om teddy,
yang menjadi masalah dan kekuatiran masyarakat
apakah unjuk rasa tersebut dapat tertib dan aman
sehingga masyarakat bisa bernafas lega.
karena dahulu, sewaktu saya masih mahasiswa ditahun 73,
pernah juga kami melakukan unjuk rasa besar-besaran
turun kejalan raya, berjalan sepanjang jalan dari halaman fk-ui
menuju halaman universitas trisakti di grogol
sekembalinya kami dari berbagai acara ditrisakti
kami mengambil beberapa truk untuk mengangkut mahasiswa
untuk kembali ke fk-ui.
kami sendiri ikut mengamankan rombongan agar mahasiswa
tidak terpancing untuk turun dari truk,
karena kami heran, rombongan kami diharuskan aparat keamanan mengambil jalan
yang tidak langsung menuju fk-ui.
ternyata, dari jalan yang diharuskan kami liwati
pada waktu itu sepanjang jalan sudah terjadi perusakkan
beberapa kendaraan, yang tentunya mengherankan kita,
rombongan kami diarahkan untuk melalui proyek pertokoan senen,
keadaan waktu itu masih tertib,
tetapi sekembalinya kami di halaman fk-ui,
tampak ada asap yang membumbung tinggi dari arah senen, kamu tidak tahu apa
itu
sore harinya kami yang memimpin unjuk rasa itu
langsung "diambil" dari tempat kita masing-masing.
dengan alasan yang jelas, kami dianggap "merusak" stabilitas politik,
dan melakukan unjuk rasa serta perusakkan lainnya.
kami menganggap itu semua adalah rekayasa kerusuhan yang sengaja dibuat,
sehingga  perusakkan yang terjadi dapat dijadikan  pintu masuk yuridis
untuk menghalalkan  penangkapan para aktifis mahasiswa,
dan beberapa tokoh politik senior yang tentunya telah menjadi target
politik.
presiden esbeye telah menyatakan  dan memperingatkan
agar unjuk rasa hari ini 28 januari tidak disusupi profokator.
ini adalah pernyataan resmi presiden,
jadi sudah selayaknya seluruh jajaran aparat keamanan
terutama dengan jaringan intelijennya yang berpengalaman itu
harus dapat mengamankan jalannya aksi unjuk rasa,
karena ini adalah pernyatan dan peringatan presiden,
maka tugas pengamanan ini seharusnya dengan "taruhan jabatan" .
jangan sampai terjadi lagi peristiwa perusakkan seperti ditahun 1974,
atau terjadinya  aksi unjuk rasa dan
pembakaran sebuah kendaraan didepan atmajaya ditahun 2008,
meskipun wajah dari pembakarnya  sangat jelas dilayar kaca,
sampai sekarang tidak jelas siapa dan dimana yang membakar itu
tapi ternyata tangung jawab kerusuhan dari unjuk rasa mahasiswa saat itu
harus dibebankan pada kelompok dr rizal ramli.
yang dikenal sangat kritis dalam menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah
sehingga ada kelompoknya yang ditangkap dan diadili.
salam bambangsulistomo.

2010/1/28 teddy sunardi <[email protected]>

>
>
>
> http://www.detiknews.com/read/2010/01/28/000223/1287598/10/pemerintah-diminta-tidak-curiga-pada-rakyat-sendiri
>
> Unjuk Rasa 28 Januari
> Pemerintah Diminta Tidak Curiga Pada Rakyat Sendiri
> Arifin Asydhad - detikNews
>
> Jakarta - Demonstrasi besar yang akan digelar Kamis 28 Januari 2010 patut
> diwaspadai. Namun, pemerintah diminta tidak terlalu berlebihan menanggapi
> aksi tersebut.
>
> "Pemerintah jangan su'udzon pada rakyatnya sendiri dengan menuduh yang
> tidak-tidak dan bersikap berlebihan," kata mantan Ketua Umum PAN, Soetrisno
> Bachir, lewat pesan singkat, Rabu (27/1/2010).
>
> Soetrisno menilai aksi unjuk rasa 28 Januari merupakan bentuk ekspresi
> masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasi karena selama ini saluran
> politiknya tersumbat. Selain itu, kekecewaan juga bisa terjadi pada kinerja
> Pansus Century.
>
> "Bisa juga bentuk kekecewaan terhadap Pansus Century yang mirip panggung
> sandiwara seperti yang telah diduga sebelumnya," jelasnya.
>
> Namun demikian, pengusaha sukses ini meminta agar demo-demo yang akan
> dilakukan jangan sampai anarkis. Aksi juga diharapkan tidak mengganggu
> aktivitas para pegawai.
>
> "Jangan sampai energi bangsa habis untuk memikirkan konflik politik yang
> sedang terjadi. Semua disikapi dengan biasa, masyarakat tetap bekerja dan
> pemerintah berkonsentrasi segera menyelesaikan permasalahan bangsa yang
> menumpuk," tutupnya.
>
> (mad/mad)
>
> 
>

Kirim email ke