DPR berlebihan tanggapi kasus Prita
Bisnis Indonesia, Rabu, 10 Juni 2009

Peristiwa yang terpaksa harus dialami oleh Prita Mulyasari berjalan 
berkelok-kelok. Setelah semua calon presiden menyatakan keprihatinannya atas 
kasus tersebut, kini pihak DPR tidak mau ketinggalan. Komisi IX DPR telah 
mempersiapkan surat rekomendasi pencabutan izin operasional rumah sakit Omni 
Internasional.

Beritanya, surat tersebut akan segera dikirimkan kepada Departemen Kesehatan 
dan Dinas Kesehatan setempat. Sangat spontan dan luar biasa. Pertanyaannya, 
tepat dan punya wewenang kah DPR melakukan hal tersebut. Karena pendirian 
sebuah rumah sakit sampai bisa beroperasi membutuhkan dana investasi yang tidak 
sedikit dan sebelumnya harus mengantongi berbagai izin yang diharuskan.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, negara kita ini bagai gadis 
cantik yang menggiurkan banyak pemuda untuk dapat menyuntingnya. Karena iklim 
untuk berinvestasi di negara ini saat ini sangat menarik perhatian banyak 
investor negara-negara lain.

Kalau saja dengan arogansinya DPR bisa berbuat melakukan pencabutan izin 
operasional sebuah perusahaan, apakah kalangan DPR sudah mempertimbangkan 
ekses-ekses yang akan berimbas dari hal itu?

Misalnya, tenaga kerja bagi mereka yang direnggut mata pencariannya, mata dan 
pandangan dari para investor atas ke-tidak nyaman-an dan ke-tidak aman-an 
berinvestasi di negara ini, karena begitu banyak pihak yang bisa ikut campur 
tangan.

Selama ini digemakan bahwa Indonesia adalah negara hukum dan memiliki kepastian 
hukum atas investasi investor yang ditanamkan di sini, termasuk tidak akan 
mungkin adanya nasionalisasi perusahaan.

Kalau saja DPR ikut mencampuri masalah Prita ini, apa bukan intervensi namanya 
atas penegakan keadilan yang sedang dijalankan oleh Badan Peradilan. Kalau DPR 
saja bisa ikut mengintervensi dengan mencabut izin operasional perusahaan, apa 
tidak akan diikuti oleh yang lain, misalnya yang pernah dilakukan oleh Bupati 
Bekasi yang bisa seenaknya saja membatalkan suatu perjanjian investasi 
perusahaan.

Harusnya DPR memberikan kesejukan, bukan malah ikut mempertontonkan gigi dengan 
mengeluarkan usulan yang tidak terpuji. Percayakan pada Pengadilan yang pasti 
akan memberikan keputusan yang adil seadil-adilnya bukan hanya akan menambah 
permasalahannya.

Banyak masyarakat yang pada bertanya-tanya mengapa untuk mengakhiri masa 
jabatannya saja, para anggota DPR harus mendapat cendera mata berlian hingga 
senilai Rp5 miliar. Itulah yang seharusnya di jawab oleh DPR agar masyarakat 
dapat menerima dan mengaminkannya.

Taufik Karmadi
Blok C 7 No. 24 Citra I, Kalideres



Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id121788.html



      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke