Banyak Blok, Kompetisi Tetap Sehat
Sinar Harapan, Sabtu, 28 Februari 2009

Redaksi Yth,

Menjelang Pemilu 2009, kekuatan politik mulai meruncing. Tak hanya beberapa 
partai besar yang siap menggalang kekuatan menuju kursi RI-1, kekuatan politik 
alternatif pun patut dipertimbangkan. 

Para pengamat menilai, perlu ada kekuatan alternatif untuk mengimbangi dua blok 
kekuatan politik yang muncul saat ini. Rakyat sudah jenuh dengan figur pemimpin 
lama yang masih saja ditawarkan. Rakyat melihat perlu ada satu kekuatan 
alternatif untuk menjawab kejenuhan masyarakat. 

Lihat saja Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) konon juga menggalang koalisi 
alternatif dengan menggandeng partai-partai menengah dan kecil, seperti Partai 
Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Matahari Bangsa 
(PMB), dan parpol lain. Partai-partai ini perlu berkoalisi membangun kekuatan 
alternatif, dan kekuatan ini sedang ditunggu sebagai pilihan yang diharapkan 
bisa mewujudkan harapan rakyat.

Sejumlah tokoh yang berpeluang menjadi capres-cawapres dari koalisi alternatif, 
antara lain Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wiranto, Muhaimin Iskandar, Prabowo 
Subiyanto, Sutiyoso, Rizal Ramli, Soetrisno Bachir, Eros Djarot, dan Marwah 
Daud Ibrahim. 

Di samping ada Blok S (Susilo Bambang Yudhoyono), Blok M (Megawati 
Soekarnoputri), Blok J (Jusuf Kalla), serta Blok Perubahan sebagai alternatif. 
Di sini, perlu kekuatan alternatif untuk mengimbangi kekuatan Yudhoyono dan 
Megawati. Namun, seberapa besar kekuatannya, masih harus dilihat dari hasil 
pemilu legislatif. 

Baru-baru ini juga muncul Blok Perubahan yang dikomandani Rizal Ramli bersama 
12 partai politik. Semua parpol itu berhaluan anti-status quo, yang menghendaki 
ada demarkasi yang jelas antara kekuatan pro status quo dan anti-status quo. 
Seiring dengan terbentuknya Blok Perubahan, parpol yang diprediksi hanya mampu 
meraih maksimal 10% suara dalam Pemilu Legislatif 2009 atau dikenal dengan 
sebutan parpol menengah, mulai menggeliat. 

Pada Pemilu 2004, beberapa parpol menengah meraup suara yang cukup signifikan. 
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengantongi 10,57% suara, Partai Persatuan 
Pembangunan (PPP) 8,15%, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7,34%, Partai Amanat 
Nasional (PAN) 6,44%, dan Partai Bulan Bintang (PBB) 2,62%. Sementara itu, 
Partai Bintang Reformasi (PBR) 2,44% dan Partai Damai Sejahtera (PDS) 2,13%. 
Apabila suara parpol menengah itu dihimpun bisa mencapai 40% dan mereka berhak 
mengajukan capres-cawapres. 

PBB yakin tidak hanya kekuatan besar yang bakal bertarung dalam pilpres. 
Menurut Ketua DPP PBB, Hamdan Zoelfa, kemungkinan munculnya blok dari kekuatan 
alternatif masih cukup kuat. Kubu alternatif itu, katanya, sedang digagas oleh 
kubu poros tengah, seperti PKB, PBB, PPP, dan juga akan menggandeng PKS. 

Dengan demikian, blok-blok politik bersaing menjelang pemilu dan pilpres tahun 
ini. Kita ingin persaingan itu sehat dan jurdil. Jika tidak, stabilitas bisa 
terganggu karena banyak pihak akan kecewa dengan hasil pemilu yang tidak jujur 
dan adil.

T Daud Yusuf
Bukit Duri Selatan, Tebet, Jakarta Selatan



Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/28/opi02.html




      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/



------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke