JAKARTA 16 FEBRUARI 2009

Tiada Ciuman pada Hari Valentine
Tiada Ciuman pada Hari Valentine
Tiada Ciuman pada Hari Valentine


Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2010, kali ini
bertepatan dengan perayaan imlek. Setelah liburan akhir pekan
(weekend), hari sabtu (13/02) semua undangan terpaksa saya batalkan,
hanya kegiatan rutin yaitu beresin arsip dan cari ide artikel apa yang
akan ditulis selanjutnya.


Dari beberapa email yang masuk hingga jumat malam (12/02), ada
undangan kategori pemenang foto jurnalis 2009 yang masih saja dikirim
setiap harinya selama seminggu terakhir oleh panitia penyelenggara.
Ngecek facebook (RACHMAD BACAKORAN, pakai rbacakoran at yahoo dot com),
banyak juga kiriman hadiah valentine dari beberapa orang, macam-macam
bentuknya, pekan kemarin malah Qori Sandioriva Putri Indonesia tahun
2009 telah mengirim bunga mawar valentine dan kamis 11 Februari 2010,
si Qory juga mengirim hadiah valentine berupa kue coklat berbentuk Love
(CINTA), namun hadiah-hadiah tersebut tidak pernah saya balas hanya
komentar singkat makasih atas hadiahnya.

Minggu pagi, 14 Februari 2010, Hari Valentine, kota Jakarta sejak
subuh gerimis terus turun, malahan dini hari tengah malam hujan turun
dengan derasnya. Sore hari saya datang ke Galeri Nasional jam 18:00
WIB, ada acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2009 serta pembukaan
pameran foto Jurnalistik terbaik 2009.

Setelah mengisi daftar buku tamu dilanjutkan makan malam, tiba-tiba
wartawan cewek pewarta foto kompas datang pakai batik, saya menghindar
ke tembok, dia jalannya cepat hampir diserempet kemudia DIA  menuju
toilet, lagi-lagi gerimis turun, beberapa orang sangat pucat sekali,
lewat gang penerima tamu, 2 orang cewek tersebut terus menatap
sampai-sampai pulpen yang di peganganya terjatuh, “Makanya Mbak lain
kali kalau menatap/melihat jangan lama-lama, bisa copot mata kamu
nantinya.”

Mobil B1 datang, oh ya itu mobil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo,
bang Foke di jadwalkan untuk memberi hadiah kepada pemenang, sudah jam
19:00 WIB belum shalat maghrib, shalat dulu dimushala, hujan turun
dengan derasnya, sekalian shalat Isya, banyak mobil di parkiran,
jangan-jangan Mantan Wakil Presiden Jusuf kalla sudah datang.
I Don’t Care (Aku ngak peduli) siapa yang datang, hari ini khan hari
libur. Diruangan resepsi sedang berlangsung acara pembagian hadiah
untuk pemenang dan foto bersama dengan bang Foke. Saya berdiri saja di
kursi paling kanan serta paling belakang, tiba-tiba pengumuman nama
pemenang selanjutnya, di panggil nama cewek pewarta foto kompas Lasti
Kurnia, kelihatan dia sudah 2 kali menang dan ini yang ketiga kalinya,
dia datang dari belakang tempat teman-temannya yang memberi ucapan
selamat, kemudian dia menaruh tasnya dikursi tempat saya berdiri, dia
naik kepanggung mengambil hadiah dan balik lagi ketempat saya berdiri,
sudah tiga tropy berarti 3 kali menang, tropy itu kemudian Lastri taruh
dikursi tersebut.

Pengumuman selanjutnya adalah kategori terbaik dari semua foto-foto
yang menang, pemenangnya jatuh kepada foto suasana pemakaman Gus Dur,
acara selanjutnya adalah launching buku pewarta foto. Mantan wakil
Presiden Jusuf kalla berfoto bersama para pemenang dan pidato. Sambil
JK pidato jam 21:00 WIB, cewek wartawan kompas tersebut berdiri didepan
saya, DIA terus mundur dan mundur mendekati diri saya dari jarak 50 cm
sehingga tinggal tersisa ruang hampa selebar 5 cm, pipinya tepat di
depan bibir saya, nafasnya sudah terasa hangat hangat sekali, hanya
lampu didepan panggung yang hidup, dibelakang ruangan resepsi lampunya
mati agak remang-remang kecuali lampu luar yang menyala, jadi
suasananya sangat romantis sekali.

Dia terus menunggu selama 5 menit, kok belum dicium juga, akhirnya
lasti marah sekali dengan muka merah dia injak kaki kanan saya,
kemudian dia kebelakang menemui teman-temannya. Tadi sih teman-temannya
yang ada di kanan kiri saya sudah memberi ucapan selamat kepada lasti
hanya satu orang cowok malam itu yang tidak memberi ucapan selamat
kepadanya yaitu saya. Lasti-lasti, kamu khan sudah nikah, kamu
benar-benar ingin dicium?

Acara pembukaan pameran sudah dimulai, lasti datang lagi ke saya,
berdiri dibelakang beberapa saat kemudian Dia jalan sambil menyentuhkan
tangan kanannya ke tangan kiri saya, dia ambil tasnya lalu hilang entah
kemana. Lihat-lihat pameran dulu, eh si lasti muncul lagi di samping
saya, ikuti dulu Jusuf Kalla melihat pameran, si lasti hilang lagi.
Saya kembali lagi ke ruang resepsi, duduk di belakang, si lasti muncul
lagi, dia menuju kearah saya, taruh tasnya didepan kursi kosong,
padahal kursi kosong lainnya masih banyak, kok taruh didepan saya lagi.
Sudah beberapa tahun tahun jumpa dengannya tetapi ngak pernah berbicara
baik di acara seminar, diskusi maupun pameran.

Saat di BBJ (bentara Budaya Jakarta) kompas, lasti selalu mengambil
gambar saya, kadang-kadang dia melamun, matanya menatap kearah saya
tetapi kamera ditangannya terus di jempet berkali-kali entahlah
hasilnya, banyak foto saya saya yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi
tetapi tidak pernah dikirim. Baru malam di hari valentine ini saya
menyapa lasti,”Tasnya penuh ya, satu tropy ngak muat ditas, sudah ambil
kupon door prize nya, sudah, tadi tangan kanan dicap seperti sapi, ”
kata lasti salah tingkah.

Bincang-bincang ala kadarnya, pembagian door prize, sampai acara selesai saya 
tidak memberi ucapan selamat kepada lasti.Tiada Ciuman pada Hari Valentine
wassalam

 RACHMAD YULIADI NASIR INDEPENDENT
PEMERHATI PUBLIC & MEDIA
rbacakoran at yahoo dot com

kompasiana.com/rachmadbacakoran
http://www.kompasiananews.blogspot.com
Baca juga http://www.walikotasabang.blogspot.com 
http://www.facebook.com/group.php?gid=364873875496
(Grup:RACHMAD YULIADI NASIR) http://www.facebook.com/group.php?gid=238510850931
(Grup:Gerakan Facebooker 1.000.000 Orang Visit Kilometer Nol Sabang Aceh).  
http://www.facebook.com/group.php?gid=210886650676
(GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR)

    DUKUNG BASMI AIDS - STOP AIDS INDONESIA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 UNDANGAN GRUP RACHMAD YULIADI NASIR
 
 RACHMAD YULIADI NASIR
Gerakan Facebookers Berantas Narkoba Selamatkan Generasi Muda Bangsa

Gerakan Facebookers 1.000.000 Orang Visit Kilometer Nol Sabang Aceh

 Ayo,Cuci Tangan Dengan Sabun
    DUKUNG BASMI AIDS - STOP AIDS INDONESIA
 GERAKAN FACEBOOKERS BERANTAS KORUPSI TANGKAP DAN ADILI PARA KORUPTOR
 RACHMAD YULIADI NASIR


      

Kirim email ke