek Bantuan Pendidikan Demokrasi bagi Pembangunan Perdamaian Pasca-Konflik. Penerima bantuan adalah Yayasan Aceh Katahati dengan nilai US$85.568. (3) Proyek Pembangunan Kembali Posyandu di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Penerima bantuan adalah Yayasan Pusat dan Kajian Perlindungan Anak Medan dengan nilai bantuan US$44.146. (4) Proyek Peningkatan Kemampuan Siswa Melalui Pembangunan Fasilitas Pelatihan Praktik Kebidanan dan Keperawatan untuk Sekolah Tinggi Kesehatan di Kabupaten Pidie. Penerima bantuan adalah Yayasan Miftahul Jannah dengan nilai USS44.222. (5) Proyek Pembangunan Sarana Irigasi di Desa Peunalom I dan Peunalom II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Penerima bantuan adalah Yayasan Embun Pagi dengan nilai US$86.171. (6) Proyek Pembangunan Sarana Irigasi di Desa Mesjid-Tong Peudeung, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie. Penerima bantuan adalah Yayasan Perak dengan nilai US$86.077. Melalui skema bantuan hibah Grassroots bagi Keamanan Manusia, pemerintah Jepang sejak 2004 telah memberikan bantuan hibah kira-kira senilai US$1,90 juta meliputi 18 proyek berupa proyek rekonstruksi dan rehabilitasi tsunami di NAD. Kedubes Jepang Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta Sumber: BISNIS INDONESIA URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id103984.html
