KPK Harus Segera Periksa Jhonny Allen
Bisnis Indonesia, Rabu, 1 April 2009


Anggota DPR asal Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun tidak memenuhi panggilan 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena sibuk kampanye. Jhonny meminta KPK 
untuk memanggilnya setelah Pemilu Legislatif (Pileg) pada 9 April 2009.

Johnny Allen dipanggil KPK terkait dengan perkara tertangkapnya Abdul Hadi 
Jamal dalam kasus dugaan suap pembangunan dermaga di Indonesia Timur. Di 
berbagai media massa Abdul Hadi Jamal menyebutkan bahwa Johnny Allen turut 
menerima uang suap dari rekanan Departemen Perhubungan sebesar Rp1 milliar.

Sikap Johnny Allen ini patut disayangkan, sebab sebagai anggota DPR dari Partai 
Politik yang mengklaim sebagai Partai yang anti korupsi ternyata Johnny Allen 
tidak memprioritaskan waktu untuk pengusutan sebuah kasus dugaan korupsi yang 
amat penting.

Sungguh ironis, pada saat rakyat muak dengan janji-janji politisi dalam 
kampanye dan lebih menagih bukti riil, ternyata Johnny Allen justru memilih 
untuk bergabung dalam kampanye ketimbang memberikan bukti dan komitmen 
pemberantasan korupsi dengan menghadiri panggilan KPK. Bahkan Johnny Allen 
meminta pemeriksaan oleh KPK ditangguhkan hingga usai Pemilu Legislatif 9 April 
2009.

Secara hukum, alasan ketidakhadiran Johnny Allen hari ini ke KPK adalah alasan 
yang tidak umum dan kurang masuk akal. Biasanya, alasan seorang saksi tidak 
menghadiri panggilan penyelidik adalah alasan kesehatan atau permasalahan lain 
yang sangat penting sekali.

Hampir di seluruh negara di dunia termasuk dalam sistem hukum Indonesia, 
memprioritaskan panggilan dan petugas penyidik adalah salah satu ciri warga 
negara yang baik. Hal itu dikarenakan tindakan menghadiri panggilan pihak 
berwajib tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap penegak hukum.

Kita patut mempertanyakan, apakah Johnny Allen menganggap kampanye lebih 
penting dari pengusutan sebuah kasus korupsi? Lantas di manakah komitmen Johnny 
Allen terhadap pemberantasan korupsi?

Kesaksian Johnny Allen penting bagi pemeriksa KPK, terlebih lagi karena ada 
tudingan Johnny Allen turut menerima dana dari rekanan Dephub.

KPK jelas harus mengabaikan permintaan untuk menunda pemeriksaan Johnny Allen 
hingga pelaksanaan Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009. Sebab kepentingan 
pengusutan suatu perkara korupsi jelas lebih penting dari kampanye partai 
politik. Lagipula kampanye Partai Demokrat tetap dapat dilaksanakan minus 
kehadiran seorang Johnny Allen.

Habiburokhman
Juru Bicara
Serikat Pengacara Rakyat



Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id110924.html




      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke