Serangan Balik Koruptor
Bisnis Indonesia, Senin, 6 Juli 2009

Menyikapi dinamika yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, Dewan 
Integritas Bangsa merasa perlu untuk mengajak kepada seluruh komponen bangsa 
mengingat kembali agenda reformasi yang telah digulirkan oleh gerakan mahasiswa 
dan didukung seluruh komponen bangsa.

Mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia dipersatukan oleh semangat melawan 
korupsi, kolusi dan nepotisme, yang telah merusak hampir di seluruh tatanan 
kehidupan kita sebagai bangsa.

Korupsi mengakibatkan martabat bangsa terlecehkan, stempel sebagai negara 
terkorup oleh masyarakat internasional bertahun-tahun kita sandang. Korupsi 
telah mengoyak integritas bangsa, menjadikan kita tertinggal dari bangsa lain.

Momentum 1998 yang sudah sangat mahal dibayar harus dijaga, sejumlah 
keberhasilan telah kita raih, kemerdekaan berpendapat, upaya peningkatan 
perlindungan hak asasi manusia, dorongan untuk melahirkan suatu pemerintahan 
yang bersih dan berwibawa, semua itu telah sama-sama dirasakan oleh rakyat 
Indonesia dalam suatu kehidupan yang lebih demokratis.

Keberhasilan ini jangan dibiarkan melemah lalu hancur oleh kekuatan yang memang 
tidak menginginkan kedaulatan tegak di Indonesia.

Agenda melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang diusung oleh gerakan 
Reformasi tergredasi dalam bentuk lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 
sebagai badan independen yang memiliki kewenangan konstitusional untuk mencegah 
dan memberantas korupsi dari bumi Nusantara.

KPK bukan lahir dari proses yang mudah, pendiriannya melalui perjuangan panjang 
seluruh elemen masyarakat yang didorong oleh satu kesadaran bahwa korupsi telah 
menjadi kejahatan yang luar biasa karenanya perlu upaya-upaya perlawanan yang 
juga luar biasa. 

Tantangan yang besar juga muncul dari berbagai lini yang dimotori oleh mereka 
yang tidak menginginkan Indonesia memiliki lembaga penegak hukum yang kuat 
dalam memberantas korupsi.

Bukan hal yang berlebihan, lahirnya KPK adalah salah satu simbol pencapaian 
reformasi. Bukan saja upaya penindakan terhadap praktik-praktik korupsi, KPK 
juga telah memberi efek jera di tengah masyarakat.

Dengan terjaganya KPK dalam menjalankan tugas memberantas korupsi, bangsa 
Indonesia masih memiliki harapan, bahwa suatu saat nanti, posisi jabatan publik 
adalah dalam rangka melayani rakyat, bukan untuk membodohi apalagi merampok 
hak-hak rakyat.

Perlu diingatkan kembali bahwa iklim demokrasi konstitusional yang saat ini 
kita nikmati hanya akan tegak bila checks and balances yang menjamin lahirnya 
transparansi dan akuntabilitas antarlembaga negara dapat terjaga.

Mengerdilkan, menggembosi apalagi membunuh lembaga penegak hukum yang 
nyata-nyata berupaya mendorong tegaknya hukum di Indonesia, dan secara aktif 
memberantas korupsi, adalah sama dengan membunuh demokrasi konstitusional, hal 
ini akan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh bangsa Indonesia.

Agar hal ini tidak terjadi, Dewan Integritas Bangsa mengajak kepada seluruh 
komponen bangsa untuk:

Mendesak seluruh pimpinan untuk memberikan jaminan dan keyakinan bahwa korupsi 
sebagai kejahatan yang luar biasa dapat terhapus, dan menjamin Komisi 
Pemberantasan Korupsi bertugas mengawal bangsa Indonesia menjadi bangsa yang 
berintegritas dan bermartabat.

Mendukung KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, dan tidak 
membiarkan proses pembubaran KPK terus berlangsung. Karena membubarkan KPK sama 
dengan membunuh demokrasi konstitusional.

Menjaga dan terus meningkatkan capaian reformasi dengan terus mewaspadai 
serangan balik para koruptor yang ingin kembali merusak integritas bangsa.

Erry Riyana Hardjapamekas
Ketua Tim 45
Dewan Integritas Bangsa



Sumber: BISNIS INDONESIA
URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id126334.html



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke