Perguruan Tinggi, Biaya Tinggi
Kompas, Selasa, 14 Juli 2009

Saya prihatin melihat kenyataan saat ini bahwa untuk masuk perguruan tinggi 
negeri begitu mahal. Ini sangat memprihatinkan. Dahulu, saya sebagai anak 
pegawai negeri golongan menengah masih mampu masuk dan menyelesaikan pendidikan 
di perguruan tinggi. Namun sekarang?

Memang, konon kabarnya dari keluarga kurang mampu memperoleh subsidi 
pemerintah. Bagaimana dengan anak pegawai negeri golongan menengah sampai 
tinggi yang menggantungkan diri hanya dari gaji? Apakah tidak mendorong 
korupsi, baik korupsi uang atau korupsi waktu, untuk mencari penghasilan 
tambahan?

Apalagi untuk masuk fakultas kedokteran ternyata begitu besar biaya untuk bisa 
diterima. Tentu hal ini akan mendorong hanya anak orang berduit yang bisa masuk 
dan ada alasan mengapa tarif dokter mahal, "habis biaya sekolahnya mahal". 
Banyak contoh bahwa banyak dokter dari keluarga berduit keberatan ditempatkan 
di tempat terpencil, padahal Indonesia justru membutuhkan dokter yang bersedia 
ditempatkan di tempat tersebut. 

HARIONO PADMOSUDIRO 
Jalan A Yani, Kedungsari, Magelang



Sumber: KOMPAS
URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/14/03402542/redaksi.yth



      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke