Hillary Tunjukkan Sikap Kesatria
Sinar Harapan, Sabtu, 21 Februari 2009

Redaksi Yth,

Kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia 
yang hanya sebentar, sebenarnya dapat dijadikan sebagai pelajaran yang sangat 
berharga. 

Selain untuk meningkatkan hubungan bilateral antarkedua negara, momen tersebut 
bisa dijadikan contoh berpolitik yang baik. 

Artinya, sosok Hillary seharusnya menjadi contoh yang dapat dijadikan panutan 
berpolitik bagi pemilihan umum di Indonesia. Ini karena sikap siap menang dan 
siap kalah bagi para kontestan pemilu kita sepertinya masih sangat sulit 
diterapkan.

Berbagai bentrok fisik para pendukung kontestan sering terjadi. Mereka tidak 
terima bila kontestan jagoannya kalah dalam ajang pemilu. Tengok saja konflik 
politik akibat pilkada di beberapa daerah yang berujung bentrokan. 

Bahkan, antarkontestan tidak bisa akur, apalagi menunjukkan sikap dewasa dan 
berjiwa besar untuk mengakui pihak lawan yang memperoleh suara lebih banyak.

Sikap kesatria Menlu AS Hillary Clinton yang mampu menerima kekalahannya dan 
kemudian balik mendukung sang pemenang, Barack Obama, dalam ajang konvensi 
patut diacungi jempol. 

Berkaca dari Hillary, kita pun berharap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan Megawati Soekarnoputri dapat bersikap seperti itu kepada Susilo 
Bambang Yudhoyono sebagai pemenang pilpres.

Masyarakat kita berharap, suatu hari nanti Megawati akan mau membuka pintu 
untuk silaturahmi buat Yudhoyono. Bagaimanapun rakyat sangat mengharapkan hal 
itu akan terjadi. 

Alangkah elegannya bila para pemimpin dan mantan para pemimpin serta elite 
politik bersikap sebagai kesatria demi rakyat, bangsa, dan negara. Hanya saja, 
angan-angan tersebut masih sebatas cita-cita yang agaknya sulit diraih. 

Ini karena faktanya mantan Presiden Megawati belum pernah sekalipun mengucapkan 
selamat kepada Yudhoyono-Kalla. 

Ucapan selamat dan sikap legowo saja sangat sulit diwujudkan bagi seorang 
Megawati, apalagi sampai mendukung pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Ibarat meraih 
bintang di langit. 

Mega juga belum pernah menyambut ajakan silaturahmi dari pihak Yudhoyono. 
Memang, barangkali masih butuh waktu, karena membangun tradisi politik yang 
baik dan dewasa membutuhkan proses yang cukup lama.

Sosok Hillary memang menunjukkan sikap kesatria. Bahkan, ada yang mengatakan 
sebagai kesatria plus, karena bukan saja mampu menerima kekalahan dengan 
dewasa, tetapi juga malah berjuang keras untuk kemenangan Barack Obama. 

Sungguh suatu demokrasi yang elegan. Maka dari itu, dalam lawatannya ke 
Indonesia, Hillary tak segan-segan berbagi tips bagaimana caranya menghadapi 
kekalahan dengan kesatria. Tips yang mungkin bisa menjadi pelajaran berharga 
untuk politisi Indonesia. 

Menurutnya, kalah itu tentu menyakitkan, tetapi dalam demokrasi harus bisa 
mengatasi perselisihan. Tak bisa selalu bersaing dalam politik untuk membangun 
pemerintah. Demokrasi harus terus berlanjut demi rakyat, bangsa, dan negara. 

Masrur Syu’di
Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat



Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/21/opi02.html




      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke