Pengawas Lalu Lintas Udara Bandara Bermasalah
Kompas, Senin, 13 Juli 2009

Hari Senin, 6 Juli 2009, saya dan istri terbang dari Bandara Hang Nadim, Batam, 
ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, menumpang pesawat AirAsia, 
Boeing 737 (QZ-7557), yang lepas landas pukul 17.15. Sekitar pukul 18.30, 
captain pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat.

Kemudian sesuai peraturan keselamatan lampu diredupkan. Terasa pesawat 
mengurangi kecepatan, suara mesin turbofan sudah hampir tak terdengar, dan 
pesawat mulai merendah. Di luar gelap, yang tampak hanya lampu-lampu di darat. 
Makin lama jarak lampu di darat dengan pesawat semakin dekat. Mendadak suara 
turbofan meningkat dan meraung. Saya yang sudah ratusan kali terbang selama 54 
tahun, sejak pertama kali terbang dengan pesawat (C-47 Dakota AURI tahun 1955), 
sempat memberi tahu kepada istri bahwa pesawat tidak jadi mendarat.

Benar, pesawat kembali naik dengan turbofan meraung dan beberapa detik kemudian 
captain pilot mengumumkan dalam bahasa Indonesia bahwa pendaratan dibatalkan 
karena ada pesawat lain yang pada saat itu berada di landasan pacu. Kemudian 
disusul dalam bahasa Inggris menggunakan istilah aborted ("dibatalkan paksa"). 
Berarti hampir terjadi sesuatu yang fatal. Sejauh yang saya ketahui, pesawat 
yang datang (incoming flight) dalam jarak 50 kilometer dari bandara sudah penuh 
berada di bawah kendali pengawas lalu lintas udara (air traffic controller/ATC).

Captain pilot hanya dapat melakukan landing approach setelah memperoleh izin 
(clearance) dari ATC. Jadi, dalam hal pendaratan pesawat AirAsia, Boeing 737 
(QZ-7557), yang patut dipertanyakan kepada ATC Bandara Soekarno-Hatta, mengapa 
diizinkan melakukan landing approach padahal ada pesawat lain di landasan pacu? 
Atau sebaliknya, mengapa ada pesawat lain diizinkan masuk ke landasan pacu 
padahal (QZ-7557) sudah masuk landing approach? Bukankah incoming aircraft 
mendapat prioritas? Pesawat (QZ-7557) berputar sekitar 20 menit. 

Soejono Endropoetro 
Bintaro Puspita II B, Pesanggrahan, Jakarta





Sumber: KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/13/0317191/redaksi.yth



      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke